HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Ketua DPRD Sukabumi Bicara Soal MTQ: Jangan Cuma Fasih Mengaji, Tapi Juga Mampu Bangun Daerah

Kab. Sukabumi, JabarKetua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menegaskan bahwa ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tidak boleh dimaknai sebatas kegiatan seremonial atau perlombaan membaca Al-Qur’an semata. Menurutnya, MTQ harus mampu melahirkan generasi Qur’ani yang berkarakter dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan Budi saat menghadiri pembukaan MTQ ke-47 tingkat Kabupaten Sukabumi yang digelar di Komplek Ponpes Terpadu Perguruan Islam Yaspida, Kecamatan Kadudampit, Senin (4/5/2026).

“Dari ajang MTQ ini, kami berharap lahir generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul secara spiritual, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah,” ujar Budi.

Menurutnya, MTQ memiliki makna yang jauh lebih luas karena menjadi sarana menanamkan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. Ia menilai kegiatan tersebut memiliki peran strategis dalam memperkuat syiar Islam sekaligus membentuk karakter religius generasi muda.

“MTQ harus menjadi momentum membangun kesadaran bersama agar Al-Qur’an benar-benar dijadikan pedoman hidup, baik dalam kehidupan pribadi maupun sosial,” katanya.

Budi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan MTQ sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang Mubarakah, yakni daerah yang maju dengan tetap berlandaskan nilai-nilai keagamaan.

Selain itu, DPRD Kabupaten Sukabumi mendorong adanya pembinaan berkelanjutan bagi peserta MTQ, mulai dari tingkat desa hingga kecamatan. Langkah tersebut dinilai penting agar potensi qori, qoriah, hafidz, dan hafidzah bisa berkembang secara maksimal.

“Pembinaan jangan berhenti setelah MTQ selesai. Harus ada kesinambungan agar lahir kader-kader Qur’ani yang mampu menjadi teladan di masyarakat,” tegasnya.

(Ham)