Rakor Kecamatan Dramaga: Camat Ingatkan Bijak Bermedsos, Kepala Sekolah Keluhkan Bantuan
Rakor dipimpin langsung oleh Camat Dramaga, Atep S. Sumaryo, SH, MM. Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam menggunakan media sosial, baik bagi perangkat desa, RT/RW, PKK, guru, maupun kepala sekolah.
“Kami meneruskan arahan pimpinan agar semua pihak bijak dalam bermedsos. Jangan sampai ikut menyebarkan berita hoaks yang belum jelas kebenarannya,” kata Atep, Selasa (9/9/2025).
Atep juga menyoroti kebiasaan sebagian guru yang gemar mengunggah aktivitas pribadi di media sosial. Menurutnya, hal itu bisa menimbulkan kesalahpahaman atau kesan negatif di masyarakat.
“Kami tidak melarang bermedsos, tapi jangan sampai mengunggah hal-hal di luar kegiatan sekolah yang bisa berdampak negatif,” ujarnya.
Dalam forum rakor, sejumlah kepala sekolah menyampaikan keluhan terkait bantuan infrastruktur pendidikan. Mereka mengaku sudah berulang kali mengusulkan perbaikan gedung sekolah, bahkan sudah diaudit, namun hingga kini bantuan tidak juga turun.
Salah satu kepala sekolah bahkan menegaskan: “Capek ngusulin terus, tapi bantuan tak kunjung datang.”
Menanggapi hal tersebut, Camat Dramaga menekankan bahwa mekanisme pembangunan saat ini menggunakan sistem bottom-up, bukan top-down.
“Lebih baik capek mengusulkan daripada diam sambil mengeluh. Kalau tidak mengusulkan, justru tidak akan dapat bantuan. Semua aspirasi diperhatikan, namun tetap disesuaikan dengan skala prioritas,” jelas Atep.
Atep menambahkan pentingnya membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen, termasuk jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam). Pihak kecamatan, kata dia, siap memfasilitasi aspirasi sekolah ke instansi terkait.
“Semua elemen harus bersinergi. Pemerintah kecamatan siap menjadi penghubung untuk menyampaikan aspirasi sekolah,” ungkapnya.
Kepala SDN Carang Pulang 1, Badrudin, menyampaikan apresiasinya terhadap forum rakor bulanan ini. Menurutnya, forum tersebut membuka ruang komunikasi dua arah antara sekolah dan pemerintah kecamatan.
“Apapun permasalahan di sekolah sekarang bisa langsung dikoordinasikan dengan pemerintah kecamatan. Rakor ini sangat bermanfaat sebagai jembatan komunikasi,” ucapnya.
Melalui forum koordinasi bulanan ini, diharapkan setiap persoalan yang dihadapi sekolah—baik infrastruktur, peran guru di masyarakat, maupun kebutuhan pendidikan lainnya—dapat segera menemukan solusi melalui sinergi antara sekolah, pemerintah kecamatan, dan Forkopimcam.
( Ade )
