Cinta dan Tekanan Ekonomi, Dua Sejoli di Majalengka Akhiri Kisahnya dengan Borgol Jelang Lebaran
Dua sejoli, sepasang muda-mudi yang diduga terhimpit kebutuhan hidup menjelang Lebaran, memilih jalan yang salah. Demi uang cepat untuk memenuhi kebutuhan hari raya, keduanya nekat membawa kabur sepeda motor milik seorang petani yang tengah bekerja di sawah.
Peristiwa itu terjadi Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 07.00 WIB di Blok Kamis, Desa Kedungkencana. Sang pemilik motor memarkir kendaraannya di pinggir jalan desa dalam kondisi terkunci, lalu berjalan menyemprot padi yang mulai menguning.
Sekitar 30 menit kemudian, dari kejauhan ia melihat dua sosok berboncengan membawa motornya. Seketika dadanya bergetar. Ia berlari sambil berteriak, memecah sunyi pagi: “Maling… maling…!”
Teriakan itu menggema di antara pematang sawah. Warga yang mendengar langsung keluar rumah, sebagian berlari tanpa alas kaki. Jalan desa yang biasanya lengang berubah menjadi arena pengejaran.
Upaya kabur pasangan tersebut berakhir di Blok Mekarrasa, Desa Kedungsari. Nafas mereka tersengal, langkah terhenti, dan warga berhasil menghadang. Ketegangan memuncak sebelum akhirnya situasi dapat dikendalikan.
Tak lama berselang, petugas dari Polsek Ligung tiba di lokasi dan mengamankan keduanya. Mereka kemudian dibawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi melalui Kasi Humas AKP Yayan Sultan Ardiansyah menjelaskan bahwa kedua pelaku telah diamankan dan proses hukum sedang berjalan.
Kerugian korban ditaksir mencapai Rp23 juta. Namun lebih dari itu, kejadian ini meninggalkan ironi: di saat sebagian orang mempersiapkan kebahagiaan Lebaran, ada pula yang terjerumus dalam keputusasaan.
Diduga tekanan ekonomi menjadi latar belakang nekatnya aksi tersebut. Harga kebutuhan pokok yang meningkat, tuntutan gaya hidup, serta keinginan merayakan hari raya dengan layak kerap menjadi pemicu tindakan impulsif. Namun apa pun alasannya, hukum tetap berdiri.
Kisah dua sejoli ini menjadi pengingat bahwa cinta tanpa arah dan tekanan ekonomi tanpa solusi bisa berujung petaka. Lebaran yang seharusnya dirayakan dengan kebersamaan dan kehangatan keluarga, justru menyisakan penyesalan di balik jeruji besi.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak tergoda mengambil jalan pintas dalam menghadapi kesulitan ekonomi. Karena sekali melangkah salah, konsekuensinya bisa panjang—bahkan memisahkan dua hati yang awalnya berjalan beriringan.
(*)