Penghijauan Bomang Disorot, Perawatan Pohon Dipertanyakan
Bogor – Program penghijauan di jalur Bojonggede–Kemang (Bomang), Kabupaten Bogor, kembali menjadi perhatian. Tidak hanya soal penanaman, keberlanjutan pemeliharaan pohon juga dinilai penting agar program tersebut memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Sejumlah petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Bojonggede terlihat melakukan perawatan pepohonan di kawasan Bomang, Kamis (6/8/2026). Salah seorang petugas, Agus, tampak turun langsung merawat tanaman yang telah ditanam di kawasan tersebut.
Kegiatan itu menunjukkan adanya upaya pemeliharaan terhadap tanaman di jalur Bomang. Namun, kondisi tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai sistem perawatan setelah proses penanaman dilakukan.
Publik perlu mengetahui pihak yang bertanggung jawab, jumlah pohon yang telah ditanam, kondisi tanaman saat ini, serta jadwal pemeliharaan yang dilakukan.
Selain itu, transparansi mengenai pembiayaan juga penting. Jika tersedia anggaran untuk pemeliharaan, sumber serta penggunaannya perlu dikelola sesuai ketentuan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Keberhasilan program penghijauan tidak cukup diukur dari jumlah pohon yang ditanam. Kondisi tanaman setelah beberapa bulan hingga beberapa tahun menjadi indikator penting untuk melihat keberlanjutan program.
Pohon yang mati, rusak atau tidak terawat perlu mendapat evaluasi. Pemerintah juga perlu memiliki data mengenai lokasi penanaman, jumlah tanaman, kondisi terkini serta mekanisme penggantian apabila tanaman mati.
Arahan Camat Bojonggede Tenny Ramdhani, S.STP., M.A. dan Camat Tajurhalang Ivan Pramudia, S.Sos., M.M. agar pepohonan di kawasan Bomang terus dipelihara menjadi langkah positif.
Namun, arahan tersebut perlu didukung sistem kerja yang jelas. Pembagian tugas, jadwal pemeliharaan, pengawasan dan kebutuhan anggaran perlu disusun secara terukur agar perawatan tidak berhenti pada kegiatan sesaat.
Apabila terdapat pohon yang mati atau rusak, perlu diketahui mekanisme penanganannya. Begitu pula jika tingkat keberhasilan penanaman rendah, evaluasi perlu dilakukan untuk mengetahui penyebab dan menentukan langkah perbaikan.
Jalur Bomang terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas kendaraan dan pembangunan. Keberadaan pepohonan menjadi penting untuk menciptakan kawasan yang lebih teduh sekaligus mendukung kualitas lingkungan.
Namun, ruang hijau tidak terbentuk hanya melalui kegiatan penanaman. Tanaman membutuhkan perawatan secara berkala agar dapat tumbuh dan bertahan dalam jangka panjang.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bogor perlu memastikan penghijauan Bomang memiliki sistem pemeliharaan yang jelas, termasuk penanggung jawab, jadwal perawatan dan mekanisme evaluasi.
Masyarakat juga perlu memperoleh informasi mengenai jumlah pohon yang telah ditanam, kondisi tanaman, pihak pengelola serta pola pemeliharaan yang diterapkan.
Pada akhirnya, keberhasilan penghijauan Bomang bukan hanya dilihat dari banyaknya pohon yang ditanam. Ukuran utamanya adalah berapa banyak tanaman yang mampu bertahan, tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
(Ade)
