Proyek SPAM Rp1 Miliar di Leuwidamar Disorot, Warga Keluhkan Air Tak Mengalir dan Keruh
Lebak, Banten – Program pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kampung Cakuem, Desa Nayagati, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, menuai sorotan warga. Proyek yang dibangun pada 2024 dengan nilai anggaran hampir Rp1 miliar itu dilaporkan belum memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Sejumlah warga mengaku fasilitas air bersih yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari justru tidak berfungsi secara maksimal.
“Air sering tidak mengalir. Kalau pun ada saat musim hujan, kondisinya keruh. Saat kemarau justru tidak ada sama sekali,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Keluhan tersebut memunculkan pertanyaan terkait kualitas perencanaan dan pelaksanaan proyek. Warga menilai hasil pembangunan belum sebanding dengan nilai anggaran yang digelontorkan.
Selain itu, warga lain juga menyampaikan dugaan bahwa sumber air yang digunakan bukan berasal dari mata air bersih, melainkan dari aliran air kecil yang kondisinya kurang layak.
“Airnya seperti dari aliran kecil, bukan sumber yang benar-benar bersih,” ungkap warga lainnya.
Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, pihak yang disebut sebagai bagian dari pelaksana proyek dengan inisial TO belum memberikan tanggapan hingga berita ini ditulis.
Masyarakat pun mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Mereka juga meminta adanya evaluasi teknis terhadap fungsi SPAM serta penelusuran terhadap proses pembangunan proyek tersebut.
Program SPAM sendiri bertujuan menyediakan akses air bersih yang layak bagi masyarakat. Karena itu, warga berharap fasilitas yang dibangun dapat benar-benar berfungsi sesuai tujuan dan memenuhi standar kualitas air bersih.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun instansi terkait mengenai kondisi yang dikeluhkan warga tersebut.
(HKZ)
