HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Hari Belajar Guru dan Workshop Perangkat Pembelajaran Digelar di SDN 2 Cijurey, Perkuat Kompetensi Pendidik

Kab. Sukabumi – Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) bersama Kelompok Kerja Guru (KKG) menggelar Sosialisasi Hari Belajar Guru dan Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran di SD Negeri 2 Cijurey, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 30–31 Juli 2026, ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran yang berkualitas.

Kegiatan dipimpin Koordinator K3S, Samsudin, M.Pd., dengan menghadirkan narasumber Ahmad Yani, S.Pd., M.M.Pd. Workshop diikuti para guru sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas proses belajar mengajar sesuai dengan kebijakan pendidikan yang berlaku.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai implementasi Hari Belajar Guru, penyusunan perangkat pembelajaran yang efektif dan berpusat pada peserta didik, penyusunan rencana pembelajaran berbasis capaian pembelajaran, strategi pembelajaran aktif, kolaboratif, dan kontekstual, hingga penyusunan instrumen asesmen diagnostik, formatif, serta sumatif.

Selain itu, para guru juga dibekali teknik melakukan refleksi pembelajaran dan tindak lanjut hasil asesmen sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pembelajaran di kelas.

Koordinator K3S, Samsudin, M.Pd., berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan profesionalisme guru serta mutu pendidikan di sekolah.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap para guru semakin memahami penyusunan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik, sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih efektif dan berkualitas," ujarnya.

Selama workshop, peserta juga saling berbagi pengalaman dan praktik baik dalam menyusun perangkat pembelajaran. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antarpendidik dalam menghadapi berbagai tantangan pembelajaran.

Kegiatan berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari peserta. Para guru diharapkan segera mengimplementasikan hasil workshop di kelas masing-masing, sementara pihak sekolah didorong untuk melakukan pendampingan dan evaluasi secara berkala agar peningkatan mutu pembelajaran dapat berlangsung secara berkelanjutan.

(Yosep)