Jalan Parungpanjang–Bunar Disulap dengan Teknologi Canggih, Beton “Super Kuat” Jadi Harapan Baru Warga
Pekerjaan rekonstruksi jalan tersebut dikerjakan oleh PT Giri Jaya Putra dengan pengawasan konsultan PT Secon Dwitunggal Putra KSO PT Nusa Karya Pembangunan.
Proyek bernilai Rp60,7 miliar lebih itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2026. Pemerintah menargetkan pekerjaan selesai dalam waktu 245 hari kalender dengan masa pemeliharaan selama 365 hari kalender.
Penanggung Jawab Lapangan PT Giri Jaya Putra, Agus Baharudin, menjelaskan penggunaan teknologi Gomaco GP-4000 dipilih untuk menjaga mutu pekerjaan agar menghasilkan jalan beton berkualitas tinggi dan berumur panjang.
“Metode Slipform Paving ini mampu menghasilkan permukaan jalan yang lebih rata, kuat, dan efisien dalam proses pengerjaan. Kami ingin memberikan hasil terbaik demi kenyamanan masyarakat,” ujar Agus.
Teknologi tersebut dinilai menjadi langkah maju dalam pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Bogor, khususnya pada jalur Parungpanjang–Bunar yang selama ini dikenal padat aktivitas dan membutuhkan penanganan serius.
Warga sekitar pun menyampaikan apresiasi atas langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dinilai benar-benar fokus memperbaiki akses jalan yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan.
“Saya sangat mengapresiasi pemerintah. Jalan ini memang sudah lama membutuhkan perbaikan total. Mudah-mudahan setelah selesai nanti akses masyarakat jadi lebih nyaman dan tidak cepat rusak lagi,” ungkap salah seorang warga.
Masyarakat berharap proyek tersebut mampu memperlancar mobilitas warga, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
Selain itu, penggunaan teknologi modern dalam pembangunan jalan dinilai menjadi bukti keseriusan pemerintah menghadirkan infrastruktur berkualitas tinggi yang tidak hanya cepat dibangun, tetapi juga tahan lama dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
(HKZ)
