Tampilkan postingan dengan label Wirausaha. Tampilkan semua postingan

Kota Bima, jurnalexpose.com || Festival Kopi Kota Bima yang diselenggarakan oleh Komunitas Kopi Bima Dompu (KOPIBIDO) dibuka secara langsung Sekretaris Daerah Kota Bima Drs H Mukhtar MH di Lapangan Serasuba Kota Bima, Selasa (17/12).


Festival yang diadakan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Nusa Tenggara Barat Ke-61 ini juga turut dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Bima, Staf Ahli Walikota dan Asisten Setda Kota Bima, Pimpinan Perangkat Daerah, BUMN dan BUMD, ASN lingkup pemerintah Kota Bima serta Para Pecinta dan Penikmat Kopi baik dari Kota Bima, Kabupaten Bima maupun Kabupaten Dompu.

Festival Kopi Kota Bima akan diadakan selama 3 (tiga) hari sejak tanggal 17-19 Desember 2019 dan akan ada pembagian 1.000 gelas kopi gratis di hhari pertama pembukaan festival.

Owner Kopi Gumbe Indra yang juga merupakan Ketua Panitia Acara menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan penuh dari Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian Kota Bima, Sponsor acara baik dari BUMN/BUMD maupun Swasta.


“Kota Bima tidak memiliki kopi namun Kota Bima memiliki kultur kopi yang luar biasa. Silahkan berkunjung ke kab/kota di NTB, tidak ada yang memiliki kedai kopi sebanyak di Kota Bima”, Ungkap Indra.

Sekretaris Daerah Kota Bima saat membuka acara menyampaikan ucapan terima kasih kepada panitia penyelenggara dan teman-teman penggiat kopi, sebanyak 10 penggiat kopi mengikuti acara tersebut.

“Insya Allah acara serupa ini akan kami agendakan mulai tahun 2020. Mudah-mudahan dengan adanya festival kopi pada malam hari ini akan meningkatkan kecintaan masyarakat Kota Bima untuk minum kopi”, ujar Sekda.

Menutup sambutannya Sekda mengungkapkan bahwa Kota Bima sedang menggalakkan destinasi wisata baik di wilayah Kolo maupun Lawata.

Walikota Bima H.Muhammad Lutfi SE merencanakan di tahun 2020 nanti akan mulai merevitalisasi pasar penaraga jadi pasar Jajanan Tradisional Kota Bima, ini sesuai dengan arahannya pada saat memberikan sambutan peninjauan rumah aspirasi yang ada di Kelurahan Penatoi.


“Pasar penaraga nantinya akan dijadikan pasar khusus jajanan tradisional yang akan menjadi oleh-oleh wisatawan yang berkunjung di Kota Bima”, ujar walikota.

Walikota berharap dengan adanya  pasar tradisional ini mampu memberdayakan perekonomian masyarakat, menjaga harga pangan tetap stabil, meningkatkan daya beli masyarakat, tempat dagang yang layak dan modern serta mempermudah distribusi kebutuhan pokok.

Sebagai leading sector peran serta Dinas Koperindag sangat diperlukan dalam revitalisasi Pasar Penaraga karena pengelolaan pasar langsung dibawah pengawasan Dinas Koperindag

Kota Bima, jurnalexpose.com || Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Bima menggelar Acara Pendidikan dan Pelatihan Peningkatan Kualitas Produk Pangan dan Disversifikasi Produk Tenun di UPT Tenun Jl. Soekarno Hatta Kel. Rabangodu Utara Kota Bima, Rabu (23/10).
Foto : Ilustrasi pengrajin tenun Bima saat menenun

Diklat yang dibuka secara langsung oleh Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan SH juga turut dihadiri oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Ir Hj Rini Indriati, Pimpinan Perangkat Daerah Kota Bima, Pejabat Lingkup Pemerintah Kota Bima dari berbagai tingkatan dan peserta diklat dari Industri Kecil Menengah (IKM) Se Kota Bima.

Ketua Panitia Penyelenggara Diklat, Kepala Dinas Koperindag Kota Bima Abdul Haris SE melalui laporannya menyampaikan bahwa Diklat akan diadakan selama 3 (tiga) yakni 23 – 25 Oktober 2019 dengan maksud memberikan pemahaman dan keterampilan lebih kepada pelaku usaha baik tenun maupun pangan yang ada di Kota Bima.

Foto : Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan, SH daat membuka Diklat Pelatihan

“Tujuan kami melakukan pelatihan ini agar menghasilkan kreasi tenun serta mencari keberagaman aneka pangan hingga mampu menopang pelaku usaha yang ada di Kota Bima dan meningkatkan kredibilitasnya”. Jelas Kadis Koperindag.

Wakil Walikota mengapresiasi Dinas Koperindag Kota Bima atas inisiatifnya menganggarkan Diklat tersebut melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Koperindag tahun 2019. Hal ini penting mengingat tuntutan jaman dalam rangka menyongsong era kemajuan.

“Mau tidak mau, kita harus berupaya keras meningkatkan kualitas sumber daya manusia kita. Sebab sekarang persaingan bukan hanya dikelas lokal dan nasional namun internasional. Tenun Bima sudah pernah di Pamerkan di Amerika Serikat, hal ini menjadi tanggung jawab moral kita bagaimana mempertahankan dan meningkatkan kualitas baik dari bahan hingga pada permainan coraknya”. Ungkap Wakil Walikota.

Kota Bima, jurnalexpose.com || Seminar Bisnis Syariah dengan tema menuju daerah Bima bebas polusi dan riba diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Bima dan Kabupaten Bima bersama Komunitas Anti Riba Society Indonesia Regional Surabaya serta didukung oleh Bank Syariah yang ada di Bima. Acara bertempat di Convention HallParuga Nae Kota Bima, Kamis (10/10/19).

Foto : Wakil Walikota BIma Feri Sofian, SH Memberi Pengantar Saat Membuka Seminar
Turut hadir dalam pembukaan seminar tersebut yaitu Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Bima, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ir Hj Rini Indriati, Pejabat lingkup pemerintah Kota Bima dan Kabupaten Bima dari berbagai tingkatan serta peserta seminar sekitar 100 orang.

Wakil Walikota Bima dalam sambutannya mengharapkan tercapainya output dari seminar yang digelar tersebut berupa adanya semacam rekomendasi dan pemahaman tentang tata cara berbisnis serta bertransaksi yang halal.

“Dengan modal teknologi, kita bisa menggenggam dunia. Berbagai peluang bisnis terbuka lebar, bukan saja transaksi halal namun haram pun bahkan seringkali terjadi. Oleh karena itu seminar ini diharapkan
bisa menjadi sebuah dialektika atau sebuah ruang diskusi untuk kita semua guna mengupas tuntas masalah riba”, jelas Wakil Walikota.

Foto : Wakil Walikota Bima Bersama Jajarannya, panitia dan Pembicara seminar

Wakil Walikota juga mengarahkan agar anak bangsa mau berinovasi dan berkembang. Pemerintah siap mendukung dan selalu memberikan apresiasi yang begitu besar bagi karya-karya monumental anak bangsa.

“Anak bangsa harus memiliki tempat di negaranya sendiri, jika bukan kita bangsanya sendiri, maka siapa lagi??”, ungkap Wakil Walikota.

Menutup sambutannya, Wakil Walikota mengharapkan bahwa seminar ini mampu menambah wawasan, literasi bahkan pemahaman terhadap praktik-praktik riba.

Kota Bima, jurnalexpose.com || Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) Kota Bima menggelar Acara Penyerahan Bantuan Benang Kepada Kelompok Penenun yang tersebar di kelurahan Se Kota Bima bertempat di Aula Kantor Walikota Bima, Senin (23/09).

Foto : Ketua Dekranasda Kota Bima, Hj. Ellya memberikan bantuan pada kelompok Tenun

Acara yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Bima Drs H Mukhtar MH, Ketua Dekranasda Kota Bima Hj Ellya H M Lutfi SE beserta jajaran, Ketua Iswara Kota Bima Yuliana Syamsurih SH, Para Asisten, Pimpinan Perangkat Daerah, Pejabat dan ASN lingkup Pemerintah Kota Bima dari berbagai tingkatan ini juga turut dirangkaikan dengan penandatanganan berita acara serah terima benang oleh Ketua Dekranasda Kota Bima kepada Kelompok Penenun.

Bantuan benang diberikan kepada sekitar 20 (dua puluh) kelompok penenun dengan masing-masing kelompok menerima bantuan sebanyak 50 pack/kelompok. Adapun 5 (lima) kelompok yang menerima secara simbolis yaitu kelompok Tenun Mori sama, Tenun Mawar Nitu, Tenun Nari-nari, Tenun Galendo, dan Tenun Melati.


Ketua Dekranasda Kota Bima dalam pengantarnya menyampaikan bahwa pemberian bantuan benang merupakan salah satu program unggulan Dekranasda. Bantuan benang diberikan kepada kelompok penenun yang tersebar di 3 (tiga) kecamatan di Kota Bima yaitu Kecamatan Raba, Kecamatan Rasanae Timur dan Kecamatan Mpunda.

“Besar harapan saya kiranya bantuan ini dapat bermanfaat bagi peningkatan ekonomi kerakyatan yang ada di Kota Bima dan jika usaha ini berkembang dengan baik maka kami Dekranasda siap menjadi mitra dengan menampung hasil tenun dari kelompok penenun.” ungkap Ketua Dekranasda Kota Bima.

Ketua Dekranasda juga menjelaskan bahwa bagi kelompok yang tahun ini belum tersentuh bantuan maka akan diprogramkan lagi tahun depan sepanjang pemerintah tetap memberikan kepercayaan kepada Dekranasda untuk ikut membangun Kota Bima.

Sementara Walikota Bima melalui sambutannya yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kota Bima mengharapkan agar pemberian bantuan semacam ini menjadi motivasi bagi para penenun yang ada di Kota Bima untuk menghasilkan kreasi-kreasi tenunan terbaru dan membawa hasil nyata dalam hal peningkatan produksi.

“Kini menjadi tanggung jawab kita semua untuk menemukan upaya terobosan guna memecahkan tantangan serupa masalah produksi maupun harga produk” tutup Sekda.

Acara kemudian diakhiri dengan foto bersama Ketua Dekranasda Kota Bima, Sekda, Asisten, Ketua Iswara dan seluruh Kelompok Penenun yang hadir.

Kota Bima, jurnalexpose.com || Guna membangun jiwa kewirausahaan dan berkompetensi di Era Industrial Revolution 4.0, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bima bekerjasama dengan Wirausaha Muda Nusantara (WINMUS)menggelar Acara Seminar Nasional Character Building 2019 terkait Winning Mentality For Industrial Revolution 4.0 dengan tema besar yaitu Siap Menuju Indonesia Mandiri 2034. Seminar yang bertempat di Aula STIE Bima, Senin (23/09).


Kegiatan dibuka Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Bima Drs H Sukri MSi dan dihadiri oleh sekitar 500 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa maupun wirausaha muda juga turut dihadiri oleh Ketua STIE Bima Firdaus ST MM, Ketua STIS AL ITTIHAD Bima serta Para Kepala Sekolah.

Kehadiran trainer dan motivator muda No.1 Indonesia dari Jakarta, Syafii Efendi yang juga merupakan Ketua Umum Wirausaha Muda Indonesia mampu memberikan nilai penyemangat tersendiri dalam perjalanan acara seminar.

“Hei anak muda, apakah anda akan membiarkan perubahan menguasai anda atau anda yang menguasai dan memimpin perubahan. Perubahan adalah tuntutan, beberapa tahun yang akan datang robot akan menjadi pesaing manusia”. Teriak Syafii Efendi penuh semangat yang disambut tepuk tangan ratusan milenial Bima.


Walikota Bima dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Kota Bima menggambarkan terkait besarnya tuntutan atas kemampuan mempelajari peluang dan kejelian menggali potensi yang memiliki nilai jual sebagai modal bersaing di pasar dunia.

“Jiwa wirausaha seyogyanya harus ditanamkan sejak kecil. Sebab pada dasarnya mengembangkan kewirausahaan didalam diri memiliki keuntungan besar, salah satunya kebebasan menentukan masa depan, menjadi bos bagi diri sendiri” jelas Asisten.

Asisten menambahkan bahwa wirausaha merupakan salah satu jalan terbaik bagi pengurangan angka pengangguran, sebab ia bisa menciptakan lapangan pekerjaan yang begitu luas. Pemerintah Kota Bima akan selalu bersinergi dengan wirausaha sebagai bentuk dukungan terhadap program yang mengarah pada pemberdayaan masyarakat. Termasuk didalamnya pemberian bantuan berupa peralatan usaha bagi para wirausaha baru.

Kota Bima, jurnalexpose || Dalam memperkuat kualitas produk tenun di Kota Bima Dinas Koperindag bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian menggelar Kegiatan Bimbingan teknik IKM tenun yang diselenggarakan di Ball Room Hotel Marina. Minggu (23/9/19)


Bimtek dibuka Walikota Bima H Muhammad Lutfi SE, dan dihadiri Direktur IKM, Sandang, Kerajinan dan Industri Aneka Ir. E. Ratna Utarianingrum, M.Si didampingi oleh Asisten bidang pembangunan dan perekonomian Ir. Hj. Rini Indriyati,dan Kepala dinas koperindag Abdul Haris S.Sos. dengan jumlah peserta 15 orang yang terdiri dari pengrajin tenun

Dalam sambutannya Walikota Bima H Muhammad Lutfi SE menyampaikan terimakasih dan apresiasi untuk dinas koperindag semoga kegiatan ini bisa bermanfaat untuk para peserta Bimtek.

“Kerajinan tenun di Kota Bima menjadi salah satu mata pencaharian sebagian masyarakat Kota Bima dan tenun Bima sangat terkenal baik di kancah nasional maupun internasional, ini terbukti dengan pagelaran fashion show yang baru dilaksanakan di Darwin – Australia yang menggunakan hasil tenun bima”, papar Walikota.


Pemerintah juga kedepannya akan mengeluarkan peraturan untuk siswa siswi pada hari kamis memakai tenun seperti ASN kota bima ini bertujuan untuk membantu memajukan perekonomian penenun dan mempromosikan hasil tenun.

Dalam sambutan Direktur IKM, Sandang, Kerajinan dan Industri Aneka Ir. E. Ratna Utarianingrum, M.Si menyampaikan Kota Bima memiliki posisi yang strategis dalam meningkatkan Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang memiliki perekonomian nasional dan memiliki kontribusi yang besar dalam penyerapan tenaga kerjaserta pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Kabupaten Bima, jurnalexpose.com || Sebanyak 30 orang ketua dan pengurus Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berada di kecamatan Se – Kabupaten Bima mendapatkan pelatihan keterampilan teknik informasi yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Bima melalui Dinas Koperasi dan UMKM. di Aula hotel Parewa Kota Bima, (Senin,16/9).

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah Iwan Setiawan, SE menyampaikan bahwa diklat ini dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi para wirausaha baru di bidang teknologi informasi,


Melalui pelatihan ini diharapkan para Pengurus UKM memiliki peluang lebih untuk meraih usaha, menjangkau pasar, dan meningkatkan pelayanan maupun interaksi yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Di mana, Kabupaten Bima yang memiliki letak sangat strategis sehingga potensi sumber daya yang dimiliki harus dimanfaatkan oleh UKM untuk mendapatkan nilai tambah bagi pendapaatn ekonomi rumah tangga, keluarga dan kelompok yang manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas.

Diklat berlangsung selama 5 hari mulai dari tanggal 16 sampai dengan 20 September 2019. Mudah – mudahan, setelah mengikuti pelatihan ini seluruh peserta bisa meningkatkan jiwa kewirausahaannya dalam mengelola UKM yang dikelolanya.

Staf Ahli Bupati H. Putarman mengatakan bahwa Pada era serba canggih ini banyak pelaku usaha melakukan berbagai cara untuk memajukkan usahanya dengan memanfaatkan teknologi maupun system informasi.

Sejalan dengan itu pemanfaatan teknologi informasi dapat dilakulan dalam dunia bisnis, salah satunya dengan membuat sebuah sistem / tehnis informasi berbasis website. Keberadaan sistem informasi ditujukan untuk memudahkan para pelaku Usaha dalam memberikan informasi mengenai usaha ataupun kegiatan yag diadakan secara efektif dan efisien.

Berharap dengan adanya Diklat ini kedepanya para peserta mendapatkan pembekalan dan ilmu yang bermanfaat dalam menjalankan usahanya dengan melakukan promosi dengan menggunakan system informasi/website.

Kota Bima, jurnalexpose.com || Pembukaan kegiatan gebyar pesta wirausaha pertama yang diselenggarakan oleh Komunitas Tangan Di Atas (TDA) bekerjasama dengan BNI Cabang Bima dan STIE Kota Bima dibuka dengan meriah di Aula STIE Bima.

Pesta_wirausaha_bima
Foto ; Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah, didampingi Ketua TPP PKK Propinsi dan Bupati Bima
Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr Zulkieflimansyah bersama Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj Niken Saptarini Widyawati, Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan SH, Bupati Bima Hj Indah Damayanti Putri, Wakil Bupati Bima Drs Dahlan M Nur, Kapolresta Bima AKBP Erwin Ardiansyah SIK MH, Kepala Wilayah BNI Regional Denpasar dan Kepala BNI Cabang Bima.

Kegiatan ini diharapkan dapat mewujudkan kemajuan UMKM ekonomi Nasional. Seluruh stakeholders harus saling bersinergi, saling bahu membahu dan berkreasi memajukan ekonomi masyarakat.

Acara diawali dengan penyerahan kunci mobil BMW kepada pemenang undian BNI oleh Kepala Wilayah BNI Regional Denpasar dengan disaksikan oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, Bupati Bima, Wakil Walikota Bima, Wakil Bupati Bima dan Ketua TP PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Pesta_wirausaha_Bima_digelar

Gubernur NTB dalam sambutannya menyampaikan rasa suka cita dan kesan yang mendalam karena komunitas TDA mampu menghadirkan acara luar biasa semarak. Ternyata anak-anak di Kabupaten Bima, Kota Bima dan pemuda pulau Sumbawa, bahwa anak-anak Bima siap berkarya untuk Bima, NTB dan Indonesia.

"Kalau virus menjadi wirausaha ini terus kita tularkan Insyaallah generasi muda kita akan menjadi generasi mandiri yang luar biasa. Terima kasih dan apresiasi kepada BNI atas dukungannya kepada para wirausaha muda kita", ucap Gubernur.

Diharapkannya pula kepada perbankan diharapkan membantu dan membimbing anak-anak muda kita agar mampu membawa usaha mereka menjadi luar biasa sehingga dapat menyerap tenaga kerja kita dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Acara diakhiri dengan pemukulan gong oleh Gubernur NTB menandai dibukanya Kegiatan Pesta Wirausaha Bima.

Kota Bima, jurnalexpose.com || Melihat perkembangan dunia usaha dan enterpneur serta tantangan kedepannya, di mana pelaku usaha dituntut dapat menguasai dan bersaing di era teknologi 4.0. Komunitas TDA (Tangan Di Atas) Bima menggelar Road To Pesta Wirausaha Nasional 2021. Event "Gebyar Pesta Wirausaha" pertama di Kota Bima mengambil tema "Bima Berkarya Untuk Indonesia"

Panitia Gebyar Pesta Wirausaha saat konferensi Pers di Aula Kampus STIE Bima

Event Pesta Wirausaha ini di helat dari tanggal 7-8 September 2019, berlokasi di lapangan kampus STIE Bima. Dan digelar selama dua hari penuh dari pagi hingga malam yang berisi berbagai kegiatan yang penuh kegembiraan dan edukasi. Diantaranya, Stan Bazar UMKM, Seminar Kewirausahaan, Panggung Inspirasi dan Musik,  Kelas Digital Gratis, Zumba, Lomba Mewarnai dan lain-lain

Dalam konferensi pers yang dihadiri puluhan media massa di Aula kampus STIE Bima. Ketua TDA Bima, Hardianto menyampaikan TDA Bima ingin merangsang dunia wirausaha dan enterpneur di Bima dan mengajak anak  muda untuk berwiraswasta. (3/9/2019)
Foto : Persiapan panggung utama Gebyar Pesta Wirausaha Bima

"Event ini kami buat, semata-mata niat tulus untuk berbagi dan  memajukan serta mendorong jiwa wirausaha para anak-anak muda Bima. Target kami di event ini jumlah pengunjung yang hadir 2000 orang, peserta seminar bisnis sebanyak 1000 orang serta sukses transaksi expo di bazar dan stan-stan UMKN" jelasnya.

Herdi juga menyampaikan Event ini terselenggara dan di dukung oleh kampus STIE Bima dan tiga pemerintahan, Pemprop NTB, Kabupaten Bima dan Kota Bima serta pelaku usaha lokal yang sukses berkiprah di level Nasional bahkan Mancanegara.
Foto : Persiapan stan dan bazar Gebyar Pesta Wirausaha Bima

"Kami akan hadirkan 14 praktisi lokal yang telah sukses dan berkiprah di level Nasional Maupun Internasional untuk berbagi pengalaman dan pengetahuannya, diantaranya ada Gunawan Sila, Pengusaha sukses di Batam, asli dari Kecamatan Bolo, Drs Nasrullah Marewo, seorang dokter muda asli Lambu yang sukses berkarier di bidang kesehatan dan penguasa Klinik di Pulau Gili Trawangan - NTB dan Nasrin, biasa dipanggil dokter jamu, yang Sukses di Lombok dengan produk jamunya yang pemasarannya hingga ke mancanegara" ungkapnya. (JE02)

Kota Bima - Jurnal Expose || Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) Kota Bima menggelar Diklat pengolahan pangan bagi calon wirausaha baru se-Kota Bima dan pelatihan pengelolaan koperasi syariah tingkat Kota Bima tahun 2019 di Gedung PLUT KUMKM Kota Bima. (24/06/2019)

diklat koperindag Kota Bima

Berdasarkan laporan Plt. Kadis Koperindag, kegiatan diklat dibagi menjadi 2, yakni diklat pengolahan pangan bagi calon wirausaha baru diikuti 30 peserta yang berasal dari pelaku UMKM di Kota Bima.kegiatan ini akan berlangsung selama 5 (lima) hari tanggal 24 – 28 Juni 2019.
Sedangkan pelatihan pengelolaan koperasi syariah diikuti 30 peserta yang berasal dari gerakan koperasi syariah di Kota Bima dan akan berlangsung selama 3 (tiga) hari tanggal 24 – 26 Juni 2019, di Aula PLUT KUMKM Kota Bima.

Narasumber kegiatan pelatihan pengelolaan koperasi syari’ah, yakni praktisi pengelola koperasi syari’ah Provinsi NTB sekaligus akademisi UIN Mataram Refreandi Haeri, SE.,M.Ak, Kepala Bidang Koperasi UMKM Kota Bima dan Kadis Koperindag Kota Bima.

sedangkan narasumber diklat pengolahan pangan, yaitu Konsultan PLUT, unsur perbankan, praktisi pengolahan pangan Kota Bima, Dinas Kesehatan Kota Bima,Kabid Koperasi dan UMKM Kota Bima, serta Kadis Koperindag Kota Bima.

Asisten II dalam sambutannya menyampaikan untuk memulai sebuah usaha dibutuhkan keterampilan dan pengetahuan yang mumpuni dari para pelaku usaha baru. Pelatihan kewirausahaan menjadi upaya yang tepat sebagai  alternatif untuk memberikan skill bagi para pelaku usaha baru.

Diharapkannya, melalui diklat pengolahan pangan dapat memberikan pengetahuan dan wawasan yang baru bagi para pelaku usaha bidang pangan di Kota Bima, sehingga ke depannya mampu menghasilkan produk-produk yang mampu bersaing di pasaran regional, bahkan nasional. Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan visi misi Pemerintah Kota Bima yang ingin menekan angka pengangguran dan menciptakan lapangan pekerjaan.

diklat koperindag Kota Bima

Diakhir kegiatan dilakukan penyerahan Sertifikat Hak Atas Tanah (SHAT) bagi KUMKM sebanyak 154 sertifikat. sertifikat diserahkan oleh Asisten bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bima didampingi Kepala BPN Kota Bima kepada peserta atas nama Drs Landa MPd dari kelurahan Sarae, Azhar dari Kelurahan Sarae, Nurhaidah dari Kelurahan Lewirato, dan Imam Firdaus dari Kelurahan Lewirato. (JE02)

Kabupaten Bima - Jurnal Expose || Nasrin H. Muhtar, seorang pengusaha jamu yang cukup sukses, dihadapan 30 peserta yang merupakan perwakilan dari Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Se-Kabupaten Bima mengikuti Peningkatan Kapasitas SDM Pelatihan Pasar Kampung Online Senin (25/3) di Gedung PKK Kabupaten Bima, berbagi pengalaman dengan para peserta.

Nasrin H. Muhtar sebagai narasumber di Pelatihan Peningkatan SDM Pasar Kampung Online
Pada sesi diskusi, Nasrin sebagai pemilik produk Jamu Sasak, Samawa, Mbojo Dompu (Sasambodom) teh Moringa Kilo Dompu (KIDOM) Tri Utami Jaya mengungkapkan telah menjual lebih dari 12 produk.

BACA JUGA
"30 KIM Se-Kabupaten Bima Ikuti Pelatihan Pasar Kampung Online"

Dirinya saat ini yang bekerjasama dengan perusahaan besar China alibaba.com sudah membudidayakan lebih dari 30 hektar di tempat kelahirannya di Kilo.
Pemanfaatan media sosial untuk pemasaran produk sangat penting. "Dengan menggunakan pendekatan bisnis online, siapapun di seluruh di seluruh dunia akan bisa membaca cepat produk dipasarkan". Jelas Nasrin.
Nasrin yang pernah diundang oleh Presiden Megawati, Presiden SBY dan Presiden Jokowi ke Istana Negara sebagai pengusaha jamu yang cukup berhasil di NTB mengatakan, Sukses itu takdir bagi orang yang ingin berubah".
"Produk daun kelor (moringa) sudah dipasarkan hingga Taiwan dan akan menjadi produk nasional sebagai makanan tambahan anak di Kementerian Kesehatan untuk memerangi stunting". Ungkap Nasrin.
Jika sebuah produk sudah dikenal luas maka bukan kita yang akan memasarkannya tetapi orang yang pernah mengkonsumsi produk kita, inilah kelebihan pasar online.
Nasrin mengatakan bahwa berbisnis bisa mulai dengan barang yang dianggap tidak terlihat seperti akar alang-alang, daun sirih, daun pare dan daun kelor.
"Kampung media bisa menjadi sebuah potensi untuk kegiatan bisnis. Pendekatan bisnis pohon kelor ini akan dapat mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat". Terangnya. (JE02)
Diberdayakan oleh Blogger.