HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Resikbumi Dorong Warga Kelola Sampah dari Rumah


SukabumiKomunitas pencinta lingkungan Resikbumi terus mendorong masyarakat Kota Sukabumi untuk mengubah pola pengelolaan sampah dengan memulainya dari rumah. Edukasi pemilahan dan pengolahan sampah dinilai penting untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikundul.

Ketua Resikbumi menjelaskan, komunitas tersebut hadir untuk memperkuat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Ia memilih terjun langsung ke lapangan agar dapat melihat sekaligus memahami persoalan sampah yang dihadapi warga.

Menurutnya, persoalan sampah masih menjadi tantangan di Kota Sukabumi. Pengangkutan sampah dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS) menuju TPA, kata dia, belum menyelesaikan persoalan secara menyeluruh apabila masyarakat belum melakukan pengurangan dan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

“Kalau sampah terus dibawa dari TPS ke TPA, itu bukan menjadi solusi. Masalahnya hanya berpindah dari satu tempat ke tempat lain dan akhirnya menumpuk di TPA,” ujarnya.

Resikbumi mendorong masyarakat dan sekolah memahami jenis-jenis sampah agar pengelolaannya dapat dilakukan sesuai karakteristiknya. Dalam kegiatan edukasi, warga diperkenalkan dengan empat kategori sampah, yakni organik, anorganik, residu, serta B3 atau bahan berbahaya dan beracun.

Sampah organik seperti sisa makanan, nasi, sayuran, buah-buahan, dan daun dapat diolah menjadi kompos. Salah satu metode sederhana yang diperkenalkan adalah penggunaan lubang biopori.

Bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan lahan, pengolahan sampah organik juga dapat dilakukan menggunakan wadah atau galon bekas.

Sementara itu, sampah anorganik seperti botol, kaca, kardus, dan plastik yang masih memiliki nilai guna dapat dipilah untuk dijual, disalurkan kepada pemulung, maupun dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan.

Adapun sampah residu seperti styrofoam, pembalut, dan tisu bekas perlu dipisahkan. Begitu pula sampah B3, seperti baterai dan aki bekas, yang membutuhkan penanganan khusus.

Dalam kegiatan tersebut, kreativitas masyarakat juga turut ditampilkan. Sejumlah ibu-ibu RW 09 berhasil memanfaatkan sampah anorganik menjadi karya seni dan berbagai hiasan bernilai guna.

Resikbumi menilai pengurangan sampah dari sumber merupakan bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan lingkungan. Dengan semakin banyak sampah yang dapat dipilah dan diolah dari rumah, volume sampah yang dibawa ke TPS hingga TPA diharapkan dapat ditekan.

Upaya tersebut juga membutuhkan keterlibatan masyarakat secara konsisten. Pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup memiliki peran dalam pengelolaan sampah di bagian hilir, sedangkan masyarakat dapat mengambil peran sejak sampah dihasilkan dari rumah masing-masing.

Karena itu, Resikbumi mengajak warga menjadikan pemilahan sampah sebagai kebiasaan sehari-hari.

Di sisi lain, Ketua RW 09, Suherlan, turut mengajak masyarakat menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, khususnya di wilayah Kampung Cicadas.

Ia berharap masyarakat Kampung Cicadas tetap menjaga keamanan, ketertiban, kebersamaan, serta kekompakan dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.

Semangat tersebut juga terlihat dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Masyarakat bersama Karang Taruna dan para pemuda menggelar berbagai kegiatan, mulai dari jalan santai, pertunjukan barongsai hingga perlombaan dan kegiatan kreatif lainnya.

Warga Kampung Cicadas Hilir yang berada di lingkungan RW 09, meliputi RT 01 hingga RT 04, tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Masing-masing kelompok turut menampilkan berbagai kreasi dan pertunjukan.

Kegiatan berlangsung meriah, lancar, serta menjadi momentum mempererat kekompakan masyarakat.

Semangat kebersamaan tersebut diharapkan dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Dengan menjaga kebersihan, memilah sampah dari rumah, serta aktif dalam kegiatan sosial, masyarakat dapat mengambil peran nyata dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.

Dengan langkah sederhana dari rumah, pengelolaan sampah dapat menjadi gerakan bersama untuk menjaga Kota Sukabumi tetap bersih dan ramah lingkungan.

(Evi)