Bupati Pati Sudewo Tolak Mundur Meski Didemo Ribuan Warga
Sudewo menolak permintaan massa dengan alasan ia terpilih secara sah melalui mekanisme demokratis.
“Saya dipilih rakyat secara konstitusional dan demokratis, jadi tidak bisa berhenti hanya karena tuntutan itu. Semua ada mekanismenya,” kata Sudewo di Kantor Bupati Pati.
Aksi unjuk rasa tersebut digelar buntut kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 250 persen yang sempat memicu kemarahan warga. Bahkan, sebelumnya Sudewo menantang warga yang menolak kebijakan itu untuk menggelar demo.
Meskipun akhirnya ia mencabut kebijakan tersebut dan meminta maaf, massa tetap menuntutnya mundur. Demo hari ini bahkan diwarnai kericuhan dan berhasil menduduki gedung DPRD Kabupaten Pati.
Dukungan terhadap tuntutan mundur juga datang dari sejumlah fraksi DPRD Kabupaten Pati, termasuk PKS, Gerindra, Demokrat, dan PKB. DPRD pun sepakat membentuk panitia khusus (pansus) untuk memproses pemakzulan Sudewo.
Menanggapi hal itu, Sudewo menyatakan menghormati langkah DPRD.
“Itu hak angket DPRD, saya menghormatinya,” ujarnya.
Sudewo mengaku aksi massa hari ini menjadi pelajaran penting bagi dirinya. Ia berjanji akan memperbaiki kinerjanya dan mengajak warga menjaga persatuan.
“Ini pembelajaran bagi seluruh masyarakat Pati untuk menjaga soliditas dan kekompakan. Jangan sampai terprovokasi. Pati milik kita semua, dan yang menjaga Pati adalah warganya,” tegasnya.
(Robby)
