Sosialisasi Respons Penyakit Berpotensi KLB Melalui Program GERMAS Digelar di Sukabumi
Sukabumi – Kegiatan sosialisasi mengenai respons terhadap penyakit yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) melalui program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat digelar di Hotel Augusta Sukabumi pada Senin (9/3/2027).
Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan Komisi IX DPR RI. Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat serta para pemangku kepentingan mengenai upaya pencegahan dan penanganan penyakit yang berpotensi memicu KLB.
Acara ini menghadirkan anggota DPR RI dari Komisi IX, Zainul Munasichin, yang menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kesehatan melalui penerapan pola hidup sehat serta melakukan deteksi dini terhadap penyakit menular.
Menurutnya, masyarakat perlu aktif menjaga kebersihan lingkungan, meningkatkan cakupan imunisasi, serta memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam menghadapi potensi wabah penyakit.
Selain membahas pencegahan penyakit, dalam kegiatan tersebut juga disampaikan mengenai program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan generasi muda.
Zainul menjelaskan bahwa program MBG diharapkan dapat membantu memastikan anak-anak memperoleh asupan gizi yang cukup sehingga dapat tumbuh sehat, cerdas, serta memiliki daya tahan tubuh yang baik.
“Program ini diharapkan dapat membantu menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa peningkatan derajat kesehatan masyarakat tidak hanya dilakukan melalui layanan kesehatan semata, tetapi juga melalui pemenuhan gizi yang baik sejak usia dini.
Dalam kesempatan yang sama, tokoh masyarakat yang akrab disapa Haji Usep juga menekankan pentingnya program MBG sebagai upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan gizi seimbang.
Menurutnya, program tersebut sangat bermanfaat terutama bagi anak-anak, karena dapat membantu memastikan mereka memperoleh asupan makanan bergizi yang cukup. Dengan terpenuhinya kebutuhan gizi sejak dini, diharapkan angka stunting dapat ditekan serta kualitas kesehatan generasi mendatang semakin meningkat.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat.
Melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya penerapan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat sebagai bagian dari upaya bersama dalam mencegah penyebaran penyakit serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
(Evi)
