Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan

Jurnal Expose, Kota Bima || Mengisi libur pelayanan dan sambil tetap menjaga jarak sosial sesuai instruksi pemerintah dan protokol kesehatan, Museum Asi Mbojo melakukan penataan ruang dan pemutakhiran data koleksi. (01/04/2020).


Koleksi dikelompokkan sesuai dengan jenis dan fungsi koleksi. Sedangkan ruangan ditata secara tematik berdasarkan koleksi. Setiap ruangan dan  pelataran diberi nama dengan nama Sultan Bima. Misalnya pelataran sebelah utara diberinama Pelataran Sultan Abdul Kahir 1 untuk mengenang jasa Abdul Kahir 1 mendirikan kesultanan Bima. Ruangan Koleksi benda pusaka diberinama Ruang Tatarapa karena isinya sebagian besar koleksi keris tatarapang peninggalan kerajaan Bima. Ruangan dengan koleksi alat kesenian diberinama ruang Iambela untuk mengenang jasa Sultan Bima kedua Abdul Khair Sirajuddin yang memiliki andil besar dalam seni budaya Mbojo.


Aula Rapat bagian dalam sebelah utara diberi nama Aula Rapat Sultan Jamaluddin untuk mengenang kisah perjuangan Sultan Jamaluddin.Kumpulan koleksi alat pertanian diberi nama ruangan Sultan Ismail untuk mengenang jasa Sultan Ismail nenyelamatkan ekonomi Bima setelah letusan Tambora 1815. Demikian pula dengan nama ruangan lainnya. 16 ruangan di Asi Mbojo diberinama dengan nama Sultan Bima.

Ada 396 koleksi di Museum Asi Mbojo. Data semua koleksi telah dilakukan pemutakhiran sejak januari 2020. Sejak Asi Mbojo dijadikan Museum pada tahun 1995, belum ada pemutakhiran data koleksi. Alhamdulillah 20 tahun berlalu, setiap koleksi akan bercerita kepada para pengunjung tentang sejarah, ukuran, bahan pembuatan  dan fungsinya di masa lalu.


Penataan ruang dan pemutakhiran data koleksi bekerja sama dengan STIT Sunan Giri Bima, para budayawan dan sejarahwan serta komunitas pemerhati sejarah dan budaya Bima.

Kita berdoa semoga Corona cepat berlalu. Masyarakat Bima dan wisatawan akan dapat melihat wajah baru penataan koleksi dan ruangan di Museum Asi Mbojo.


Sumber : Kepala UPT Museum Asi Mbojo

Kota Bima Jurnal Expose || Menyambut Hari Jadi Kota Bima Ke-18 yang dihelat di bulan April mendatang, Dinas Pariwisata Kota Bima tengah menyiapkan 2000 orang Penari Lenggo yang diakomodir dari seluruh siswi SDN dan SMP se Kota Bima

Foto : Plt. Kepala Dinas Pariwisata, Yuliana, S.Sos

Pra kondisinya saat ini sedang giatnya latihan bersama di Lapangan Serasuba tiga kali dalam seminggu dengan tidak mengganggu jadwal dari Proses Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) para siswi

"Saat ini kami tengah menggalang partisipasi dari sekolah SDN dan SMP untuk menyertakana siswinya mengikuti latihan Penari Lenggo yang akan dipentaskan pada HUT Kota Bima ke 18 nantinya" ungkap Yuliana, S. Sos (Plt. Kadis Pariwisata Kota Bima)

"Selain Tari Lenggo yang akan dipentaskan nantinya kami juga akan menggelar kegiatan budaya lainnya seperti drama kolosal tentang permainan anak anak tempo dulu dan putri kerajaan yang menyelinap diantara penonton lainnya, permainan Hadrah Sere, Gantao, Buja Kadanda dan jenis budaya lainnya pun akan dipentaskan" urainya penuh semangat


Pasca diberikan kepercayaan pada dirinya selaku Plt Dinas Pariwisata Kota Bima, Yuliana, S. Sos tengah gencar menata secara internal OPD Pariwisata yang dinakhodainya dengan mengajak serta seluruh komponen untuk membantu serta memotivasi dirinya @ry@

Kota Bima, Jurnal Expose || Walikota Bima H Muhammad Lutfi SE membuka Festival dan Lomba Burung Berkicau yang dilaksanakan di Paruga Nae Convention Hall (Minggu, 1/3/20)


Festival burung berkicau yang pertama kali dihelat Pemerintah Kota Bima ini merupakan salah satu bagian dari kegiatan dalam kalender of event Kota Bima.

Festival kali pertama ini mendapatkan respon yang sangat luar biasa dimana diikuti oleh 750 pecinta burung berkicau dari berbagai daerah di provinsi NTB bahkan dari Luar NTB.

Dalam laporan yang disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Bima Syamsurih SH selaku panitia pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa festival ini dilaksanakan dalam rangka menyambut HUT Kota Bima ke 18 Tahun 2020 yang merupakan kerjasama pemerintah Kota Bima dengan Paguyuban Kicau Mania Bima.


Lomba berlangsung semarak dan disponsori hampir 92 sponsor diantaranya NZR Indonesia, honda krida, oppo, hotel lambitu, dan puluhan sponsor lainnya. Festival ini memperebutkan Piala Walikota Cup I dan berhadiah utama 2 unit motor serta berbagai hadiah menarik lainnya senilai ratusan juta rupiah.

Walikota Bima H Muhammad Lutfi SE mengapresiasi kepada panitia atas terselenggaranya festival burung berkicau ini. Diapresiasinya pula partisipasi yang begitu luar biasa dari para pecinta burung yang ada di NTB bahkan di Luar NTB turut memeriahkan festival burung berkicau di Kota Bima.

"Sungguh ini menjadi kebanggaan bagi pemerintah yang mana seluruh pecinta burung berkicau di seluruh NTB dan juga bahkan luar NTB berpartisipasi di Festival buarung berkicau di Kota Bima, InsyaAllah kegiatan ini akan terus dilaksanakan disetiap tahunnya", ujar Walikota.


Festival burung berkicau ini ditandai denfan penggantungan burung murai Batu oleh Walikota. Selain jenis mutai batu juga dilombakan beberapa jenis burung lainnya, seperti pleci, kolibri, love bird serta lainnya.

Kegiatan Festival burung berkicau ini dihadiri pula oleh Dandim 1608 Bima, Kapolresta Bima, Kajari Bima, Sekretaris Daerah Kota Bima, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesos, Kadis Pariwisata, Kepala Perangkat Daerah, beserta Camat dan Lurah Lingkup Pemerintah Kota Bima.

Kabupaten Bima, Jurnalexpose.com || Pemerintah  membeberkan sejumlah bukti terkait tudingan investasi bodong pembangunan Hotel berlantai Lima di Pantai Kalaki, Desa Panda Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima. Rencananya Hotel tersebut dibangun oleh Investor PT. Pesona Kalaki Mantika.


 "Tidak benar itu. Ijin sudah ada. Semua proses dan tahapan sudah dilaksanakan. IMB sudah dilakukan penghitungan besarnya retribusi. Penghitungan itu oleh Bidang Tata Ruang Dinas PU dan Penataan Ruang Kab Bima,’’ujar Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Bima, M Chandra Kusuma, Ap, di Kantor Bupati Bima, Jumat (24/01/2020).

Dia mengungkapkan itu berkaitan dengan tudingan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bima, M Natsir, S.Sos, yang dilansir Media Online, Kamis (22/01/2020).

Sebelumnya,  Wakil Rakyat tersebut menuding  Pemerintah Kabupaten Bima yang telah menghadirkan investor Bodong.

Menurut Chandra, sejumlah syarat yang ditanyakan oleh Komisi II itu, semua sudah dilakukan oleh Pemkab Bima. Seperti, Rekomendasi Kelayakan Teknis, untuk melakukan Pembangunan Gedung Lima Lantai Hotel Santika, di Desa Panda Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima yang dilakukan Pemohon PT Pesona Kalaki Mantika.

Rekomendasi itu di keluarkan Pemerintah melalui Kadis Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab. Bima, pada 30 Desember 2019.

Mengenai RTRW, Pemerintah telah menerbitkan Rekomendasi Izin Pemanfaatan Ruang, Terletak di Dusun kalaki, Desa Panda, Kecamatan Palibelo, Kab Bima.


Sedangkan Rekomendasi, Kata Chandra, berdasarkan Keputusan Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD) Kabupaten Bima, pada 7 Desember 2018, ditandatangani Sekda Bima sebagai Ketua Tim.

Berkaitan dengan Amdal, Pemerintahan Dinda-Dahlan, melalui Dinas Lingkungan Hidup, telah bekerja dan melakukan analisis AMDAL. Dinas Lingkungan Hidup bahkan telah mengeluarkan hasil kajian, pada 18 Maret 2019, melalui Keputusan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bima.
Isi Rekomendasi terseut, yakni Persetujuan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup.

Kata Chandra, hadirnya Gubernur NTB Dr. Zulkifliemansyah dan Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri, SE, saat ground breaking beberapa waktu lalu, merupakan upaya serius dan komitmen Pemerintah mendorong para investor berinvestasi di daerah Bima.
Baca juga : 
"Pembangunan Hotel Santika Angin Segar Perkembangan Pariwisata dan Investasi Bima"
Juga implementasi perintah Presiden RI, yang  menghendaki adanya percepatan investasi bagi para Investor. ‘’Bukan sesuatu yang dianggap keliru,’’imbuhnya.

Bupati kata Chandra, berharap semua pihak bisa menahan diri, bersama-sama menciptakan kondisi yang sehat bagi investasi. Tidak saling menuding sehingga iklim investasi merugikan Dana Mbojo.
Harus diakui, pertumbuhan ekonomi melalui sektor Pariwisata di daerah ini mulai menggeliat. Dan semua pihak bisa membuka diri, tidak sembarang berasumsi.

Pemkab tetap berkomitmen menciptakan lapangan pekerjaan melalui sektor Pariwisata

"Harus diakui ini akan bermuara pada terciptanya lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat Bima," katanya,

Beliau juga meminta agar Dewan, bisa ikut membantu mencarikan solusi, jika para investor itu menemui hambatan dalam proses investasi mereka. Bukan malah menuding investor bodong dan tidak memiliki  ijin untuk membangun.

(Sumber : Protokol KOM Setda Bima)

Kabupaten Bima, jurnalexpose.com || Bupati Bima, Hj. Indah Darmayanti Putri SE bersama Masyarakat Kabupaten Bima bersuka cita atas peristiwa bersejarah, peletakan Batu Pertama Hotel Santika oleh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan istri, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE. M.Sc. yang berlokasi di Taman Wisata Pantai Kalaki, Desa Panda, Kecamatan Palibelo Alhamdulillah, Sabtu (11/01/2020)


Kehadiran hotel ini menandakan bahwa Kabupaten Bima siap sebagai tujuan investasi bagi para pengusaha untuk meningkatkan kualitas pariwisata. Salah satu yang mendukung investasi ini adalah kondusifitas daerah yang semakin hari semakin meningkat.

Dalam sambutannya, Gubernur mengutarakan bahwa dengan hadirnya hotel Santika di Bima, merupakan angin segar dan daya tarik tersendiri bagi para investor lainnya agar menginjakkan kaki di Bima.


“Investor itu tidak hanya mau membangun hotel. Karena investor itu selalu lihat tempatnya. Sekali Santika hadir di Bima, maka hotel-hotel yang lain akan segera datang investasi di sini,” tutur Gubernur yang akrab disapa bang Zul itu.

Lebih jauh bang Zul menegaskan bahwa saat ini era sudah berubah, dimana tidak cukup hanya dengan kata-kata saja, akan tetapi harus dibarengi dengan tindakan nyata.

“Tidak mungkin suatu daerah mencicipi kemakmuran, kesejahteraan dengan pertanian saja. Tapi harus ada industrinya. Industrialisasi itu adalah keniscayaan karena ketidakmampuan sektor pertanian menyerap kelebihan tenaga kerja,” terang Bang Zul.

Selanjutnya, Bang Zul menjelaskan bahwa bukan karena industrialisasi lalu pertanian tidak penting. Akan tetapi, ketidakmampuan sektor primer (pertanian) menyerap kelebihan tenaga kerja maka harus ada sektor lain yang menyerapnya.

Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE yang turut mendampingi Gubernur, menyampaikan rasa bahagia dan bangga atas dibangunnya Hotel Santika di Kabupaten Bima.

la menyampaikan juga bahwa Bandara Sultan Muhammad Salahuddin akan menyelesaikan perpanjangan landasan pacu dan pembangunan terminal baru. Hal itu dinilainya menjadi titik cerah bagi tiga wilayah yaitu Kota Bima Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu.

Bupati Bima menambahkan selain menjadi nilai tawar dan promosi bagi wilayah kabupaten Bima, hotel Santika Bima ini merupakan salah satu upayah pemerintah daerah dalam menghadirkan investor, untuk membuka lapangan pekerjaan seluas luasnya bagi putra daerah untuk bekerja dan mengabdi serta membesarkan daerahnya sendiri.

“Semoga para investor, khususnya orang-orang Bima akan mau kembali membangun daerah ini dan membangun usaha usaha di wilayah kita. Sebelum kita mengundang orang lain, saya berharap putra daerah seperti ini mau kembali membangun daerahnya,” harap Bupati Bima.

Jakarta, jurnalexpose.com || Walikota Bima H Muhammad Lutfi SE menghadiri Acara Malam Kasama Weki Bima Dompu dengan agenda Malam Puncak Pemilihan Duta Budaya Rimpu dan Sambolo Tahun 2019 bertempat di Anjungan Provinsi NTB Taman Mini Indonesia Indah Jakarta, (Jumat 27/12/2019).


Kegiatan ini dihadiri pula oleh Sekretaris Daerah Kota Bima Drs H Mukhtar MH dan Hadir pula perwakilan kedutaan Maroko Mr Omar, Anggota DPR RI H Syafruddin ST MT, Prof Burhan Magenda, Drs HM Saleh Umar MSi, Ketua Umum BMMB Syarif Hifayatullah SH MBA CLA dan Ketua Himpunan Dompu Bapak Sofyan.

Dalam sambutannya Ketua Yayasan Rimpu Indonesia H Dudi Fahrudin selaku panitia penyelenggara menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Walikota Bima yang telah hadir. Ini merupakan bentuk perhatian Walikota Bima terhadap kelestarian seni dan budaya.


Dalam sambutannya Walikota Bima menyampaikan Khazanah budaya beragam yang kita miliki menjadi tanggung jawab kita bersama untuk melestarikan dan menjaganya. Budaya menjadi identitas dan ciri khas daerah kita salah satunya adalah busana "Rimpu". Tugas kita adalah meperkenalkannya kepada dunia dan mengembalikan nilai-nilai budaya "Maja Labo Dahu" dalam kehidupan bermasyarakat kita.

Diakhir kegiatan Walikota Bima memberikan cinderamata berupa "Tembe Nggoli" salah satu sarung tenun khas Bima kepada Perwakilan Negara Maroko, Anggota DPR RI, Ketua BMMB Jakarta dan Ketua Rimpu Nusantara

Kota Bima, Jurnal Expose ||
Beberapa saat diguyur hujan lebat yang disertai angin kencang nyaris porak porandakan sejumlah pohon dan puluhan rumah lengge yang menjadi destinasi wisata dipantai Lawata (Sabtu, 21/12/19)


sejumlah rumah lengge yg telah dibangun melalui bantuan dana CSR dari beberapa bank saat ini telah roboh diterjang angin kencang hanya beberapa menit yang diikuti oleh hujan lebat


Kejadiannya begitu singkat sehingga membuat panik beberapa pedagang yang luntang lantang lari untuk menyelamatkan diri akibat takut tertindih rumah lengge tempat mereka berjualan

Sunarti salah seorang pedagang lapak rumah lengge pada media ini mengaku sangat panik pada detik detik terakhir terjadinya angin kencang yang meluluh lantakkan lapak dagangannya "kejadiannya sangat cepat dan nyaris menimpa diri saya saat lapak yang saya tempati tiba tiba roboh dan hancur diterpa angin kencang" ungkapnya


Sementara Nurseha pedagang lapak lainnya menuturkan "sejak awal kami sangat meragukan eksistensi keberadaan rumah lengge yang dibangun saat ini karena hanya ditempatkan begitu saja tanpa dibuatkan semacam penyanggah yang mengikat kaki uma lengge ini" demikian tuturnya


Disamping faktor alam yang melatar belakangi musibah robohnya sejumlah rumah lengge di area Wisata Lawata, juga disebabkan oleh faktor lemahnya proses awal penempatan tumah lengge

Kota Bima, jurnalexpose.com || Dinas Lingkungan Hidup Kota Bima giat melakukan penanaman pohon di area Taman Amahami dan ruang publik lainnya. Hal ini dilakukan agar area ruang publik yang ada lebih menarik, hijau, rindang dan tidak gersang.


Walikota Bima diberbagai kesempatan mengajak seluruh masyarakat Kota Bima untuk melakukan penghijauan mulai dari pekarangan rumah masing-masing. Dihimbaunya pula kepada masyarakat untuk menggiatkan gotong royong membersihkan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.

"Budaya ini harus kita tumbuhkan kembali, dengan keteladanan, karenanya saya menghimbau kepada Camat dan Lurah untuk mengajak masyarakat bergotong royong tiap Minggu, ajak masyarakat menjaga lingkungan, gugah kesadarannya", ujar Walikota.


Sebagaimana arahan Gubernur NTB pada HUT NTB Ke-61 bahwa untuk menyikapi kerusakan lingkungan dan hutan maka kita tidak memiliki pilihan lain selain memperbaiki alam kita, kita tanam kembali pohon-pohon. Tidak ada orang lain yang wajib bertanggung jawab selain diri kita sendiri.

Mari selamatkan Bumi demi generasi yang akan datang dan Buanglah sampah di tempatnya demi kelestarian lingkungan serta
penuhi halaman rumah kita dengan tanam-tanaman.

Kota Bima, jurnalexpose.com || Setelah pelaksanaan kegiatan triathlon dan duathlon tadi pagi, siang hari Dandim 1608/Bim bersama Pemerintah Kota Bima melalui Pordasi Kota Bima kembali menggelar kegiatan pacuan kuda merebutkan piala walikota dan Pangdam IX Udayana Cup dalam rangka memeriahkan HUT TNI ke 74, Minggu (13/10/19)


Pacuan_kuda_walikota_bima_cup_2019
Foto : Walikota Bima bersama salah satu kuda pacuan di Gelanggang Pacuan Kuda Sambinae
Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE lepas secara resmi pacuan kuda sambinae didampingi oleh Bupati Bima H. Indah Damayanti SE, Wakil Walikota Bima Ferri Sofiyan SH selaku ketua Pordasi Kota Bima, Ketua sementara DPRD Kota Bima Alfian Indrawirawan S.Adm, Sekda Kota Bima Drs. Mukhtar MH, Dandim 1608/Bima beserta jajarannya, Kapolres Bima Kota beserta jajarannya, Ketua Iswara Kota Bima, pimpinan BUMN/BUMD, dan Pimpinan kepala perangkat daerah dari berbagai jenjang.

Laporan Kasdim Kota Bima Mayor infantri Hardani Selaku Ketua Panitia menyampaikan peserta lomba sebanyak 725 peserta dengan lomba kelas 13 dan kelas umum dengan total hadiah yang diperebutkan sejumlah uang 600 juta rupiah.

Sambutan Pangdam IX/Udayana yang disampaikan oleh Dandim 1608/Bima Letko Infantri Bambang Eka Putra menyampaikan selamat datang dan selamat berlomba untuk para peserta pacuan kuda dan pacuan kuda ini merupakan olahraga yang harus dikembangkan di NTB khususnya Kota Bima.

Pacuan_kuda_walikota_bima_cup_2019
Foto : Penyerahan Piala Bergilir Walikota Cup kepada Ketua Pordasi Kota Bima
"Kegiatan ini juga membantu pordasi NTB dalam memotivasi generasi muda untuk mencintai olahraga berkuda dan meningkatkan prestasi berkuda ditingkat daerah/nasional", jelasnya.

Diakhir sambutannya Pangdam juga menyampaikan semoga dengan adanya kegiatan ini dapat dimanfaatkan untuk mengukir prestasi dan sekaligus sebagai sarana untuk memacu perkembangan olahraga berkuda.

"Kami akan selalu mendukung dan mendorong program unggulan khusus daerah Kota Bima. Berjuanglah untuk tampil yang lebih baik dan junjung selalu sportivitas, perhatikan faktor keamanan dan hindari kerugian yang tidak perlu terjadi", pesan Danrem 162/Wirabhakti yang disampaikan Dandim 1608/Bima.

Sementara itu, dalam sambutan Walikota Bima H. Muhammad Lutfi SE menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat dan stakeholder yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan pacuan kuda.

"Semoga dengan adanya kegiatan pacuan kuda ini dapat melestarikan pacuan kuda yang merupakan ciri khas kesenian tradisional daerah Kota Bima sehingga dapat berkembang dengan baik dan dapat mempromosikan pariwisata serta menunjang perekonomian masyarakat Kota Bima", ujarnya.

Walikota juga berharap kepada seluruh peserta dan penonton agar menjaga sportivitas dan keamanan pacuan kuda, jangan sampai ada keributan dan perkelahian yang terjadi di arena pacuan kuda ini.

Diakhir acara dilakukan penyerahan Piala bergilir Walikota Cup kepada Ketua Pordasi Kota Bima.

Kota Bima, jurnalexpose.com || Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Pariwisata resmi melaunching “Lawata Night”. Kegiatan yang dilaksanakan di pantai lawata Kota Bima, pada Jumat malam sekitar pukul 20.00 Wita (11/10)

Foto : Walikota Bima memukul gong dilaunchingnya "Lawata Night"
Acara yang sekaligus menjadi pembuka rangkaian kegiatan Festival 15 Ribu Rimpu dan Parade Kuda Hias serta Lomba Triathlon, Duathlon, Pacuan Kuda Walikota Cup dan Pangdam IX Udayana yang merupakan acara untuk memperingati hari TNI yang ke 74.

Launching “Lawata Night” dihadiri oleh Walikota Bima H Muhammad Lutfi SE beserta istri, Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan SH beserta Istri, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Bima, Anggota DPRD Kota Bima, Seluruh Asisten Setda Kota Bima, Staf Ahli Walikota Bima, MURI Indonesia, Ketua DWP Kota Bima, Pimpinan BUMN/BUMD Bima, Camat dan lurah serta lapisan masyarakat lainnya.

Foto : Walikota bersama jajarannya serta Ketua Mahkamah Kontstitusi RI

Kehadiran Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia DR Anwar Usman SH MH membuat suasana Launching semakin meriah.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima Sunarti S.Sos, MM dalam laporannya menyampaikan bahwa maksud diselenggarakannya acara Launching sebagai informasi kepada khalayak umum bahwa lawata sejatinya telah beroperasi dimalam hari sekitar pukul 18.00-22.00 WITA sejak Agustus 2019.

“Masyarakat juga perlu mengetahui beberapa sentuhan yang akan dilakukan pemerintah dengan dukungan BUMN/BUMD Bima untuk pengembangan lawata, seperti pembangunan gapura yang sedang dikerjakan, pembangunan parkir elektronik, kolam renang dewasa dan anak-anak, wahana permainan anak, spot selfie, food court, Revitalisasi goa peninggalan Jepang, pembangunan jalan kawasan hingga wahana olahraga air serupa jet ski, banana boat hingga flying fish”, jelas Kadispar Kota Bima.

Launching Lawata Night ini ditandai dengan pemukulan Gong oleh Walikota Bima H Muhammad Lutfi SE dengan didampingi Ketua Mahkamah Konstitusi RI Dr Anwar Usman SH MH, Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan SH, Ketua Sementara DPRD Kota Bima Alfian Indrawirawan S.Adm, Kapolres Bima Kota AKBP Erwin Ardiansyah SIK, dan Dandim 1608/Bima Letkol Inf Bambang Kurnia Eka Putra.

Kabupaten Bima, jurnalexpose.com || Sebagai bentuk dimulainya pelaksanaan kegiatan Festival Uma Lengge 2019 Bupati Bima, Hj. Dinda Dhamayanti Putri, SE  memainkan “ kareku kandei” bersama ibu–ibu setempat di Pekan Budaya Maria yang di gagas oleh Karang Taruna Kecamatan Wawo yang dilaksanakan di uma Lengge Kecamatan Wawo Kabupaten Bima. (8/9/19)

Foto : Bupati Bima saat memainkan "Kareku Kandai" bersama ibu-ibu
Turut hadir dalam kegiatan ini Asisten Administrasi Umum Setda Bima, Kabag, Kepala OPD, Sekwan, Camat Wawo beserta unsur muspika Kecamatan, Kapolsek Wawo, Panitia Pelaksana serta warga masyarakat Kecamatan Wawo.

Ketua panitia Pelaksana Mukhlis Azis dalam pengantarnya menyampaikan, kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan salah satu bentuk implementasi pelestarian budaya yang berfokus untuk menyajikan, menghadirkan dan memprakarsai para pelaku semi dalam rangka pelestarian budaya. Sekaligus berkomitmen untuk memperkuat dan memajukan kebudayaan yang dimilikinya.

foto : Bupati Bima, Hj. Dinda Dhamayanti Putri, SE saat membuka Festival Uma Lengge
Keberadaan uma Lengge merupakan salah satu cagar budaya yang harus kita jaga dan lestarikan, sehingga kita selaku generasi dan masyarakat untuk dapat menjaga dan melestarikan keberadaan uma lengge tersebut.

Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE mengatakan Pekan Budaya Maria Dan Festival Uma Lengge Tahun 2019 ini, diharapkan dapat menjadi wahana untuk menumbuhkan semangat dan motivasi kita dalam upaya menggali, melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai budaya, yang hidup, tumbuh dan berkembang didalam kehidupan masyarakat Melayu.


"Mengingat besarnya pengaruh dan peranan penyelenggaraan festival seni budaya terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di harapkan mampu menumbuhkan tekad dan semangat kita semua, untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan Festival di masa – masa mendatang", ujarnya.

Hj. Sunarti S.Sos. MM, Plt. Kadis Pariwisata Kota Bima
Kota Bima, jurnalexpose.com || Dinas Pariwisata Kota Bima semakin terdepan untuk melakukan gebrakan melalui semangat membangun pariwisata dengan pemanfaatan potensi wisata lokal (Pantai kolo) dengan bantuan Pusat melalui dana DAK Fisik tahun 2020 senilai 10 Milyar

Sunarti S. Sos MM selaku Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima mengutarakan pembangunan tersebut merupakan bentuk keseriusan Pemerintah dalam membangun dan mengembangkan sektor Pariwisata di Kota Bima.

"Adapun rincian program fisik yang sudah ditetapkan penggunaannya dari bantuan DAK Fisik tersebut antara lain : (1) Pembangunan dermaga wisata senilai 1. 5 M. (2) Penataan lansecap senilai 3. 5 M  (3) pembuatan gazebo senilai 1. 5 M  (4) pengadaan glass boat senilai 1. 5 M  dan pengadaan board walk senilai 2 M. dari sejumlah item program yang sudah diplotkan tersebut saya selaku Plt, Kepala Dinas Pariwisata siap untuk merealisasikanya" demikian penjelasannya

Bahkan dengan nada bangganya beliau menambahkan "kamipun sangat pantas merasa bangga karena Dinas Pariwisata Kota Bima merupakan satu-satunya Dinas yang langsung diterima usulannya karena pada saat Desk DAK di Makassar tahun 2019 dinyatakan telah memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan, sementara dinas-dinas lain masih banyak yang berstatus discusion dalam penerapan sistem crisna selaras Kota Bima" urainya dengan rasa bangga.

Foto : Pesona Pantai Kolo
Idealnya dinas-dinas lain pun segera berbenah diri untuk bersaing dalam mengaktualisasikan sistem crisna selaras sebagai acuan penilaian pusat dalam penentuan setiap usulan program apapun dari daerah  @ry@

Foto : Walikota Bima dan Plt. Kepala Dinas Pariwisata saat mencicipi kuliner di Lawata
Kota Bima, jurnalexpose.com || Setelah diamanatkan menjadi Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima, Sunarti S. Sos, MM saat ini semakin menunjukkan dedikasinya untuk selalu menciptakan momen penting yang dipersembahkan bagi kemajuan daerah

Foto : Hj. Sunarti, S.Sos, Plt, Kadis
Pariwista Kota Bima
Lawata yang dahulunya terlihat kumuh kini secara perlahan terlihat mulai merias diri lewat sentuhan tangan dingin dirinya, ibarat rotasi waktu yang terus berputar sunarti pun terus berburu peluang untuk membantu memebenahi lawata dengan menjalin kemitraan lewat dana CSR dengan beberapa bank diantaranya bank NTB Syari'ah dan bank BRI maupun bank BNI Cabang Bima

Foto : Rumah Lengge, pusat kuliner di Lawata
"syukur alhamdulillah melalui bantuan dana CSR dari beberapa bank diantaranya bank NTB Syari'ah berupa meja dan bangku serta payung begitu pula bank BRI  membantu 30 unit rumah lengge yang sengaja ditempatkan secara berjejer melingkari dibagian utara lawata, "imbuhnya dengan bangga

Masih menurutnya "PLN Persero pun turut membantu secara gratis pemasangan listrik yang ditempatkan pada Rumah Lengge yang ada bahkan menyumbang sebanyak 50 bibit tanaman ketapang/cemara yang akan ditanam dalam area lawata sebagai persiapan pohon pelindung yang menambah suasana kesejekuan lawata, kami juga sedang upayakan bantuan dari bank BNI 46 Cabang Bima berupa kredit KUR dengan bunga nol porsen" jelasnya dengan penuh semangat

Itulah sepintas potret keberadaan lawata saat ini, semoga keberadaannya yang terlihat mulai merias diri tidak mati suri seperti kondisinya sebelumnya  @ry@

Pembukaan_festival_sangiang_api_2019
Foto : Yeling Wang saat di pembukaan Festival Sangiang Api 2019
Kabupaten Bima - jurnalexpose.com || Masyarakat yang memadati seputaran pesisir saat berlangsungnya acara pembukaan Festifal Sangiang Api 2019, spontan seluruh perhatian tertuju dengan kemunculan beberapa sampan yang bertolak dari gunung Sangiang menuju lokasi acara pembukaan. (Minggu, 28/7/2019).

di saat salah satu sampan berada di pinggir pantai, munculah seorang wanita muda berpakaian seksi yang sangat cantik

Yeling Wang
Foto : Yeling Wang turun dari sampan menuju acara pembukaan Festival
Yeling Wang, itulah namanya, wanita asal jakarta ini merupakan salah satu artis ibu kota ikut menghadiri pembukaan Festifal Sangiang Api bersama rombongannya, kru stasiun televisi nasional Trans TV.

Beberapa masyarakat yang dikonfirmasi dipanggung menjelaskan keberadaan Trans TV dan Yeling Wang untuk meliput acara Pembukaan Festival yang sedang berlangsung dan sekaligus shoting pembuatan film.

Antisius pengunjung dan acara semakin meriah, terlihat mereka berdesakan dan berebutan melakukan foto bersama artis ibu kota tersebut hingga selesai acara.

Pembukaan_festival_sangiang_api_2019
Peserta Pawai Pembukaan Festival Sangiang Api 2019
Kabupaten Bima - jurnalexpose.com || Ribuan pengunjung dari berbagai masyarakat dan Instansi Pemerintah Kecamatan Wera Kabupaten Bima NTB memadati pantai Sangiang dalam mengikuti Pawai Budaya Pembukaan Festifal Sangiang Api 2019, Rombongan instansi yang ikut Sekolah SD, SMP, Dinas kesehatan, Kepala Kepala Desa, Koramil dan Polsek Wera dan Muspika Kecamatan Wera. (Minggu, 28/7/2019)

Pawai dengan memulai di Desa Rangga Solo pukul 09:18 Wita dengan jarak sekitar satu kilometer dari tempat panggung utama Desa sangiang, tiba di panggung utama sekitar pukul 10:28 wita.

Pembukaan_festival_sangiang_api_2019
Asisten III Setda NTB Ibu Hj.Rostinah Saat Membuka Acara Festival
Dalam pawai tersebut, masyarakat dan instansi peserta pawai mengunakan pakaian adat rimpu mbojo, tiap rombongan menggunakan spanduk identitas instansi masing masing.

Selain pawai mengunaka  pakaian adat rimpu mbojo ada tari hadrah juga satu rombongan pawai berpakaian adat bima dengan masing peserta memegang tombak yang sempat mewarnai iring iringan rombongan pawai hingga masyarakat yang hadir menonton memadati sisi jalan merasa terhibur

Tarian Pasapu monca oleh Sanggar Lasinta SMAN 3 Wera
Acara dibuka Asisten III Setda NTB Ibu Hj.Rostinah, yang sebelumnya ditampilkan beberapa acara kesenian oleh sanggar Lasinta SMAN 3 Wera yang menampilkan tari Pasapu monca, Tarian poco poco massal dari ibu ibu PKK Desa Sangiang, Tari silat dari sanggar IKE PE,I kera sakti Desa Tawali

Di panggung acara, berjejer para pejabat dari Pemerinta Daerah Kabupaten Bima dan pejabat dari Pemerintah Daerah Propinsi NTB diantaranya Dinas pariwisata, asisten III propinsi NTB dan Muspida Kabupaten Bima dan Muspika Kecamatan Wera.

Sebagai informasi, acara yang sedianya dibuka langsung Bapak Gubernur Dr. Zulkifliemansyah, namun karena padatnya acara Gubernur tidak bisa menghadiri acara Festifal Sangiang Api 2019(JE05)

Kabupaten Bima - jurnalexpose.com || Festival Sangiang Api 2019 yang merupakan gelaran Budaya dan Pariwisata tahunan masyarakat Wera dan Kabupaten Bima dipastikan akan digelar. Even yang Salah satu ajang spektakulernya adalah lomba sampan tradisional ini akan kembali dihelat mulai dari minggu (28/7/19) bertempat di Desa Sangiang Kecamatan Wera Kabupaten Bima.

Kegiatan ini rencananya akan dibuka langsung oleh gubernur NTB, Selain gubernur, pihak Pemerintah Pusat melalui kementerian Desa, Dirjen Pengembangan Desa juga akan ikut hadir menyaksikan ajang spektakuler ini.

Hal ini disampaikan ketua panitia Erwin S.Pd yang dikonfirmasi melalui selulernya (kamis, 25/7)

Erwin menjelaskan Kegiatan Festifal Sangiang Api (lomba sampan) ini merupakan even tahunan yang bertujuan untuk melestarikan tradisi budaya masyarakat Bima pada umumnya.

"Tahun ini yang ke 6 dan alhamdulillah tiap tahun diadakan oleh pemerintah Desa Sangiang, Kegiatan ini erat kaitanya dengan budaya dan kerajaan Bima sehingga perlu dilestarikan oleh kita sebagai masyarakat agar budaya ini bisa saja nantinya menjadi sebuah ajang pegelaran festifal berskala nasional", ungkapnya.


Festifal Sangiang Api ini dalam bentuk lomba sampan sebagaimana tahun sebelumnya yang dimulai mulai tanggal 28 juli sampai dengan tanggal 18 agustus ini sehingga saat ini perlu dipersiapkan segala sesuatu untuk menunjang kesuksesan

Pantauan kami, di lokasi pelaksanaan festifal saat ini terlihat kesibukan dari kalangan panitia yang menyiapkan segala sesuatu terutama persiapan panggung utama dan penataan tempat seputaran pesisir pantai untuk tempat kegiatan.

Sebagai informasi pergelaran Festival Sangiang Api tahun-tahun sebelumnya tergolong sukses dan melibatkan penonton ribuan orang yang hadir dari berbagai daerah diwilayah indonesia dan internasional. (JE05)

Kabupaten Bima - Jurnal Expose || Selain lautan luas dan batuan karang, salah satu suguhan utama wisata pantai adalah pasirnya. Pantai dengan pasir putih atau hitam mungkin sudah sering kamu datangi. Tetapi, bagaimana kalau pantai tersebut punya pasir berwarna pink?

Meski jarang, namun ada beberapa pantai di dunia yang punya pasir berwarna merah muda. Sebut saja Pantai Elafonisi di Yunani, Pantai Pink Pulau Harbour, dan Pantai Horseshoe Bay Bermuda di Kepulauan Karibia.

Indonesia pun nggak mau kalah. Setidaknya, ada 4 pantai Terindah di Tanah Air yang punya sajian pasir berwarna pink.

1. Pantai Tangsi

Nama Pantai Tangsi di Lombok mungkin menjadi yang paling populer. Ketik saja keyword pantai pink di Google, maka nama pantai ini langsung muncul di halaman utama.

Terletak di Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, warna pink pada pasir pantai ini karena ada butir-butir pasir putih bercampur dengan serpihan karang pink. Terkena bias sinar mentari dan terpaan air laut, warna pink-nya menjadi semakin jelas.

Keelokan Pantai Tangsi nggak berhenti di situ. Di sekeliling pantai ini, kamu juga bisa menyaksikan bukit dengan hamparan padang rumput hijau serta tanjung yang cukup menawan lengkap dengan gazebo di atasnya.

2. Pantai Pink Pulau Komodo

Pantai dengan pasir berwarna pink ini memang berada di Taman Nasional Pulau Komodo, Flores, Nusa Tenggara Timur. Ada juga yang menyebutnya Pantai Pink Flores dan Pantai Pink Labuan Bajo.

Tidak begitu jelas bagaimana pasir pantai ini bisa berwarna merah muda. Ada yang menyebut berasal dari pecahan karang berwarna merah yang sudah mati. Ada juga yang bilang karena ada binatang mikroskopik yang menghasilkan warna merah pada terumbu karang.

Apapun itu, keindahan pantai ini memang nggak boleh kamu lewatkan ketika berlibur ke Flores. Selain berjemur di bawah terik matahari, salah satu aktivitas yang bisa kamu lakukan di pantai ini adalah snorkeling atau diving.

3. Pantai Namong

Pulau Komodo juga punya pantai berpasir pink lainnya, yang jarang diketahui orang. Bernama Pantai Namong, objek wisata ini berada di Pulau Komodo sebelah selatan, berselang 30 menit naik speedboat dari Pulau Padar.

Nggak kalah dengan saudaranya di sisi timur, Pantai Namong juga punya pasir pink yang cantik. Kontur pantainya landai sehingga asyik buat bermain, belum lagi pasirnya yang punya tekstur halus dan padat.

Jika dibandingkan Pink Beach, suasana di Pantai Namong memang lebih sepi, mungkin karena lokasinya yang nggak begitu strategis. Namun, bagi kamu yang ingin suasana yang tenang, pantai ini bisa menjadi spot yang oke.

4. Pantai Lambu

Pantai ini terletak di Desa Lambu, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Kalo kamu berangkat dari pusat kota, perlu menempuh jarak sekitar 60 km untuk bisa sampai di pantai ini.

Perjalanan yang cukup panjang langsung terbayar tunai ketika tiba di Pantai Lambu. Kamu bisa menikmati keindahan pasir pantai halus berwarna pink, yang kontras dengan air laut berwarna biru jernih.

Buat mereka yang doyan bermain air, juga nggak perlu risau. Pasalnya, ombak di Pantai Lambu cenderung tenang sehingga cukup aman. Selain itu, kamu juga bisa menyalurkan hobi snorkelingmu di pantai ini.

Kabupaten Bima – Jurnal Expose || Even Teka Tambora 2019 adalah kegiatan yang digelar rangka peringatan 204 tahun meletusnya Gunung Tambora. Even ini yang dibuka langsung oleh Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE dengan melepas peserta Teka Tambora tahun 2019 di Museum ASI Mbojo Bima. Sabtu (6/4)

Teka_Tambora_2
Peserta Event Teka Tambora 2019
Kegiatan Teka Tambora 2019 didukung oleh Pemerintah Kabupaten Bima, Pesona Indonesia, Pesona Bima, serta EIGER Tropical Adventure.

Dari kegiatan ini, para peserta teka tambora akan disuguhkan pemandangan yang sangat indah, dimana peserta akan melalui jalur  pendaki di pintu gerbang Taman Nasional gunung Tambora di Oi Marai, desa Kawinda Toi Kecamatan Tambora sehingga para pendaki  nantinya akan mencapai puncak gunung tambora.

Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari dari tanggal 7 sampai dengan 11 April 2019. di mana pada hari minggu tanggal 7 April 2019, akan melakukan pendakian sampai menuju puncak gunung tambora, pada tanggal 8 sampai dengan tanggal 11 akan dilaksanakan kegiatan pentas seni budaya, pemutaran film, doa dana, serta melakukan proses sangrai kopi tambora dan lain sebagainya di lapangan desa Kawinda Toi yang dirangkaikan dengan puncak peringatan 204 tahun meletusnya gunung tambora.

Teka_Tambora_2019
Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE melepas peserta Teka Tambora 2019 di Museum ASI Mbojo Bima
Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 100 orang yang berasal dari komunitas pencinta Alam yang berada di wilayah Kabupaten dan Kota Bima, bahkan ada peserta dari Luar Negeri yang mengikuti even teka tambora tersebut.

Sebelum dilakukan pendakian malam harinya mereka akan menginap di Oi Marai, desa Kawinda Toi Kecamatan Tambora pintu masuk atau gerbang menuju puncak gunung tambora. (JE02)

Kabupaten Bima = Jurnal Expose || Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE membuka secara resmi kegiatan festival Kampung Jompa yang diselenggarakan oleh karang taruna desa Roka Kecamatan Belo, di DAM Desa Roka Kecamatan belo, Jum’at (22/3).

festival_kampung_jompa_bima_2
Bupati menyampaikan bahwa festival ini dalam rangka melestarikan budaya Lokal Lewat Generasi Berbudaya, dari festival ini masyarakat akan mengetahui berbagai macam budaya yang dimiliki oleh daerah sehingga generasi muda kita akan mengetahui aneka ragaman budaya yang dimiliki oleh daerah ini.

Sebagai sebuah peristiwa budaya, festival memiliki warna-warni ragam dan intensitas dramatik dari berbagai aspek dinamika, seperti misalnya estetika yang dikandungnya, berbagai tanda dan makna yang melekat, “akar” sejarah serta keterlibatan para penutur aslinya.

Selain digelarnya festival jompa ini, Keberadaan Embung DAM ROKA merupakan salah satu destinasi wisata yang perlu dikembangkan sehingga melalui kegiatan ini sedikit tidaknya masyarakat akan menikmati keindahan embung DAM ROKA yang sangat kita banggakan.

Bupati berharap melalui festival yang digelar ini sebagai salah satu upaya pelestarian budaya yang kita miliki sehingga kita selaku warga masyarakat dapat mendukung pelaksanaan even ini demi memperkenalkan budaya yang kita miliki di masyarakat maupun generasi muda kita.

Menurut ketua panitia pelaksana Iksan mengatakan bahwa atas nama ketua panitia pelaksana kami sampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Bima yang telah mendukung pelaksanan festival ini.

Kegiatan yang kami laksanakan ini Berupa kegiatan kareku kandei, kareku nocu, dzikir hadra, tari tradisional, tari kreasi, bazar dan pameran, dimana kegiatan ini dilaksanakan mulai dari tangal 22 sampai dengan 24 Maret 2019 di embung DAM ROKA.

Momentum ini Bupati Bima mencoba alat tradisional berupa kareku kandei yang merupakan salah satu alat tradisional yang dimiliki oleh warga masyarakat yang disaksikan oleh para tamu undangan yang menghadiri kegiatan tersebut. Sekaligus menyerahkan bantuan pribadi uang tunai sebesar 3 Juta kepada panitia pelaksana dalam rangka mendukung festival jompa tersebut.

Pada kesempatan itu juga pihak panitia juga menyerahkan lukisan bergambar wajah Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE sebagai bentuk apresiasi kawula muda roka atas dedikasi dan dukungan dari pelaksanaan festival ini.(JE02)

Kabupaten Bima - Jurnal Expose || "Watu Sadundu" adalah salah satu dari sekian banyak destinasi wisata yang menjadi bagian dari pesona alam yang ada di kecamatan Wera Kabupaten Bima, Tepatnya di pegunungan Desa Kalajena.

Wadu_sadundu_wera
Wadu sadundu, diunggah pertama kali oleh anggota SAT POL PP Kec. Wera
Meskipun keberadaannya belum dikenal luas masyarakat tapi adanya batu susun ini menjadi bukti dan saksi perkembangan sejarah kerajaan Bima di wilayah timur.

Menurut orang tua terdahulu yang di cerita turun temurun, batu ini ada keterkaitan erat dengan kisah perjalanan Raja Bima tempo dulu

Di tempat inilah raja bersama pengikutnya duduk bersama untuk sejenak melepas lelah dalam perjalanan jauh menuju Gunung Api Sangiang.

Bercerita banyak hal sembari sang raja melingkari tempat yg menjadi cikal bakal keberadaan "Watu Sadundu" untuk menandai sebuah sumpah janji kesetiaan abdi dalem kala itu

Dengan menunjukan kesaktiannya sang raja menyusun batu dengan kekuatan kedua tangannya menjadi titah sang raja untuk doktrin pentingnya makna kebersamaan.

Satu pesannya untuk seluruh pengikutnya adalah kebersamaan itu diibaratkan kedua tangan dalam mengangkat suatu benda, jika tangan kanan tidak mampu mengangkat maka tangan kiri ikut membantu.

Memaknai nilai filosofi sejarah "Watu Sadundu" ini masyarakat sekitar berharap agar ada perhatian khusus dari pemerintah kabupaten Bima untuk dibuatkan akses jalan sehingga keberadaan "Watu Sadundu" bisa menjadi destinasi wisata sejarah dan pegunungan yang menarik.  (JE-05)
Diberdayakan oleh Blogger.