Kecelakaan di Perumahan Mitra Berdikari Asri Disorot, Dugaan Pengurus Tinggalkan Lokasi Tuai Kritik
Makassar – Insiden kecelakaan yang terjadi di kawasan Perumahan Mitra Berdikari Asri, RT 1 RW 8, pada Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 10.30 WITA menuai sorotan publik. Peristiwa tersebut memicu kekhawatiran warga terkait sistem penanganan darurat di lingkungan perumahan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat kejadian berlangsung terdapat tiga pengurus Pamsimas yang berada di lokasi, yakni Darwin, Hamsa, dan Irwanto (Anto). Namun, ketiganya diduga meninggalkan tempat kejadian sesaat setelah insiden terjadi.
Akibatnya, penanganan awal terhadap korban disebut mengalami keterlambatan. Warga juga menyebut informasi kejadian baru diteruskan kepada pihak berwenang sekitar satu jam setelah peristiwa berlangsung.
Kondisi tersebut dinilai memperlambat proses evakuasi dan penanganan medis, yang seharusnya dapat dilakukan lebih cepat sesuai prosedur tanggap darurat.
Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Poros Rakyat Indonesia, Andis, SH, CLA, menilai peristiwa ini menunjukkan lemahnya sistem respons darurat di lingkungan tersebut.
“Dalam situasi darurat, kehadiran pihak yang bertanggung jawab sangat penting. Jika benar ada yang meninggalkan lokasi, ini perlu menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan warga,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa setiap pihak yang memiliki tanggung jawab di lingkungan masyarakat semestinya memberikan pertolongan pertama serta segera melaporkan kejadian kepada pihak berwenang.
Menurutnya, kejadian ini tidak hanya menyangkut dugaan kelalaian individu, tetapi juga mengindikasikan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan dan penanganan darurat di kawasan permukiman.
Andis juga mendorong agar dilakukan penyelidikan secara objektif guna memastikan fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan, sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat.
Warga berharap pihak terkait segera memberikan klarifikasi resmi serta melakukan pembenahan sistem, agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengurus Pamsimas maupun instansi terkait mengenai insiden tersebut.
(HKZ)
