HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Bupati Sukabumi Kawal Kasus Tewasnya Remaja Diduga Korban Kekerasan Ibu Tiri: Keadilan Harus Ditegakkan

Kab. Sukabumi – Bupati Sukabumi, Drs. H. Asep Japar, M.M., menyatakan komitmennya untuk mengawal ketat proses hukum atas meninggalnya NS (12), remaja asal Kecamatan Surade yang diduga menjadi korban kekerasan ibu tirinya.

Peristiwa yang terjadi pada Senin (3/3/2026) tersebut memicu perhatian luas dan keprihatinan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Sukabumi menegaskan tidak akan memberi toleransi terhadap segala bentuk kekerasan terhadap anak.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam. Ini peristiwa yang sangat memilukan. Tidak ada toleransi terhadap kekerasan anak di daerah ini,” ujar Asep Japar.

Desak Pengusutan Transparan dan Profesional

Bupati meminta aparat penegak hukum bekerja secara profesional, objektif, dan transparan dalam mengusut kasus tersebut. Ia menekankan bahwa proses hukum harus berjalan tanpa intervensi dan tekanan pihak mana pun.

“Kita percayakan sepenuhnya kepada kepolisian untuk mengusut kasus ini secara tuntas dan transparan. Negara tidak boleh kalah oleh pelaku kekerasan. Keadilan harus ditegakkan,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang tidak bisa ditawar, baik oleh pemerintah maupun masyarakat.

DP3A Turun Tangan

Sebagai langkah konkret, Bupati telah menginstruksikan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi untuk segera turun ke lapangan.

DP3A diminta memberikan pendampingan yang diperlukan serta memperkuat sistem pengawasan dan pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

Selain itu, seluruh jajaran aparat wilayah mulai dari camat hingga ketua RT/RW diminta lebih proaktif dalam memantau kondisi sosial masyarakat di lingkungannya.

“Jangan sampai ada tanda-tanda kekerasan yang luput dari perhatian. Aparat wilayah harus aktif memantau dan cepat merespons laporan warga,” kata Bupati.

Imbauan kepada Masyarakat

Bupati juga mengajak masyarakat untuk tidak takut melaporkan jika menemukan indikasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) maupun kekerasan terhadap anak.

“Kalau ada indikasi kekerasan, segera laporkan. Jangan takut dan jangan diam. Kita harus memastikan Sukabumi menjadi tempat yang aman bagi anak-anak,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya untuk memperkuat sistem perlindungan anak demi menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan layak bagi tumbuh kembang generasi muda.