HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Sampah Berserakan di Dapur MBG Leuwidamar, Pengelolaan Program Pemerintah Disorot

Lebak — Kondisi memprihatinkan terlihat di dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlokasi di Desa Leuwidamar, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Minggu (1/2/2026). Sampah tampak berserakan di area dapur, menimbulkan kesan jorok dan kumuh, serta jauh dari standar kebersihan yang seharusnya diterapkan dalam program pemerintah yang berkaitan langsung dengan konsumsi masyarakat.

Temuan tersebut memunculkan kekhawatiran serius terkait higienitas dan keamanan makanan yang diproduksi. Program MBG yang sejatinya bertujuan meningkatkan asupan gizi masyarakat justru berpotensi menimbulkan risiko kesehatan apabila pengelolaan kebersihan lingkungan dapur tidak dilakukan secara optimal.

Ironisnya, dapur MBG yang dibiayai dari anggaran negara semestinya menerapkan standar sanitasi yang ketat. Namun, fakta di lapangan menunjukkan adanya indikasi kelalaian dalam pengelolaan kebersihan. Sampah yang tidak dikelola dengan baik berpotensi mengundang lalat, tikus, serta bakteri berbahaya yang dapat mencemari makanan.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan terkait efektivitas pengawasan dari pihak-pihak yang berwenang, baik pengelola dapur MBG, pemerintah desa, maupun instansi teknis terkait. Jika dibiarkan berlarut-larut, situasi ini berpotensi mencerminkan lemahnya komitmen dalam menjalankan amanah program nasional.

Masyarakat pun mendesak Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta Inspektorat Kabupaten Lebak untuk segera turun tangan melakukan inspeksi mendadak dan audit menyeluruh terhadap pengelolaan dapur MBG di Leuwidamar. Apabila ditemukan unsur kelalaian atau pelanggaran, publik berharap adanya penindakan tegas demi menjamin keselamatan dan kesehatan penerima manfaat.

Program MBG dinilai bukan sekadar proyek administratif, melainkan program strategis yang menyangkut hajat hidup masyarakat. Karena itu, pengelolaan dapur harus memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan, agar tidak justru membahayakan masyarakat.

Sementara itu, saat wartawan mencoba mengonfirmasi inisial TR, selaku asisten lapangan (Aslap) sekaligus bagian pengelolaan sampah di dapur MBG tersebut, yang bersangkutan memberikan jawaban singkat tanpa penjelasan rinci terkait sampah yang diduga dibiarkan sejak Jumat hingga Minggu sore.

“Ti ap jam 5 diangkutnya. Makasih sudah diingetin, jam 5 mah bersih. Kayaknya dikorek ayam itu, jadi acak-acakan,” ujar TR melalui pesan singkat pada Minggu (1/2/2026) sekitar pukul 15.51 WIB.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pengelola dapur MBG maupun instansi terkait mengenai langkah evaluasi dan perbaikan atas kondisi tersebut.

(HKZ)