Kapolsek Medan Timur Edukasi Siswa SMK Hindari Kenakalan
Medan — Kapolsek Medan Timur Kompol Agus M. Butar-butar, S.H., turun langsung ke SMK Swasta Imelda Medan untuk memberikan edukasi kepada para siswa mengenai disiplin, kenakalan remaja, bahaya narkoba, tawuran, keselamatan berlalu lintas, hingga penggunaan media sosial.
Agus menyampaikan pesan tersebut saat menjadi pembina upacara bendera di SMK Swasta Imelda Medan, Senin (14/9/2026). Upacara yang dimulai sekitar pukul 07.30 WIB itu diikuti seribuan siswa, dewan guru, dan jajaran sekolah.
Kepala SMK Swasta Imelda Medan Dr. Hendra Sahputra Batubara, S.Pd., M.Pd.T., turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Nursyahrul Ritonga, M.Pd., serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Huzaimah Ulfa.
Dalam amanatnya, Kompol Agus mengatakan upacara bendera bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi juga menjadi salah satu bentuk penghormatan dan kecintaan terhadap negara.
“Makna upacara adalah bentuk kita mencintai negara. Cara mencintainya? Belajar yang baik dan rajin,” ujar Agus.
Ia mengajak para siswa mewujudkan kecintaan kepada bangsa melalui kedisiplinan, prestasi, tanggung jawab, dan kesungguhan mengikuti pendidikan.
Agus juga mengingatkan siswa mengenai berbagai bentuk kenakalan remaja. Ia menyebut perilaku tersebut dapat muncul dari lingkungan internal maupun eksternal, seperti bolos sekolah, merokok, balap liar, tawuran, hingga penyalahgunaan narkoba.
Ia meminta siswa lebih bijak menggunakan media sosial karena platform digital dapat menjadi sarana positif, tetapi juga dapat digunakan untuk membangun interaksi yang berpotensi mendorong perilaku negatif.
“Kenakalan remaja sekarang meningkat karena medsos. Geng motor bisa saling berinteraksi. Hati-hati!” katanya.
Agus juga mengingatkan siswa mengenai konsekuensi hukum apabila terlibat tindak pidana, termasuk perkara yang berkaitan dengan kepemilikan atau penggunaan senjata tajam.
Ia meminta para pelajar tidak mengambil keputusan yang dapat mengganggu pendidikan dan masa depan mereka.
Selain narkoba dan tawuran, Kapolsek Medan Timur mengingatkan siswa agar tidak terlibat balap liar maupun pergaulan yang dapat membawa mereka pada persoalan hukum.
“Tingkatkan prestasi. Hindari lingkungan negatif. Jauhi narkoba karena akan merusak masa depan,” ujar Agus.
Ia juga mengingatkan pentingnya keselamatan berlalu lintas. Para siswa diminta menggunakan helm, mematuhi aturan lalu lintas, serta menghindari perilaku berbahaya seperti berboncengan lebih dari kapasitas yang diperbolehkan.
Menurut Agus, pelajar perlu memahami bahwa tindakan yang melanggar hukum dapat menimbulkan konsekuensi bagi pendidikan maupun kehidupan mereka di kemudian hari.
Penggunaan telepon seluler juga menjadi perhatian dalam penyampaian pesan tersebut. Agus meminta siswa memanfaatkan teknologi untuk mendukung kegiatan belajar dan aktivitas positif.
“Gunakan HP untuk belajar. Jangan judi online. Jangan begadang,” tegasnya.
Ia mengajak siswa menggunakan waktu secara produktif dan menghindari aktivitas yang dapat mengganggu kesehatan, pendidikan, maupun masa depan.
Di akhir amanat, Agus mengingatkan bahwa para pelajar merupakan bagian dari generasi penerus bangsa.
“Negara menginginkan generasi maju. Kalianlah pengganti kami ke depannya. Banggakan keluarga kalian!” katanya.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian membangun komunikasi langsung dengan lingkungan pendidikan. Edukasi kepada pelajar diharapkan dapat memperkuat pencegahan terhadap berbagai perilaku yang berpotensi mengganggu keamanan, ketertiban, dan masa depan generasi muda.
Upacara berlangsung tertib dan lancar. Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama jajaran kepolisian, pihak sekolah, dewan guru, dan para siswa.
(Hkz)
