HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Maulid Dramaga Jadi Momentum Lawan Miras dan Kejahatan

Kab. BogorPemerintah Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah sebagai momentum memperkuat komitmen pemberantasan minuman keras, narkoba, kejahatan, dan berbagai penyakit masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (9/9/2026) itu dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, serta sejumlah elemen masyarakat.

Selain tausiah, kegiatan tersebut dirangkai dengan deklarasi bersama bertajuk “Stop Miras, Stop Kejahatan, Stop Narkoba” dan pemusnahan minuman keras.

Sekretaris Kecamatan Dramaga, Hj. Ine Handayani, S.Pd., M.M., mengatakan peringatan Maulid tahun ini tidak hanya berisi kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang membangun komitmen bersama menjaga lingkungan.

“Hari ini kami melaksanakan kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tingkat Kecamatan Dramaga tahun 2026. Tausiah dalam kegiatan ini disampaikan oleh Ketua MUI Kecamatan Dramaga, KH. Endang Muhtadin,” ujar Ine.

Menurut dia, masyarakat perlu mengambil nilai keteladanan Rasulullah untuk diterapkan dalam kehidupan sosial, termasuk menjaga lingkungan dari berbagai persoalan yang dapat merugikan masyarakat.

Ine mengatakan minuman keras menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian karena berpotensi berkaitan dengan berbagai masalah sosial.

“Kami betul-betul ingin bersama-sama memberantas berbagai hal yang tidak baik di masyarakat. Salah satunya yang sering menjadi pintu masuk berbagai persoalan adalah minuman keras. Kami juga ingin mencegah kejahatan, kekerasan terhadap anak, dan berbagai persoalan sosial lainnya,” katanya.

Deklarasi tersebut ditandatangani unsur Kecamatan Dramaga, Polsek Dramaga, Koramil, KUA, MUI, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, serta organisasi kepemudaan.

Ine mengajak masyarakat ikut menjaga keamanan lingkungan dengan menyampaikan informasi kepada pemerintah maupun aparat apabila menemukan persoalan yang berpotensi mengganggu ketertiban.

“Kami peduli terhadap lingkungan. Apabila masyarakat mengetahui adanya persoalan atau kondisi yang tidak membawa kemaslahatan di lingkungannya, silakan memberikan informasi kepada kami. Seluruh unsur akan bersepakat untuk melakukan langkah-langkah penanganan sesuai kewenangan masing-masing,” ujarnya.

Camat Dramaga Atep S. Sumaryo, S.H., M.M., dalam sambutannya turut mengingatkan dampak minuman keras terhadap keluarga dan generasi muda.

Ia meminta orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak serta memahami berbagai bentuk minuman beralkohol sebagai langkah pencegahan sejak dini.

Menurut Atep, keluarga memiliki peran penting sebagai benteng pertama dalam melindungi generasi muda dari pengaruh negatif lingkungan.

Sementara itu, Kapolsek Dramaga menegaskan kepolisian akan menindak pelanggaran hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Penegakan hukum, kata dia, dilakukan secara profesional terhadap siapa pun yang terbukti melakukan tindak pidana.

Ketua MUI Kecamatan Dramaga KH. Endang Muhtadin, S.Pd.I., menyampaikan tausiah mengenai hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW dan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Ine mengatakan pesan tersebut diharapkan mendorong masyarakat terus menghidupkan syiar Islam dan menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Hikmah Maulid Nabi yang disampaikan penceramah adalah agar kita terus menghidupkan syiar Maulid dan meneladani Rasulullah SAW. Semoga seluruh masyarakat yang hadir mendapatkan keberkahan serta syafaat Rasulullah SAW,” tutur Ine.

Pernyataan sikap bersama kemudian dibacakan Enjang, Sekretaris KNPI Dramaga. Dalam deklarasi tersebut, elemen masyarakat menyatakan komitmen menolak berbagai bentuk kemaksiatan dan kemungkaran yang dinilai dapat merusak generasi muda.

Mereka juga menyatakan dukungan terhadap upaya Forkopimcam Dramaga dalam mencegah penyakit sosial serta mendorong kehidupan masyarakat yang religius, berakhlak, dan bermartabat.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah itu diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat sinergi pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, organisasi masyarakat, pemuda, dan warga dalam menjaga lingkungan.

(Ade)