Tampilkan postingan dengan label Bupati Bima. Tampilkan semua postingan

Bima - Jurnal Expose || Terinspirasi serial animasi asal Korea Selatan yang digandrungi anak-anak sampai orang dewasa di tanah air, "Bus Tayo", begitu pula ASN lingkungan Pemerintah Kabupaten Bima yang mengabdi pada Kantor Bupati Bima di Godo Kecamatan Woha.

Senin (4/1) Bupati Bima Hj. Indah Dhamayani Putri, SE menyempatkan diri duduk di kursi penumpang dengan sejumlah staf ASN lingkup Pemkab Bima yang biasa menggunakan bus ini saat bekerja beberapa OPD di kompleks kantor Bupati.

Kehadiran ketiga unit Bus ini diharapkan dapat memudahkan mobilisasi dan transportasi ASN yang tidak memiliki kendaraan pribadi. Di samping memberikan motivasi kepada para ASN untuk menggunakan angkutan ini demi kenyaman dan keamanan.

Komitmen untuk mendukung mobilisasi ASN yang bekerja di kantor baru tersebut ditunjukkan Bupati Bima dengan menyediakan dan mengoperasikan armada bus yang awalnya berjumlah 2 unit dan menjadi 3 unit bus pada tahun 2019.

Untuk kemudahan penjemputan, ASN yang berdomisi di Kota Bima, tiga titik start disiapkan. Titik start Timur di ex-pendopo lama (Kantor Dinas Pariwisata), di paruga Nae Convention dan Pendopo Bupati Bima.

Disamping menuju Kantor, sepanjang hari ini, bus tersebut juga digunakan oleh Bupati dan para pejabat teras untuk menghadiri penyaluran bantuan PKH di Paruga Nae Bolo dan peninjauan taman di desa Panda-Palibelo.(JE.001)

Bima - Jurnal Expose || Sebagai rasa empati, simpati terhadap Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang berasal dari desa Tolotangga Kecamatan Monta Kabupaten Bima, Rosnani (25) yang mendapat kekerasan fisik dan psikis selama dua tahun di Singapura oleh majikannya.

Senin (4/2) dibesuk langsung oleh Bupati Bima Hj.Indah Dhamayanti Putri, SE di RSUD Sondosia Bima tempat Rosnani diberikan perawatan.

Bupati menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam terhadap rosnani atas kejadian yang dialaminya ini, mengharapkan kepada Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja agar dapat mengusut tuntas kejadian ini.

Selaku kepala daerah, sangat menyayangkan dengan adanya kejadian ini, karena ini merupakan pukulan yang sangat berat yang dialami oleh para TKW yang berasal dari daerah kita dan ini harus kita usut tuntas sehingga tidak ada lagi kejadian seperti ini kedepanya.

Dari kejadian tersebut Rosnani mengalami sakit tulang rusuk kiri kanan, sesak napas, kepalanya berat sampai tidak bisa digerakkan, bahu juga tidak bisa digerakan sehingga perlu ditangani dengan serius.

Pada kesempatan ini pula saya sangat mengharapkan kepada dokter maupun perawat yang tugas di RSUD Sondosia ini terutama yang menangani Rosnani agar dapat memberikan pelayanan yang baik, semoga pasien cepat sembuh dari derita yang dialaminya.(JE.002)

Bima - Jurnal Expose || Sebanyak 9 rumah warga Kecamatan Donggo Rabu (23/1) mengalami kerusakan akibat terjangan angin puting beliung.

Camat Donggo Abubakar, SE melaporkan bahwa akibat di terjangan angin puting beliung banyak rumah penduduk yang mengalami kerusakan akibat terjangan angin puting beliung.

Dari kejadian tersebut beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materiel ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Lebih lanjut Camat Donggo menyampaikan, angin kencang datang sangat cepat hingga membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah. “Angin puting menghantam sangat cepat saat kejadian tersebut, sehingga Warga yang panik berlarian keluar rumah karena takut.

Bahkan rumah warga mengalami rusak parah terutama di bagian atap yang tampak terbongkar akibat diterjang angin. Selain atap berterbangan, dinding rumah warga juga ikut rusak.

Sementara itu, aliran listrik yang sempat padam saat angin puting beliung menerjang rumah warga kini sudah kembali normal.

Usai kejadian warga langsung melakukan pembersihan dan perbaikan rumah mereka. Warga mengaku buru-buru membenahi rumah mereka yang rusak karena tak ingin rumahnya kehujanan dan perabotannya rusak terkena air.

Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, Kamis (24/01), langsung menuju kelokasi dan menyerahkan sejumlah bantuan pada pemilik rumah yang terdampak angin puting beliung.

Pada kesempatan tersebut Bupati menyampaikan bahwa, kepada seluruh warga yang mengalami musibah terjangan angin puting beliung agar bersabar dan semoga selalu diberikan ketabahan. Jadikanlah ini suatu pelajaran untuk kita semua.

Bupati juga menghimbau kepada dinas terkait agar dapat mendata kerugian yang dialami warga akibat angin puting beliung, sehingga dari data tersebut pemerintah akan memberikan bantuan untuk membangun kembali rumah yang rusak.(JE.002).

Bima - Jurnal Expose || Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE saat pimpin apel gabungan lingkup pemerintah Kabupaten Bima, Senin (14/1) mengatakan bahwa kegiatan apel gabungan merupakan salah satu kewajiban kita selaku Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai bentuk dari pengabdian dalam melayani kepala daerah dan warga masyarakat. Oleh karena itu secara substansial kegiatan apel gabungan ini dihajatkan selain sebagai wahana silaturahmi birokrasi juga menjadi momentum trasformasi tekad, semangat dan pembinaan, hingga secara totalitas pada diri masing – masing aparatur tertanam ikatan koordinasi yang sinergi dan padu dalam setiap penyelenggaraan tugas pengabdian. Pada momentum apel gabungan ini, ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan untuk dijadikan inpirasi dalam pelaksanaan tugas, dalam kurun waktu setahun terakhir melalui masing–masing leading sektor berbagai fasilitas pelayanan kebutuhan masyarakat telah kita iktiarkan untuk dbangun secara maksimal, berabgai program pemberdayaan juga telah direalisasikan. Di tahun 2018 berlalu beriring akumulasi capaian dan prestasi, juga tentunya menyisakan aneka kewajiban yang mesti ditingkatkan, dituntaskan pada waktu kini dan selanjutnya. "Jadikan tahun 2019 sebagai waktu yang mengharuskan kita semua untuk menjawab tuntutan maksimalisasi dalam arti luas". Laksanakanlah TUPOKSI dengan bekerja keras, cerdas dan cermat yang dilandasi rasa kebersamaan dan keterpadduan sehigga setiap tantantangan yang menggemuka dapat kita retas dengan menyikapi langkah solusi agar tingkat kelemahan dan kekurangan pelaksanaan tugas dapat direduksi. Tunjukkan jati diri sebagai ASN yang memiliki kemapaman dari arti luas, mulai dari kualitas profesionalitas, kesadaran moral untuk senantiasa bersikap jujur, penuh prestasi, berdedikasi, loyalitas dalam melaksanakan tugas hingga kesanggupan untuk mencerminkan sikap dan prilaku yang dapat diteladani, mendidik serta mengayomi masyarakat. Disamping itu, dalam melaksanakan TUPOKSI perlu adanya perubahan dan inovasi dalam diri ASN, dimana setiap instansi di dorong untuk melaksanakan inovasi utama (main innovation) yang benar-benar menonjol dan bisa membawa dampak pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.  Pengembangan inovasi pelayanan publik ini perlu didukung oleh ASN yang kompetitif sehingga perlu dilakukan pengembangan kompetensi ASN sehingga kedepannya SDM birokrasi akan di isi oleh ASN yang handal dan berkualitas. Bupati berharap dengan adanya perubahan dan inovasi kedepanya dapat memberikan pelayanan publik, dan pembangunan sehingga pada akhirnya akan bertransformasi ke dalam ragam bentuk kebaruan dan kemanfaatan mengikuti tantangan dan kebutuhan lingkungan strategisnya.(JE.002).

Bima - Jurnal Expose || Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu kegiatan untuk merekatkan diri para Mahasiswa dengan warga masyarakat.

Demikian disampaikan Bupati Bima pada saat menerima sekaligus pelepasan secara resmi para Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Terpadu Angkatan XXX STKIP Bima tahun 2019.

Kegiatan pelepasan tersebut di halaman kantor Bupati Bima, Senin (14/1) yang dihadiri oleh para peserta  KKN – MT, para dosen dan pendamping yang akan melaksanakan KKN.

HM. Qur’ban, SH menyampaikan bahwa, kegiatan Kuliah Kerja Nyata ( KKN) Mandiri Terpadu yang dilaksanakan ini merupakan salah satu kegiatan untuk merekatkan diri mahasiswa dengan masyarakat,  sekaligus sebagai bentuk pengabdian dan pemberdayaan masyarakat sesuai dengan konteks Tri Dharma Perguruan Tinggi dan kegiatan KKN, merupakan suatu tugas pengabdian yang dibebankan kepada saudara sebagai perwujudan nyata, keterikatan emosional antara dunia kampus dengan masyarakat.

Kegiatan ini bukan hanya semata-mata untuk menyelesaikan kewajiban tuntutan kurikulum, yang dibebankan oleh Universitas kepada mahasiswa, sebelum menyelesaikan studi.

Melalui kegiatan KKN–MT ini, para mahasiswa dan mahasiswi diharapkan dapat melakukan proses transfer pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh semasa mengikuti perkuliahan pada Universitas STKIP Bima sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing, sehingga dapat memberikan manfaat kepada masyarakat dan berhasil guna. 

Dengan kegiatan KKN–MT ini pula , saudara- saudari mempunyai kesempatan untuk melakukan pembelajaran dan pemberdayaan kepada masyarakat melalui program yang telah disiapkan sesuai dengan dinamika, karakteristik dan perkembangan masyarakat setempat dan juga menggali potensi yang ada untuk dapat dikembangkan demi kesejahteraan masyarakat.

Selama pelaksanaan KKN–MT ini nantinya, para Mahasiswa akan berkecimpung dan berhadapan langsung dengan masyarakat, hendaknya dapat menggunakan metode komunikasi yang tepat dan santun, sesuai dengan adat-istiadat masyarakat setempat.

Kami atas nama Pemerintah Daerah mengharapkan semoga kegiatan KKN-MT Universitas STKIP Bima tidak tercemar dengan kegiatan-kegiatan lain diluar nuansa pengabdian, pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat.

Selanjutnya kami juga mengharapkan kepada saudara jagalah nama baik kampus selama pelaksanaan KKN – MT ini nantinya. HM. Qur’bab berharap selama pelaksanaan KKN-MT hendaknya tidak keluar dari koridor aturan dengan senantiasa memperhatikan rambu-rambu yang telah ditetapkan oleh pihak Universitas, dan melakukan koordinasi dengan Muspika Kecamatan selama melaksanakan KKN-MT.

Menurut Laporan Dosen Pendamping bapak M.Taher bahwasanya kegiatan KKN – MT ini diikuti oleh 196 Mahasiswa yang akan melaksanakan kegiatan KKN – MT, di  9 desa yang ada di  5 kecamatan.

Adapun desa yang akan dijadikan sebagai tempat lokasi KKN – MT yaitu desa desa Tumpu, desa Nggembe, Kecamatan Bolo, Desa Campa, desa Madawau Kecamatan Madapangga, desa Palama kecamatan Donggo, desa Belo, desa Dore Kecamatan Palibelo, desa tenga dan desa Rabakodo kecamatan Woha.

Para mahasiswa STKIP Bima yang akan melaksanakan KKN dimulai tanggal 14 Januari 2019 sampai dengan 14 Maret 2019.(JE.002).

Bima - Jurnal Expose || Bupati Bima beserta Kapolres Bima, Wakil Bupati Bima, Sekda, Kabag, Para Kepala OPD melakukan pemantauan dimulai Pilkades serentak di 53 desa se Kabupaten Bima yang diawali di desa Kalampa kecamatan Woha, Kamis (20/12).

Kata Bupati, pemilihan kepala desa serentak yang dilakukan ini merupakan pesta desmokrasi bagi masyarakat Kabupaten Bima guna memilih Kepala Desa sebagai ujung tombak pemerintah paling bawah dalam mendukung pogram kepala daerah kedepannya.

Oleh karena itu, selama pesta demokrasi berlangsung, kepada masyarakat agar dapat mensukseskan Pilkades ini agar dapat berjalan dengan aman, lancar dan terhindar dari unsur gejolah yang dapat merusak demokrasi ini.

Selain itu, Kepada kepada unsur muspika, aparat kepolisian agar dapat mendukung pelaksanaan Pilkades dengan menjaga rasa keamanan dan kenyamanan selama pelaksanaan pesta demokrasi pemilihan kepala desa.

Dengan pemilihan kepala desa ini nantinya, merupakan salah satu hal dalam rangka mendukung suksesi pelaksanaan anggota DPRD dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden sehingga dari kegiatan yang dilakukan ini kedepanya kita akan mendapatkan pemimpin yang dapat menjalankan roda pemerintahan, baik itu di tingkat Desa sampai dengan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dalam memimpin bangsa dan Negara kita.

Bupati berharap semoga dengan adanya Pilkades ini masyarakat akan sadar betapa pentingnya seorang pemimpin dalam menjalankan roda pemerintahan demi kebutuhan warga masyarakat.

Usai melakukan peninjauan di desa Kalampa Kecamatan Woha, Bupati Bima menuju desa Cenggu, desa Renda, desa Runggu Kecamatan Belo, desa Roi, desa Ragi, desa Bre Kecamatan Palibelo, desa Timu Kecamatan Bolo dan Sore harinya menuju desa Wawo dan dan Sape. (JE.002).

Bima - Jurnal Expose || Ikhtiar luhur Pemerintah Kabupaten Bima dalam memberdayakan kaum perempuan pada seluruh dimensi kehidupan dengan fasilitasi melalui berbagai program serta regulasi yang responsif terhadap gender serta secara proporsional menempatkan pejabat perempuan guna memanage dimensi formal pemerintahan (memangku jabatan) nampaknya telah menjadi perhatian yang menuai penghargaan dari Pemerintah Pusat.

Untuk pertama kalinya Kabupaten Bima berhasil meraih penghargaan dalam aspek Pembangunan berwawasan gender yaitu Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2018 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI.

Penyerahan Penghargaan tersebut dilakukan di Istana Wakil Presiden RI oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak diterima secara langsung oleh Bupati Bima Hj.  Indah Dhamayanti (19/12).

Selain Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu, Kabupaten Lombok Barat dan Kota Mataram juga menerima penghargaan yang sama beserta 155 Kabupaten /Kota se-Indonesia.

Terkait penghargaan dimaksud,  Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh OPD terutama DP3AP2KB, BAPEDA, Inspektorat dan BPPKAD selaku Driver PUG.

Umi Dinda berpesan kiranya penghargaan yang diraih tidak menjadikan kita semua berpuas diri karena sejatinya prestasi pengabdian bukan diorientasikan pada penghargaan melainkan pemajuan tahap demi tahap yang terus berkelanjutan.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan DP3AP2KB  Kabupaten Bima Laily Ramdhani S.STP yang turut mendampingi Bupati Bima, mengatakan, Kabupaten Bima menyampaikan bahwa Penghargaan APE diraih setelah melalui sejumlah tahapan penilaian atas 7 prasyarat APE yang harus di penuhi termasuk presentasi dan wawancara dihadapan Tim Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI di Mataram beberapa waktu lalu.

Ditambahkan Laily, Anugerah Parahita Ekapraya adalah penghargaan yg di berikan kepada  kabupaten dan kota yang memiliki komitmen tinggi dan peran serta dalam mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender melalui strategi Pengarus Utamaan Gender (PUG).
     
"Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras Tim Pokja PUG dimana Bappeda selaku Ketua Tim  beserta semua OPD Driver PUG yg telah berperan secara aktif sehingga penghargaan ini dapat diraih".  Ungkap Kepala DP3AP2KB.(JE.002).

Bima - Jurnal Expose || Pemerintah Kabupaten Bima di bawah kepemimpinan Hj. Indah Dhamayanti Putri,  SE dan Drs. H. Dahlan M Noer berhasil membawa jajaran Pemerintah Kabupaten Bima mencapai Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas keberhasilan menyusui dan Menyajikan laporan keuangan tahun 2017.

Piagam tersebut diserahkan oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. Zulkieflimansyah Senin (17/12) pada puncak Peringatan, Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Provinsi NTB yang dipusatkan di halaman kantor Gubernur NTB.

Selain Bupati Bima tampak pula para Bupati dan Walikota Se- Provinsi NTB yang menerima penghargaan atas keberhasilan menyusun dan menyajikan Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2017 yang ditandatangani oleh Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati tersebut.

Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE sesaat setelah penerimaan piagam tersebut menyatakan, penghargaan yang diberikan oleh pemerintah ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk lebih meningkatkan kinerja pengelolaan keuangan daerah".

Kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintah, efektivitas penilaian internal, kecukupan pengungkapan informasi, dan kepatuhan pada peraturan perundang-undangan,  menjadi kunci penilaian tersebut kata Bupati". (JE.002).

Bima - Jurnal Expose || Desa Ndano Nae dan Desa Palama Kecamatan Donggo termasuk 53 desa yang akan menyelenggarakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Bima.

Bupati ingin memastikan agar Pilkades serentak nanti dapat berjalan aman damai dan sukses.  Untuk itu Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri SE Kamis (13/12) secara khusus mengunjungi kedua desa yang akan mengikuti Pilkades tersebut.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Bima H. Abdul Wahab Usman, SH, M.Si yang mendampingi kunjungan Bupati Bima ke dua desa tersebut mengatakan bahwa Desa Ndano Na'e merupakan salah satu dari 52 desa lainnya di Kabupaten Bima yang akan menyelenggarakan Pilkada pada tanggal 20 Desember tahun ini.

Pada tatap muka dengan para calon kepala desa dan masyarakat yang  berlangsung di kantor desa Ndano Na'e tersebut, Bupati secara khusus mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar tetap waspada.

"Jangan sampai Pilkades menjadi pintu masuk bagi orang-orang  yang tidak bertanggung jawab untuk membuat Pilkades bermasalah".  Kata Wahab melansir arahan Bupati Bima.

Di hadapan para calon kades di kedua desa itu, Bupati mengatakan bahwa dalam situasi pemilihan seperti ini, perbedaan pilihan politik merupakan hal biasa.

Oleh karena itu masyarakat diminta untuk tidak terprovokasi terhadap isu yang memecah belah diantara sesama warga.

Bupati juga berharap agar masyarakat tetap menjaga silaturahmi dan kebersamaan sesama warga". Jelas Wahab. (JE.002).

Diberdayakan oleh Blogger.