Simulasi Aksi Massa di Lanal Dumai Berlangsung Dramatis, Prajurit TNI AL Tunjukkan Kesiapsiagaan dan Profesionalisme
Dumai – Suasana di Markas Komando Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Dumai sempat tampak menegangkan saat ratusan massa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Nelayan Dumai menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang utama Mako Lanal Dumai, Kamis (23/7/2026). Massa menuntut pembebasan sebuah kapal beserta sejumlah Anak Buah Kapal (ABK) yang dikabarkan diamankan oleh Lanal Dumai.
Aksi yang awalnya berlangsung tertib kemudian berkembang menjadi lebih dinamis ketika proses negosiasi tidak menghasilkan kesepakatan. Sejumlah peserta aksi mulai mendorong pagar pengamanan, menyampaikan tuntutan dengan nada tinggi, serta berupaya memancing respons petugas yang berjaga.
Mengantisipasi eskalasi situasi, Lanal Dumai langsung mengerahkan satu kompi Pasukan Pengendali Massa (Dalmas). Dengan formasi yang terorganisir, disiplin, dan mengikuti prosedur operasional, personel Dalmas membentuk barikade pengamanan untuk mengendalikan situasi sekaligus menjaga keamanan di lingkungan markas.
Pendekatan yang mengedepankan profesionalisme dan langkah persuasif membuat kondisi dapat dikendalikan tanpa menimbulkan korban maupun kerusakan fasilitas. Personel Dalmas berhasil meredam situasi serta membubarkan massa sesuai prosedur yang berlaku.
Namun, seluruh rangkaian peristiwa tersebut bukan merupakan kejadian nyata, melainkan bagian dari simulasi dalam Uji Lanal Teladan yang diselenggarakan oleh Tim Penguji Dinas Operasi dan Latihan TNI Angkatan Laut (Disopslatal) Mabesal.
Latihan tersebut dirancang menyerupai kondisi sebenarnya guna mengukur kesiapan prajurit dalam menghadapi potensi gangguan keamanan, sekaligus menguji kemampuan personel mengambil keputusan secara cepat, tepat, dan terukur di lapangan.
Dalam pelaksanaan uji tersebut, tim penilai mengevaluasi berbagai aspek penting, mulai dari kecepatan respons, efektivitas komando dan pengendalian, koordinasi antarunsur, komunikasi, hingga penerapan prosedur pengendalian massa sesuai standar operasional.
Komandan Lanal Dumai, Kolonel Laut (P) Agung N. Kusumaji, menjelaskan bahwa Uji Lanal Teladan merupakan bagian dari pembinaan kemampuan prajurit yang dilakukan secara berkelanjutan guna memastikan setiap personel siap menghadapi berbagai dinamika tugas.
"Pelaksanaan Uji Lanal Teladan bukan sekadar evaluasi, tetapi menjadi sarana untuk mengukur sekaligus meningkatkan profesionalisme, kesiapsiagaan, dan kemampuan prajurit dalam menghadapi berbagai potensi ancaman. Melalui latihan yang realistis, setiap personel diharapkan mampu bertindak cepat, tepat, terukur, serta tetap mengedepankan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas," tegas Danlanal Dumai.
Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Lanal Dumai dalam membangun satuan yang tangguh, adaptif, dan profesional. Selain meningkatkan kemampuan personel, latihan tersebut juga bertujuan memperkuat kesiapan operasional TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan negara, menegakkan hukum di wilayah perairan, serta mendukung terciptanya stabilitas keamanan maritim di wilayah kerja Lanal Dumai.
(Red)
