HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Kondisi Bangunan Kian Mengkhawatirkan, SDN 1 Jalupang Mulya Dinilai Tak Layak Digunakan untuk Belajar

Lebak, Banten – Kondisi fisik Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Jalupang Mulya, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, menuai keprihatinan warga. Bangunan sekolah yang dilaporkan tidak mendapat perbaikan signifikan sejak 2017 kini dinilai sudah tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar dan berpotensi membahayakan keselamatan siswa serta tenaga pendidik.

Hasil pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah kerusakan serius pada bangunan sekolah. Atap terlihat lapuk dan rawan runtuh, dinding mengalami retakan di berbagai sisi, serta lantai di beberapa ruang kelas mengalami kerusakan. Saat musim hujan, air dilaporkan kerap masuk ke dalam kelas sehingga proses pembelajaran terganggu.

Sejumlah orang tua siswa mengaku cemas dengan kondisi tersebut. Mereka berharap anak-anak dapat belajar di lingkungan yang aman dan layak.

“Anak-anak seharusnya belajar dengan tenang dan nyaman. Dengan kondisi bangunan seperti ini, kami setiap hari merasa khawatir akan keselamatan mereka,” ujar salah satu wali murid.Sabtu (17/1/2026) 

Pihak sekolah pun membenarkan kondisi bangunan yang memprihatinkan. Kepala SDN 1 Jalupang Mulya menyampaikan bahwa kegiatan belajar mengajar tetap berjalan karena keterbatasan pilihan, meski sarana dan prasarana belum memenuhi standar kelayakan.

Masyarakat Desa Jalupang Mulya kemudian mendorong Pemerintah Kabupaten Lebak dan Dinas Pendidikan untuk segera melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Warga menilai penanganan tidak bisa lagi ditunda mengingat kondisi bangunan yang terus mengalami penurunan kualitas.

Adapun sejumlah harapan yang disampaikan masyarakat antara lain:

Tokoh masyarakat setempat menegaskan bahwa keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama.

“Kami berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata. Jangan menunggu sampai terjadi hal yang tidak diinginkan. Pendidikan yang berkualitas harus ditopang fasilitas yang aman,” ujarnya.

Warga berharap perhatian dan tindakan konkret dari pihak berwenang agar hak anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang aman dan layak dapat terpenuhi, khususnya di wilayah pedesaan.

(Heru Kz)