Peringati 1 Muharram 1448 H, Majelis Dzikir Alif Siliwangi Gelar Babakti Nusantara Perkuat Syiar Islam dan Budaya Serumpun Melayu
Bogor – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Majelis Dzikir Alif Siliwangi menggelar kegiatan bertajuk Babakti Nusantara dan Budaya Serumpun Melayu di Saung Awi, Kampung Buniaga RT 04/01, Desa Sukaresmi, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jumat (26/6/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan perpaduan nilai keislaman, semangat kebangsaan, serta pelestarian budaya Nusantara dan Melayu Malaysia. Acara berlangsung khidmat dengan suasana penuh kebersamaan antara jamaah, tokoh masyarakat, dan warga sekitar.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama, zikir, pembacaan Surah Yasin, serta doa awal tahun sebagai bentuk rasa syukur menyambut Tahun Baru Islam. Nuansa religius semakin terasa melalui Majelis Ilmu dan Selawat yang mengangkat kisah hijrah Nabi Muhammad SAW dengan iringan selawat khas Melayu dan hadrah Nusantara.
Selain kegiatan keagamaan, Majelis Dzikir Alif Siliwangi juga menghadirkan program sosial melalui Babakti Nusantara berupa santunan anak yatim dan kegiatan kepedulian masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata nilai pengabdian dan kepedulian terhadap sesama.
Acara juga menampilkan pameran warisan budaya serumpun yang memperlihatkan kekayaan budaya Islam Melayu-Nusantara, mulai dari kaligrafi, kain tradisional batik Nusantara, songket Malaysia, hingga berbagai literatur dan manuskrip bernuansa keislaman.
Bunda Alif selaku tuan rumah kegiatan mengatakan, peringatan 1 Muharram bukan hanya menjadi momentum pergantian tahun dalam kalender Islam, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, serta menjaga warisan budaya.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat memaknai hijrah dengan memperkuat iman, meningkatkan kepedulian sosial, serta menjaga budaya yang menjadi identitas bangsa. Perpaduan budaya Nusantara dan Melayu Malaysia menunjukkan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan,” ujar Bunda Alif.
Menurutnya, Majelis Dzikir Alif Siliwangi diharapkan dapat menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat untuk belajar agama, mencintai budaya, serta menumbuhkan semangat kebangsaan.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berjalan dan menjadi wadah edukasi spiritual serta budaya bagi generasi muda. Nilai hijrah harus diwujudkan melalui karya, pengabdian, dan kepedulian terhadap masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat yang hadir. Mereka menilai perpaduan unsur religi, sosial, dan budaya menjadi langkah positif dalam memperkuat persatuan serta mengenalkan kekayaan budaya Islam Nusantara kepada generasi penerus.
Melalui kegiatan Babakti Nusantara dan Budaya Serumpun Melayu, Majelis Dzikir Alif Siliwangi menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan yang menguatkan nilai keagamaan, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap budaya bangsa.
(Ade)
