HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Menu MBG Kering Dipertanyakan, Orang Tua dan Sekolah Soroti Kesesuaian Anggaran

Kab. Lebak – Penyaluran menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam bentuk makanan kering kepada 1.193 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Lebak menuai sorotan. Sejumlah orang tua siswa dan pihak sekolah mempertanyakan kesesuaian antara menu yang dibagikan dengan nilai anggaran yang telah ditetapkan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, nilai menu untuk porsi besar disebut berkisar Rp8.993 per porsi, sedangkan porsi kecil sekitar Rp6.283. Angka tersebut dinilai lebih rendah dari standar anggaran program MBG yang disebut-sebut berada di kisaran Rp10.000 per porsi.

Menu MBG tersebut disalurkan oleh dapur yang dikelola Yayasan Darul Qur’an Mulia kepada siswa di SDN Cijengkol, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Banten, pada Kamis (5/3/2026). Penerima manfaat mencakup siswa PAUD hingga jenjang sekolah dasar.

Untuk siswa PAUD, menu yang dibagikan terdiri dari satu buah jeruk, tahu goreng, dan bolu kukus. Sementara untuk porsi lebih besar, menu dilaporkan berupa keripik mantang ungu, bolu kukus, dan tahu goreng.

Sejumlah orang tua dan kepala sekolah menilai komposisi serta porsi makanan tersebut perlu dijelaskan lebih lanjut, terutama terkait kesesuaian dengan anggaran dan standar gizi program. Mereka berharap ada transparansi mengenai perhitungan biaya, kandungan gizi, serta mekanisme pengadaan menu.

Saat dikonfirmasi, pihak akuntan dan ahli gizi dapur MBG Yayasan Darul Qur’an Mulia mengakui bahwa nilai menu pada hari tersebut memang berada di bawah ketentuan. Namun, mereka menyatakan kekurangan itu akan ditambahkan pada penyaluran berikutnya.

“Kami akui untuk nilai menu hari ini memang masih kurang. Kekurangannya akan kami rapel pada penyaluran besok,” ujar perwakilan dapur MBG saat dikonfirmasi.

Masyarakat berharap pelaksanaan program MBG dapat berjalan sesuai standar gizi dan anggaran yang telah ditetapkan, sehingga tujuan utama program dalam meningkatkan asupan gizi peserta didik benar-benar tercapai.

Selain itu, orang tua siswa meminta adanya pengawasan lebih ketat dari instansi terkait agar distribusi dan kualitas menu MBG tetap terjaga serta dilaksanakan secara transparan dan akuntabel.

(Heru KZ)