Proyek Saluran Air Desa Pangkalan Disorot, Warga Pertanyakan Dugaan Pembagian Uang
Tangerang — Pembangunan saluran air, normalisasi kali, dan betonisasi di Desa Pangkalan, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Banten, mendapat sorotan dari sejumlah warga.
Sorotan tersebut berkaitan dengan dugaan adanya pembagian uang kepada sejumlah orang yang disebut warga sebagai wartawan yang berada di sekitar lokasi proyek. Warga mempertanyakan tujuan pemberian uang tersebut serta meminta pihak terkait memberikan penjelasan secara terbuka.
Informasi mengenai dugaan tersebut sebelumnya diberitakan Targetberita.co.id. Salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku melihat adanya aktivitas pembagian uang yang menurutnya dilakukan oleh seseorang berinisial R, yang disebut berkaitan dengan pihak pelaksana proyek.
“Banyak oknum wartawan yang diberi uang oleh pihak pemborong melalui seseorang berinisial R. Kami tentu mempertanyakan apa tujuan di balik pembagian uang tersebut,” ujar warga tersebut, sebagaimana dikutip dari pemberitaan Targetberita.co.id.
Menurut warga, dugaan pemberian uang tersebut perlu diklarifikasi karena dapat menimbulkan pertanyaan mengenai independensi pengawasan terhadap pelaksanaan proyek.
Namun demikian, belum ada bukti independen yang memastikan bahwa pemberian uang tersebut dimaksudkan untuk memengaruhi pemberitaan atau menutupi kekurangan pekerjaan proyek. Hal tersebut masih menjadi dugaan yang memerlukan klarifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut.
Selain persoalan dugaan pembagian uang, warga juga mempertanyakan pelaksanaan normalisasi kali, khususnya terkait material tanah hasil pengerukan.
Salah seorang warga berinisial M mengatakan dirinya melihat adanya pembagian uang kepada sejumlah orang yang disebut sebagai wartawan. Ia juga mempertanyakan mekanisme penanganan tanah hasil pengerukan dari kegiatan normalisasi.
“Saya juga bingung, banyak oknum wartawan dibagi-bagikan uang oleh R. Setahu saya, R yang bertanggung jawab terhadap wartawan yang datang ke lokasi proyek yang sedang dikerjakan,” kata M.
M menambahkan, masyarakat juga ingin mengetahui ke mana material tanah hasil pengerukan normalisasi kali dibawa atau ditempatkan.
“Untuk normalisasi kali, tanah yang digali dibuang ke mana juga tidak ada kejelasannya,” ujarnya.
Pertanyaan warga tersebut diharapkan dapat dijawab oleh pihak pelaksana melalui penjelasan mengenai metode pekerjaan, volume material yang dikeruk, lokasi penempatan atau pembuangan material, serta kesesuaian pelaksanaan dengan dokumen kontrak dan spesifikasi teknis.
Di sisi lain, dugaan kekurangan volume maupun ketidaksesuaian kualitas pekerjaan juga belum dapat dinyatakan terbukti. Untuk memastikan hal tersebut diperlukan pemeriksaan teknis terhadap volume, mutu material, spesifikasi pekerjaan, dan dokumen proyek oleh pihak yang berwenang.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun perwakilan pemborong berinisial R belum memberikan klarifikasi resmi mengenai dugaan pembagian uang maupun pertanyaan warga terkait pelaksanaan normalisasi dan betonisasi.
Media membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak pelaksana, pemborong, maupun pihak lain yang disebut dalam pemberitaan ini sesuai ketentuan yang berlaku.
(Hkz/Deni)
