2.600 Siswa Baru Ikuti MPLS BOASH di Bogor, Tanam Pohon dan Dapat Edukasi Anti-Bullying
BOGOR – Yayasan Borcess Ashokal Hajar (BOASH) menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan konsep humanis, edukatif, dan ramah lingkungan. Sebanyak 2.600 peserta didik baru jenjang SMP, SMA, dan SMK mengikuti kegiatan yang berlangsung di aula Yayasan BOASH, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, Rabu (15/7/2026).
Mengusung semangat pembentukan karakter, MPLS tahun ini tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah kepada siswa baru, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, wawasan kebangsaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta membangun budaya belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.
Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian adalah gerakan penanaman pohon. Setiap siswa baru diwajibkan membawa bibit tanaman dari rumah untuk ditanam di lingkungan sekolah sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan sekaligus membangun kesadaran menjaga alam sejak dini.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Yayasan BOASH, perwakilan Direktorat Jenderal Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Dr. Rusliandy, S.STP., M.Si., M.E., para alumni lintas angkatan, motivator nasional Happy Chandra, serta Kapolsek Kemang.
Dalam kesempatan itu, Kapolsek Kemang memberikan penyuluhan mengenai bahaya kenakalan remaja, pencegahan perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, hingga pentingnya tertib berlalu lintas sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik.
Dinas Pendidikan Apresiasi MPLS Humanis di BOASH
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Dr. Rusliandy, mengapresiasi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dan MPLS di Yayasan BOASH yang dinilai berlangsung tertib, inklusif, serta mengedepankan nilai-nilai pendidikan.
Menurutnya, pelaksanaan MPLS di BOASH telah sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan yang menekankan terciptanya lingkungan belajar yang aman, ramah anak, dan bebas dari praktik kekerasan maupun perploncoan.
"Alhamdulillah, pelaksanaan SPMB dan MPLS di Yayasan BOASH berjalan dengan tertib, humanis, dan inklusif. Tidak ada praktik perploncoan maupun bentuk kekerasan lainnya. Kami melihat BOASH menghadirkan banyak kegiatan positif yang berfokus pada pendidikan karakter peserta didik," ujar Rusliandy.
Ia berharap Yayasan BOASH terus meningkatkan kualitas pendidikan, baik dalam aspek akademik maupun pembinaan karakter, sehingga mampu melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, berdaya saing, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
Penanaman Pohon Jadi Simbol Kepedulian Lingkungan
Ketua Panitia MPLS Yayasan BOASH, Roby Cahyadi, menjelaskan bahwa konsep MPLS tahun ini dirancang agar siswa baru tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan hidup melalui aksi nyata.
Menurutnya, setiap bibit yang ditanam menjadi simbol perjalanan para siswa selama menempuh pendidikan di BOASH sekaligus bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian alam.
"Kami ingin mengajak peserta didik mencintai lingkungan melalui tindakan nyata. Bibit yang mereka bawa dan tanam sendiri diharapkan dapat tumbuh seiring perjalanan mereka menuntut ilmu di BOASH," kata Roby.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu membangun karakter peserta didik yang disiplin, peduli, bertanggung jawab, serta memiliki kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup.
BOASH Komitmen Ciptakan Lingkungan Belajar Aman dan Berkualitas
Melalui pelaksanaan MPLS yang humanis, kreatif, dan bebas dari praktik perundungan maupun perploncoan, Yayasan BOASH menegaskan komitmennya untuk menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.
Program tersebut diharapkan menjadi fondasi awal bagi siswa baru dalam membangun karakter, meningkatkan prestasi, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
(Ade)
