Gebrak Meja Boleh, Tapi Gebrak Kemiskinan Dulu! Aktivis Sentil Wabup soal PKL: “Jangan Gaya Tuhan di Trotoar!”
Kab. Lebak, Banten — Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang mestinya jadi ruang curhat PKL justru berubah seperti sidang penghakiman. Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, dilaporkan mengeluarkan pernyataan keras soal PKL yang berjualan di trotoar, bahkan disertai gestur dramatis ala film gangster: tunjuk-tunjuk warga, nada tinggi, hingga gebrak meja.
Publik yang hadir sampai bingung, ini rapat solusi atau audisi villain Marvel?
Ketua LSM GMBI Distrik Lebak, King Naga, langsung mengibaskan kritik pedas seperti jurus pamungkas:
“Pejabat itu digaji rakyat, bukan jadi mandor rakyat kecil. Kalau rakyat sampai gemetar di depan penguasa, berarti ada yang salah dengan pemimpinnya!”
Menurutnya, di tengah ekonomi seret dan harga cabai yang kadang lebih tajam dari omongan pejabat, PKL itu pahlawan dapur.
“Yang mau dilarang silakan… tapi sediakan lahan dulu dong. Jangan cuma ngusir, tapi enggak ngasih solusi. Itu namanya… mengatur tanpa mikir!”
King Naga menilai, kalau pejabat begitu semangat melarang rakyat cari makan…
“Coba gebrak dulu angka kemiskinan. Jangan meja yang jadi korban!”
Ia mengingatkan pejabat daerah untuk lebih halus, lebih manusiawi dan tidak bertindak seolah-olah memegang remote kontrol hidup rakyat kecil.
Sampai berita ini naik tayang, Wakil Bupati belum memberikan tanggapan resmi.
Warga berharap suara rakyat tidak dikalahkan oleh suara meja.
Karena pada akhirnya:
( Hkz )
