HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

SPPG di Desa Sukaluyu Disorot Warga, Kepala Desa Minta Evaluasi dan Perbaikan Standar

BOGOR – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Sukaluyu, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, menjadi perhatian masyarakat setempat. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola Yayasan Shaima Anak Sholehah disebut menerima sejumlah masukan terkait kondisi fasilitas dan kebersihan.

Sejumlah warga menyampaikan keluhan mengenai dugaan kondisi instalasi pembuangan air limbah (IPAL) yang kurang optimal serta adanya bau tidak sedap di sekitar lokasi. Selain itu, terdapat juga laporan mengenai kondisi ruang pengolahan makanan yang dinilai perlu ditingkatkan dari sisi kebersihan dan higienitas.

Menindaklanjuti hal tersebut, unsur RT, RW, dan perwakilan lembaga masyarakat melakukan peninjauan langsung ke lokasi guna memastikan kondisi sebenarnya. Hasil peninjauan tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi bersama.

Perwakilan lingkungan juga menyoroti pentingnya komunikasi dan koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan di wilayah setempat, termasuk terkait perizinan dan keterlibatan masyarakat sekitar dalam kegiatan operasional.

Sementara itu, pihak pengelola SPPG saat dikonfirmasi mengakui adanya beberapa hal yang perlu diperbaiki, khususnya pada fasilitas pendukung seperti IPAL, dan menyatakan kesiapan untuk melakukan pembenahan dalam waktu dekat.

Menanggapi hal ini, Kepala Desa Sukaluyu, Rosidin, menyampaikan bahwa pihaknya akan mendorong evaluasi menyeluruh. Ia menegaskan bahwa seluruh kegiatan yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat, terutama yang menyangkut konsumsi anak-anak, harus memenuhi standar yang berlaku.

“Jika memang masih ada kekurangan, sebaiknya segera diperbaiki. Semua harus sesuai aturan dan standar yang ditetapkan,” ujarnya.

Masyarakat berharap adanya tindak lanjut dari instansi terkait agar pelaksanaan program MBG di wilayah tersebut dapat berjalan sesuai standar kebersihan, kesehatan, serta ketentuan yang berlaku, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan secara optimal.

( Mrn )