Bongkar Jaringan Besar! Sindikat Judol China-Kamboja Raup Rp20 Miliar dari Bogor, Bekasi, Tangerang

Bareskrim Polri menggerebek tiga lokasi markas judi online (judol) jaringan internasional di Bogor, Bekasi, dan Tangerang. Hasil penyidikan mengungkap sindikat ini mengeruk keuntungan fantastis hingga Rp20 miliar hanya dalam 10 bulan beroperasi.
Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro, mengatakan para pelaku mengelola server dan kegiatan pemasaran judol dari tiga kota tersebut dengan bayaran operator mencapai Rp7–10 juta per bulan.
“Dalam waktu 10 bulan, pengelola server dan marketing judol di tiga lokasi itu meraup Rp20 miliar,” tegas Djuhandhani dalam keterangannya, Minggu (20/7/2025).
Penyidik Ditreskrimum Bareskrim Polri berhasil menangkap 22 tersangka. Polisi menetapkan NKP sebagai administrator keuangan, serta RA, DN, dan AN sebagai pengelola server dan pemasaran situs judol.
Sebanyak 18 orang lainnya, termasuk SY, IK, GRH, AG, hingga SA, bertugas sebagai operator yang mengoperasikan situs judi yang terkoneksi langsung ke server di China dan Kamboja.
Polisi mengungkap dua domain utama yang digunakan sindikat tersebut, yakni Akasia899 dan Tanjung899. Para operator secara masif membombardir jutaan nomor dengan pesan promosi melalui WhatsApp, memanfaatkan ratusan akun baru setiap hari.
“Setiap operator bisa membuat hingga 500 akun WhatsApp per hari untuk menyebarkan pesan ajakan bergabung, iming-iming deposit mudah, dan janji menang besar,” ujar Djuhandhani.
Tak berhenti di situ, para pelaku juga mencuci uang hasil kejahatan tersebut melalui rekening atas nama orang lain serta mata uang kripto. Mereka menyamarkan transaksi lewat berbagai payment gateway seolah berasal dari jual beli barang.
Polisi terus mengembangkan kasus ini untuk menelusuri aliran dana dan menindak jaringan internasional lainnya.