Menu MBG B3 Disorot, Dapur SPPG Waskita Dinilai Belum Penuhi Standar Gizi Balita dan Ibu Hamil
Balita Cuma Dapat Apel dan Susu, Program MBG B3 di Bogor Tuai Sorotan
Bogor – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk kelompok B3 di dapur SPPG Waskita Yayasan Sayagi Mitra Bangsa, Kota Bogor, menjadi sorotan setelah menu yang dibagikan kepada balita, ibu hamil, dan ibu menyusui dinilai belum memenuhi prinsip gizi seimbang.
Temuan tersebut diperoleh saat tim media melakukan peninjauan langsung di Posyandu Flamboyan XI RW 011, Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat, Jumat (22/5/2026).
Dalam penyaluran MBG kategori balita non-PAUD atau menu kecil, penerima manfaat dilaporkan hanya menerima satu buah apel dan satu kotak susu kecil. Sementara untuk kategori ibu hamil dan ibu menyusui atau menu besar, paket yang dibagikan terdiri dari satu buah apel, empat butir anggur, dan satu kotak susu kecil.
Kondisi itu memunculkan perhatian sejumlah pihak karena kelompok balita, ibu hamil, dan ibu menyusui merupakan sasaran prioritas program MBG yang membutuhkan asupan nutrisi lengkap dan seimbang.
Salah seorang kader Posyandu Flamboyan XI yang enggan disebutkan namanya mengatakan pola pembagian menu tersebut baru diterapkan dalam beberapa hari terakhir.
“Baru dua hari ini menu seperti ini dibagikan. Sebelumnya makanan masakan,” ujarnya.
Ia menyebut jumlah penerima manfaat di Posyandu Flamboyan XI mencapai 48 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Selain itu, salah seorang warga penerima manfaat juga mengaku heran karena distribusi MBG B3 dilakukan berturut-turut dalam sepekan terakhir, berbeda dengan pola sebelumnya.
“Biasanya cuma dua kali seminggu,” katanya.
Tim media kemudian mencoba meminta konfirmasi kepada pihak dapur SPPG Waskita melalui pesan WhatsApp terkait standar menu, alasan pemberian menu kering, hingga mekanisme pengawasan kualitas makanan yang diberikan kepada kelompok B3. Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola dapur belum memberikan tanggapan resmi.
Berdasarkan pedoman Badan Gizi Nasional (BGN), program MBG untuk kelompok B3 seharusnya mengacu pada prinsip Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang mencakup karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan serat secara seimbang.
Dalam berbagai sosialisasi, kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita juga disebut sebagai prioritas utama dalam intervensi gizi guna mencegah stunting, kekurangan energi kronis (KEK), anemia, serta gangguan tumbuh kembang anak.
Karena itu, menu yang hanya terdiri dari buah dan susu dinilai sebagian pihak belum mencerminkan komposisi gizi lengkap, terutama karena tidak terdapat sumber protein utama maupun makanan pokok dalam paket tersebut.
Temuan ini diharapkan menjadi perhatian Badan Gizi Nasional (BGN), pemerintah daerah, serta pihak terkait lainnya agar dilakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kualitas menu MBG di lapangan, khususnya bagi kelompok rentan B3.
Sebab, program MBG tidak hanya berorientasi pada pembagian makanan, tetapi juga memastikan kebutuhan gizi masyarakat terpenuhi secara layak, aman, dan sesuai standar kesehatan.
(Ade)
