HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

P3-TGAI Cibalung Diduga Asal Jadi, Pondasian Gantung !!

Kab. Bogor – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat, terutama petani, dalam mengawasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI). Pengawasan publik diperlukan untuk mencegah pihak luar atau kelompok “nakal” yang mengatasnamakan petani demi keuntungan pribadi.

“P3-TGAI adalah program dari petani, oleh petani, dan untuk petani,” tegas Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air BBWS Ciliwung Cisadane, Abd Rachman Rasid. Ia menjelaskan, program padat karya tunai Kementerian PUPR ini bertujuan memperbaiki dan meningkatkan kinerja jaringan irigasi tersier melalui pemberdayaan masyarakat.

“Kalau ada oknum yang bukan dari unsur petani, silakan segera laporkan. Masyarakat bisa mengirim laporan melalui website resmi BBWS atau langsung menghubungi kami,” ujar Abd Rachman saat dihubungi jurnalexpose.com.

Namun, pelaksanaan P3-TGAI tahun anggaran 2025 di Daerah Irigasi (D.I) Ciparakali, Desa Cibalung, Kecamatan Cijeruk, justru menuai sorotan. Proyek senilai Rp195 juta dari APBN 2025 itu diduga dikerjakan asal jadi dan minim transparansi. Papan informasi kegiatan bahkan tidak menampilkan volume pekerjaan sebagaimana diwajibkan aturan keterbukaan publik.

Kualitas pengerjaan pun dipertanyakan. Pemasangan batu tampak hanya digantung tanpa pondasi galian sesuai spesifikasi teknis, sehingga memunculkan dugaan bangunan irigasi tak akan bertahan lama dan berpotensi menghamburkan anggaran negara.

Ketua P3A, Asep, selaku pelaksana kegiatan, tidak menanggapi permintaan konfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Kamis (11/9). Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait belum memberikan klarifikasi.

(Ddy)