Korban Terakhir Kapal Pompong Tenggelam di Meranti Ditemukan, Tim SAR Gabungan Evakuasi 2 Jenazah
Petugas menemukan kedua korban pada Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 07.30 WIB setelah melakukan pencarian selama empat hari.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Kapal pompong yang membawa empat pekerja penebang sagu berangkat dari Desa Kampung Balak sekitar pukul 08.00 WIB menuju Sungai Mertas.
Saat melintas di perairan Desa Mengkikip, kondisi cuaca memburuk. Angin kencang dan gelombang tinggi membuat kapal kehilangan keseimbangan hingga akhirnya kemasukan air dan tenggelam.
Dua dari empat pekerja berhasil menyelamatkan diri dengan menggunakan jeriken minyak sebagai alat bantu mengapung. Keduanya kemudian berhasil mencapai lokasi yang aman.
Sementara dua pekerja lainnya sempat dinyatakan hilang.
Posal Selatpanjang Gabung Operasi SAR
Danposal Selatpanjang Lettu Laut (P) Hadi Ismanto langsung mengerahkan personel Posal Selatpanjang untuk membantu pencarian korban.
Personel TNI AL kemudian berkoordinasi dengan Tim SAR Kepulauan Meranti dan Satpolair Polres Kepulauan Meranti untuk memperluas pencarian di sekitar lokasi kejadian.
Setelah melakukan pencarian secara intensif, tim gabungan akhirnya menemukan kedua korban pada Kamis pagi. Petugas menemukan keduanya dalam kondisi meninggal dunia.
Tim SAR kemudian mengevakuasi jenazah untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Dumai Kolonel Laut (P) Agung N. Kusumaji menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas musibah tersebut.
Ia juga mengapresiasi kerja sama Pos TNI AL Selatpanjang, Tim SAR gabungan, Satpolair Polres Kepulauan Meranti, serta masyarakat yang terlibat dalam operasi pencarian.
"Apresiasi yang setinggi-tingginya atas sinergi yang terjalin antara Pos TNI AL Selatpanjang, Tim SAR Gabungan, Satpolair Polres Kepulauan Meranti, serta masyarakat yang telah bahu-membahu dalam proses pencarian hingga seluruh korban berhasil ditemukan," ujar Agung.
Menurutnya, TNI AL akan terus mendukung operasi kemanusiaan, termasuk pencarian dan pertolongan terhadap masyarakat yang mengalami musibah di wilayah perairan.
Dengan ditemukannya dua korban terakhir, operasi pencarian terhadap pekerja kapal pompong yang tenggelam di Perairan Mengkikip tersebut berhasil dituntaskan.
(Red)
