Danlanal Dumai Sambut Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Perkuat Kedaulatan Rupiah hingga Pulau Terluar Riau
Dumai – Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Dumai, Kolonel Laut (P) Agung N. Kusumaji, menyambut kedatangan Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 Provinsi Riau di Dermaga TNI AL Bangsal Aceh, Jalan Sukajadi, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, Senin (27/7/2026).
Kedatangan tim tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026, sebuah program yang bertujuan memperkuat edukasi masyarakat mengenai pentingnya Rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sekaligus sebagai simbol kedaulatan negara.
Dalam kegiatan itu, Tim ERB 2026 memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai cara mengenali keaslian uang Rupiah, pentingnya merawat uang dengan baik, serta mengajak masyarakat menggunakan Rupiah dalam setiap transaksi sebagai bentuk kecintaan terhadap bangsa dan negara.
Program ini difokuskan untuk menjangkau masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di Provinsi Riau. Melalui edukasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa penggunaan Rupiah bukan hanya berkaitan dengan aktivitas ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI.
Adapun wilayah yang menjadi sasaran Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 meliputi Pulau Rupat, Pulau Bengkalis, Pulau Tebing Tinggi, Pulau Mendol, hingga Sei Guntung. Selama pelaksanaan ekspedisi, tim mendapat dukungan pengamanan dan pengawalan dari KRI Lepu untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar.
Kehadiran TNI Angkatan Laut dalam mendukung program tersebut menunjukkan sinergi antara lembaga negara dalam memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat, sekaligus memastikan distribusi dan pemahaman mengenai penggunaan Rupiah dapat menjangkau wilayah kepulauan hingga pelosok negeri.
Melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, diharapkan manfaat Rupiah semakin dirasakan masyarakat di wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar. Program ini juga menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat literasi keuangan, serta menegaskan kedaulatan Indonesia dari pusat hingga daerah terluar.
(Red)
