Dugaan Puluhan Siswa TK dan SD Swasta Bintang Pertiwi Alami Keracunan Usai Mengonsumsi Makanan Program MBG
Medan – Puluhan siswa TK dan SD Swasta Bintang Pertiwi yang berada di kawasan Jalan Tani Asli, Kabupaten Deli Serdang, diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi hidangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (13/7/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, para siswa menyantap makanan program tersebut saat berada di sekolah. Namun, pada malam harinya, setelah kembali ke rumah masing-masing, sejumlah siswa mulai mengalami keluhan kesehatan yang diduga mengarah pada gejala keracunan makanan.
Data sementara yang diperoleh menyebutkan sekitar 35 siswa SD dan 10 siswa TK mengalami keluhan serupa. Meski demikian, jumlah tersebut masih bersifat sementara dan menunggu hasil pendataan resmi dari pihak sekolah.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, pada 18 Juli 2026 telah digelar pertemuan antara pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan para orang tua siswa. Pertemuan tersebut bertujuan mencari solusi secara musyawarah terkait penanganan para siswa yang mengalami keluhan.
Dalam pertemuan itu, pihak SPPG melalui perwakilannya yang disebut sebagai PIC, Eva, disebut menyatakan akan menanggung seluruh biaya pengobatan bagi siswa yang menjalani perawatan di rumah sakit maupun klinik.
Saat dikonfirmasi, Kepala TK dan SD Swasta Bintang Pertiwi, Ita, mengatakan pihak sekolah masih melakukan pendataan terhadap seluruh siswa yang diduga terdampak.
"Data masih kami lakukan pendataan sehingga jumlah pastinya belum dapat kami sampaikan," ujarnya.
Sementara itu, awak media juga telah berupaya meminta konfirmasi kepada PIC SPPG terkait kronologi kejadian, dugaan penyebab, serta langkah penanganan yang telah dilakukan. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi yang disampaikan.
Salah seorang wali murid berinisial AW (56) mengaku mengikuti pertemuan antara pihak sekolah dan SPPG. Ia berharap seluruh siswa yang mengalami keluhan memperoleh penanganan medis secara maksimal serta adanya keterbukaan informasi mengenai hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak rumah sakit maupun instansi terkait.
"Kami berharap penyebab kejadian ini dapat dijelaskan secara terbuka agar para orang tua mendapatkan kepastian," ujarnya.
Hingga saat ini, kasus tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan dari instansi kesehatan yang berwenang, termasuk kemungkinan hasil uji laboratorium apabila telah dilakukan. Media juga masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Dinas Kesehatan, pihak SPPG, maupun instansi terkait lainnya mengenai perkembangan penanganan kasus tersebut.
Sampai berita ini dipublikasikan, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang yang menyimpulkan bahwa keluhan para siswa dipastikan disebabkan oleh makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Oleh karena itu, seluruh informasi dalam pemberitaan ini masih bersifat dugaan dan menunggu hasil investigasi serta pemeriksaan resmi.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
(Hkz)
