HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

BKKBN Sosialisasikan Program Prioritas Pemberdayaan Perempuan dan Anak di Sukabumi

Sukabumi — Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional yang kini bertransformasi menjadi menggelar kegiatan sosialisasi program prioritas pembangunan keluarga di Kabupaten Sukabumi.

Kegiatan ini menghadirkan unsur masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta para pemangku kepentingan guna memperkuat pemahaman terhadap berbagai program strategis yang bertujuan meningkatkan kualitas keluarga dan kesejahteraan masyarakat.

Melalui sosialisasi tersebut, pemerintah mendorong masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah berbagai persoalan sosial, khususnya yang berkaitan dengan perempuan, anak, serta kesejahteraan keluarga.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan sejumlah program prioritas yang tengah dijalankan pemerintah. Salah satunya adalah program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) yang memberikan layanan pengasuhan bagi anak-anak dari orang tua yang bekerja, sehingga anak tetap mendapatkan pengasuhan yang aman, sehat, dan berkualitas.

Selain itu, diperkenalkan pula program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam upaya pencegahan stunting melalui kepedulian dan dukungan kepada keluarga yang membutuhkan.

Program lain yang turut disosialisasikan adalah Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang bertujuan meningkatkan peran ayah dalam pengasuhan anak sekaligus memperkuat keharmonisan keluarga.

Tak hanya itu, pemerintah juga memperkenalkan layanan digital AI Super Apps tentang Perempuan dan Anak, yang menyediakan berbagai layanan informasi, konsultasi, hingga pengaduan terkait perlindungan perempuan dan anak secara lebih mudah dan cepat.

Dalam kesempatan tersebut, program Lansia Berdaya juga menjadi perhatian utama. Program ini dirancang untuk memberdayakan para lanjut usia agar tetap aktif, sehat, dan produktif dalam kehidupan sosial masyarakat.

Sementara itu, anggota dari , , mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan berbagai produk yang beredar di pasaran.

Ia menegaskan bahwa setiap produk makanan, obat-obatan, maupun kosmetik yang digunakan harus memiliki izin resmi dari agar terjamin keamanan serta kualitasnya.

“Banyak produk yang beredar di masyarakat, khususnya kosmetik, belum tentu memiliki izin resmi. Karena itu masyarakat harus selalu memeriksa label dan izin edar sebelum menggunakannya,” ujar Zainul.

Menurutnya, pengawasan terhadap peredaran makanan, obat-obatan, dan kosmetik sangat penting guna melindungi kesehatan masyarakat sekaligus mencegah beredarnya produk berbahaya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami berbagai program pembangunan keluarga serta dapat berperan aktif dalam menciptakan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas.

(Evi)