Musda XII MUI Kabupaten Sukabumi Perkuat Sinergi Ulama dan Umara Demi Pelayanan Umat
Sukabumi – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) XII pada Selasa (21/7/2026). Mengusung tema "Istiqomah dalam Dakwah dan Khodimul Ummah", forum lima tahunan ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi program kerja, menyusun arah kebijakan organisasi, sekaligus memilih kepengurusan MUI Kabupaten Sukabumi untuk masa bakti berikutnya.
Musda dihadiri jajaran MUI Provinsi Jawa Barat, Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, unsur Forkopimda, Kapolres Sukabumi, Dandim, perwakilan Kementerian Agama, para camat se-Kabupaten Sukabumi, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam seperti NU dan Persis, para pimpinan pondok pesantren, tokoh agama, serta tamu undangan lainnya.
Ketua Umum MUI Kabupaten Sukabumi, KH E. Fatahillah Nadri, menegaskan bahwa Musda bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi forum strategis untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah serta meningkatkan peran MUI dalam menjawab tantangan zaman.
Menurutnya, MUI harus tetap istiqomah dalam menjalankan dakwah sekaligus menjadi khodimul ummah atau pelayan umat melalui penguatan sinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.
"Musda ini menjadi momentum untuk mengevaluasi program kerja, menyusun langkah strategis organisasi, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah agar MUI semakin mampu memberikan pelayanan terbaik bagi umat," ujar KH E. Fatahillah Nadri.
Ia berharap Musda XII mampu melahirkan kepengurusan yang amanah serta program kerja yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu, MUI diharapkan terus menjadi pengayom umat, menjaga nilai-nilai Islam yang moderat, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang religius, maju, dan berakhlak mulia.
Sementara itu, Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus diimbangi dengan pembangunan karakter, akhlak, dan spiritual masyarakat.
Menurutnya, peran ulama sangat penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan daerah melalui pembinaan moral serta doa bagi para pemimpin agar mampu menjalankan amanah dengan baik.
"Pembangunan bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi juga bagaimana membangun karakter, akhlak, dan kehidupan spiritual masyarakat. Karena itu, kami sangat mengharapkan dukungan serta doa dari para alim ulama agar seluruh program pemerintah dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Andreas.
Ia berharap Musda XII MUI Kabupaten Sukabumi semakin memperkuat kolaborasi antara ulama, umara, dan masyarakat dalam mewujudkan visi Sukabumi Mubarakah, yaitu daerah yang religius, harmonis, maju, dan penuh keberkahan.
Melalui Musda XII ini, MUI Kabupaten Sukabumi diharapkan semakin kokoh menjalankan fungsi dakwah, pembinaan umat, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga persatuan, memperkuat nilai-nilai keagamaan, dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
(Evi)
