Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor: Pengajian MUI Perkuat Akhlak Generasi dan Bentengi Masyarakat dari Penyimpangan Sosial
Bogor – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor sekaligus Ketua DPD PKS Kabupaten Bogor, H. Wasto S. Hut, M.Pd., menegaskan pentingnya memperkuat pendidikan agama dan pembinaan akhlak sebagai fondasi utama dalam membangun generasi yang berkarakter. Menurutnya, pengajian rutin yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) memiliki peran strategis dalam membentengi masyarakat dari berbagai persoalan moral dan sosial yang berkembang di era modern.
Pernyataan tersebut disampaikan H. Wasto usai menghadiri Pengajian Rutin Bulanan MUI Kecamatan Dramaga di Masjid Darul Achyar, Desa Ciherang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Selasa (21/7/2026).
Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi konsistensi MUI Kecamatan Dramaga yang terus menghadirkan pengajian sebagai wadah memperkuat keimanan, mempererat ukhuwah Islamiyah, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai berbagai tantangan sosial yang dihadapi saat ini.
Menurut Wasto, pengajian bukan sekadar forum ibadah, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter, penguatan ketahanan keluarga, serta sarana membangun kesadaran masyarakat agar mampu menyikapi perkembangan zaman secara bijaksana.
"Pengajian memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk masyarakat yang religius dan berakhlak. Dari sinilah nilai-nilai moral, etika, dan kehidupan berkeluarga yang baik terus ditanamkan kepada masyarakat," ujarnya.
Ia menilai perkembangan teknologi informasi dan media sosial membawa dampak positif sekaligus tantangan besar bagi generasi muda. Arus informasi yang begitu cepat membuat berbagai budaya dan gaya hidup dari luar mudah diakses, sehingga diperlukan penguatan pendidikan agama sebagai bekal dalam menyaring setiap informasi yang diterima.
Dalam pandangan yang disampaikannya, H. Wasto menyebut bahwa praktik hubungan sesama jenis bertentangan dengan ajaran agama yang diyakininya serta tidak sejalan dengan konsep keluarga yang menjadi dasar terbentuknya generasi penerus bangsa.
"Menurut ajaran agama yang kami yakini, hubungan sesama jenis tidak sesuai dengan fitrah manusia. Karena itu, pendidikan agama dan pembinaan keluarga harus terus diperkuat agar generasi muda memiliki pemahaman yang benar sesuai nilai-nilai agama dan norma yang berlaku," katanya.
Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Bogor yang telah menerbitkan surat edaran mengenai pencegahan dan penanggulangan penyimpangan seksual. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga moral generasi muda.
Namun demikian, Wasto menegaskan bahwa upaya pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, pondok pesantren, majelis taklim, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, hingga pemerintah daerah.
"Ini merupakan tanggung jawab bersama. Orang tua harus menjadi teladan bagi anak-anaknya, guru memberikan pendidikan karakter, ulama memberikan pembinaan keagamaan, dan pemerintah menghadirkan kebijakan yang mendukung terciptanya lingkungan yang sehat bagi generasi muda," jelasnya.
Menurutnya, keluarga tetap menjadi benteng pertama dalam membentuk karakter anak. Karena itu, orang tua diharapkan lebih aktif mendampingi anak, memberikan kasih sayang, mengawasi penggunaan media sosial, serta menanamkan nilai-nilai agama sejak dini.
Ia juga mengingatkan agar penyelesaian persoalan sosial dilakukan melalui pendekatan edukatif, pembinaan, dan penguatan karakter, bukan dengan memberikan stigma kepada individu.
"Yang perlu kita bangun adalah benteng moral masyarakat melalui pendidikan agama, penguatan keluarga, dan pembinaan yang berkelanjutan. Dengan begitu, generasi muda memiliki pegangan yang kuat dalam menjalani kehidupannya," tuturnya.
Di akhir keterangannya, H. Wasto mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bogor untuk terus memakmurkan masjid, mengikuti kegiatan keagamaan, mempererat hubungan kekeluargaan, serta bersama-sama menjaga nilai-nilai agama, budaya, dan persatuan.
"Kita semua memiliki tanggung jawab mencetak generasi yang cerdas, berakhlak mulia, beriman, menghormati sesama, mencintai keluarga, serta mampu menjaga nilai-nilai luhur bangsa. Dengan kebersamaan seluruh elemen masyarakat, saya optimistis cita-cita itu dapat diwujudkan," pungkasnya.
(Ade)
