Revitalisasi SDN Bojongmanik Disorot, K3 dan Transparansi Dipertanyakan
Lebak, Banten — Pelaksanaan revitalisasi bangunan SDN 1 dan SDN 2 Bojongmanik, Kabupaten Lebak, Banten, mendapat perhatian setelah awak media tidak melihat papan informasi pekerjaan di lokasi. Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi pekerja juga menjadi hal yang perlu diperhatikan.
Berdasarkan pantauan awak media pada Sabtu (5/9/2026), sejumlah pekerja terlihat mengerjakan konstruksi, termasuk pemasangan rangka baja ringan. Dalam pantauan tersebut, terdapat pekerja yang terlihat belum menggunakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap.
Kondisi itu perlu menjadi perhatian karena pekerjaan konstruksi, terutama aktivitas pada rangka bangunan dan area ketinggian, memiliki risiko kecelakaan kerja. Penggunaan APD semestinya disesuaikan dengan jenis pekerjaan dan tingkat risiko, antara lain helm keselamatan, sepatu keselamatan, sarung tangan, serta perlengkapan pengaman lainnya.
Selain aspek K3, awak media juga tidak melihat papan informasi pekerjaan yang terpasang secara jelas di area SDN 1 maupun SDN 2 Bojongmanik saat melakukan pemantauan.
Papan informasi proyek penting untuk memberikan akses informasi kepada masyarakat mengenai pekerjaan yang menggunakan anggaran pemerintah. Informasi tersebut umumnya mencakup sumber anggaran, nilai pekerjaan, pelaksana, konsultan atau pengawas, serta jangka waktu pelaksanaan.
Tidak terlihatnya papan informasi di lokasi kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai keterbukaan informasi dalam pelaksanaan proyek revitalisasi tersebut.
Saat pemantauan berlangsung, kepala sekolah, komite sekolah maupun tokoh masyarakat juga tidak terlihat berada di lokasi. Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta menunjukkan tidak adanya pengawasan karena mekanisme pengawasan proyek dapat dilakukan oleh pihak lain sesuai kewenangannya.
Awak media kemudian berupaya meminta keterangan kepada salah seorang komite SDN 1 Bojongmanik bernama Endang. Saat hendak dikonfirmasi, Endang hanya sempat menanyakan, "Dari mana?"
Setelah itu, Endang meninggalkan lokasi sehingga awak media belum memperoleh penjelasan mengenai pelaksanaan proyek revitalisasi tersebut.
Di lokasi, awak media juga melihat material berupa besi beton atau besi behel yang berada di area pekerjaan.
Terkait kualitas maupun kesesuaian material dengan spesifikasi teknis, hal tersebut belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan pengamatan visual. Pemeriksaan oleh pihak yang memiliki kewenangan dan kompetensi diperlukan untuk memastikan material yang digunakan sesuai dokumen pekerjaan dan standar teknis.
Pengawasan lapangan juga diperlukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai gambar dan spesifikasi teknis, penggunaan material memenuhi persyaratan, progres sesuai kontrak, serta penerapan K3 berjalan sebagaimana mestinya.
Atas temuan tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak dan instansi terkait diharapkan melakukan pengecekan terhadap pelaksanaan revitalisasi SDN 1 dan SDN 2 Bojongmanik.
Pengecekan dapat mencakup dokumen pekerjaan, sumber dan nilai anggaran, spesifikasi teknis, kualitas material, progres pekerjaan, sistem pengawasan, serta penerapan K3 di lokasi.
Pihak pelaksana juga perlu memastikan pekerja menggunakan APD sesuai dengan risiko pekerjaan. Hal tersebut penting karena proyek berlangsung di lingkungan sekolah yang nantinya digunakan kembali oleh siswa dan tenaga pendidik.
Transparansi, kualitas pekerjaan, dan keselamatan kerja menjadi bagian penting dalam pelaksanaan proyek pemerintah. Revitalisasi sekolah diharapkan tidak hanya menghasilkan bangunan yang lebih baik, tetapi juga terlaksana sesuai ketentuan dan memberikan rasa aman bagi seluruh pihak.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SDN 1 dan SDN 2 Bojongmanik serta pelaksana pekerjaan belum memberikan keterangan resmi kepada awak media mengenai papan informasi proyek, penerapan K3, material yang digunakan, maupun spesifikasi pekerjaan.
Awak media membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak sekolah, pelaksana, pengawas, maupun instansi terkait untuk memberikan penjelasan sesuai fakta dan kewenangannya.
(Hkz)
