Kualitas MBG di Citorek Barat Dipertanyakan, Wali Murid Minta Instansi Terkait Lakukan Sidak Langsung
Lebak – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah menuai keluhan dari sejumlah wali murid di Desa Citorek Barat, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak. Para orang tua mengaku kecewa terhadap kualitas makanan yang disajikan kepada siswa di sekolah.
Meski mendukung penuh program pemerintah tersebut, para wali murid menilai pelaksanaannya di wilayah mereka masih jauh dari harapan. Berbagai persoalan menjadi sorotan, mulai dari menu makanan yang dinilai tidak sesuai jadwal, kualitas makanan yang diduga kurang segar bahkan terindikasi basi, hingga dugaan nilai makanan per porsi yang diperkirakan tidak mencapai Rp10.000.
Salah seorang perwakilan wali murid mengatakan masyarakat sebenarnya sangat mendukung program MBG karena dianggap penting untuk mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak-anak. Namun, kondisi di lapangan justru memunculkan kekhawatiran.
“Programnya bagus dan kami sangat mendukung. Tetapi kenyataannya makanan yang dibagikan sering tidak sesuai dengan jadwal menu. Bahkan ada makanan yang diduga sudah basi dan tidak layak dikonsumsi. Kalau dilihat dari isi dan porsinya, kami perkirakan nilainya juga tidak sampai Rp10.000 per porsi,” ujarnya.(28 Mei 2026)
Kekecewaan warga terlihat saat sejumlah pihak menanyakan secara langsung tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelaksanaan program tersebut. Para ibu wali murid kompak menyatakan ketidakpuasan mereka.
“Suka tidak dengan pelaksanaan MBG di sini?” tanya salah satu pihak yang melakukan peninjauan.
“Tidak suka,” jawab para wali murid secara serempak.
Para orang tua berharap kualitas pelayanan program MBG di wilayah mereka dapat disamakan dengan daerah lain yang dinilai lebih baik dan layak.
“Kami ingin pelayanannya seperti di daerah lain, makanannya segar, enak, dan berkualitas. Anak-anak kami juga berhak mendapatkan pelayanan yang sama,” ungkap salah seorang wali murid.
Selain kualitas makanan, warga juga menyoroti dugaan adanya pengurangan kualitas bahan baku demi kepentingan tertentu. Mereka meminta agar program bantuan pemerintah tersebut tidak dijadikan ajang mencari keuntungan dengan mengorbankan hak dan kesehatan anak-anak.
“Jangan sampai anak-anak kami menjadi korban demi keuntungan pihak tertentu. Tolong utamakan kualitas, kebersihan, dan kesehatan mereka. Ini hak anak-anak kami,” tegas salah satu orang tua siswa.
Sementara itu, saat awak media mencoba meminta konfirmasi kepada pihak pengelola MBG di Desa Citorek Barat melalui pesan WhatsApp, hingga berita ini diterbitkan belum ada tanggapan maupun penjelasan resmi yang diberikan.
Masyarakat pun mendesak instansi terkait, mulai dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, hingga tim pengawas program MBG, agar segera turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak). Pemeriksaan diminta dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kualitas bahan baku, kesesuaian menu, pengelolaan anggaran, hingga standar kebersihan dan kelayakan makanan yang dibagikan kepada siswa setiap hari.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait berbagai keluhan tersebut. Warga berharap evaluasi dan perbaikan segera dilakukan agar tujuan program MBG benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh para siswa.
(HKZ)
