GMBI Banjarsari Soroti Indikasi Masalah dalam Pelaksanaan Program MBG
Program nasional tersebut dinilai memiliki dampak besar dalam meningkatkan kualitas gizi anak serta mendukung pembangunan sumber daya manusia jangka panjang. Karena itu, pelaksanaannya harus dijaga agar tetap sesuai tujuan awal.
Menurutnya, MBG merupakan kebijakan strategis pemerintah yang berfokus pada pemenuhan gizi anak, penurunan angka stunting, serta peningkatan kesehatan dan kemampuan belajar siswa.
“Program ini sangat penting untuk mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan,” ujarnya.
Namun, dari hasil pemantauan di sejumlah titik pelaksanaan MBG di wilayah tersebut, GMBI menemukan beberapa persoalan yang dinilai dapat menghambat efektivitas program.
Keluhan yang muncul antara lain terkait kualitas makanan yang dianggap kurang layak, bahan pangan yang dinilai tidak memenuhi standar, hingga dugaan pengelolaan yang belum profesional.
Selain itu, terdapat juga laporan bahwa beberapa sekolah belum tersentuh program MBG, sementara di sisi lain ditemukan penempatan beberapa titik program dalam satu desa yang dinilai perlu ditinjau ulang sesuai petunjuk teknis.
GMBI juga menyoroti dugaan kurangnya koordinasi antara pengelola yayasan, tenaga ahli gizi, serta Kepala SPPG dalam hal pengadaan dan pengelolaan menu makanan.
“Kondisi ini perlu segera diperbaiki agar tidak menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap program pemerintah,” tegasnya.
Sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial, GMBI menyatakan akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap pelaksanaan MBG di wilayah Kecamatan Banjarsari. Setiap temuan akan didokumentasikan dan disampaikan kepada instansi terkait, termasuk Badan Gizi Nasional, untuk ditindaklanjuti secara objektif.
GMBI menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk kontribusi masyarakat dalam memastikan program berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
“Tujuan kami bukan mencari kesalahan, melainkan memastikan program ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.
( Hkz)
