Festival Sisi Cai Sapoe, Camat Ciomas Ingatkan Budaya
Bogor — Ribuan warga memadati Kampung Ciherang Kidul RW 02, Desa Laladon, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Sabtu (12/9/2026), dalam Festival Sisi Cai Sapoe.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk melestarikan budaya Sunda sekaligus mengenalkan kembali kearifan lokal kepada generasi muda.
Camat Ciomas Drs. Tirta Juwarta mengapresiasi antusiasme warga dalam menyukseskan festival tersebut. Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa tradisi dan kesenian daerah masih memiliki tempat di tengah perkembangan zaman.
Ia mengatakan, kegiatan budaya tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga dapat menjadi sarana edukasi bagi anak-anak dan generasi muda untuk mengenal akar budaya serta sejarah daerah.
“Festival seperti ini sangat positif. Bukan hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan bagi generasi muda untuk mengenal budaya dan kearifan lokal yang diwariskan para leluhur. Jangan sampai anak-anak kita lebih mengenal budaya dari luar, sementara budaya daerah sendiri justru semakin jauh dari kehidupan mereka,” ujar Tirta.
Generasi Muda Perlu Dilibatkan
Tirta menilai pelestarian budaya tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat, tokoh budaya, pelaku seni, komunitas, dan generasi muda perlu mengambil peran agar tradisi tetap hidup dan berkembang.
Ia berharap Festival Sisi Cai Sapoe dapat memberikan ruang lebih besar bagi anak-anak dan kaum muda untuk tampil, belajar, serta terlibat langsung dalam berbagai kegiatan kebudayaan.
“Yang paling penting adalah bagaimana kegiatan ini memberikan ruang kepada anak-anak muda untuk tampil, belajar, dan mengambil bagian. Dengan begitu, mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi bagian dari keberlangsungan budaya kita,” katanya.
Menurut Tirta, kegiatan masyarakat seperti festival budaya juga memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong. Nilai tersebut dinilai penting sebagai modal sosial dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
“Di dalam kegiatan seperti ini kita melihat semangat kebersamaan, gotong royong, dan rasa memiliki. Nilai-nilai tersebut harus terus kita pertahankan. Pemerintah tentu akan mendukung kegiatan masyarakat yang positif dan memberikan manfaat bagi lingkungan sosial,” ujarnya.
Tirta berharap Festival Sisi Cai Sapoe dapat terus dikembangkan dan menjadi agenda berkelanjutan yang melibatkan lebih banyak generasi muda.
“Pelestarian budaya harus terus kita lakukan dan tidak boleh terputus. Mari kita jaga bersama apa yang telah diwariskan para leluhur, kemudian kita kembangkan dengan cara yang baik agar tetap relevan dan dapat dinikmati oleh generasi berikutnya,” pungkasnya.
(Ade)
