GEMPAR Demo di Dinkes Lebak, Desak Evaluasi Pelayanan dan Minta Kepala Puskesmas Maja Dicopot
Lebak – Organisasi masyarakat Gerakan Masyarakat Peduli Rakyat (GEMPAR) DPC Kabupaten Lebak menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak, Rabu (15/7/2026). Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan terkait pelayanan kesehatan di Puskesmas Maja, termasuk meminta dilakukan evaluasi terhadap kepala puskesmas.
Aksi yang diikuti puluhan peserta itu berlangsung dengan penyampaian orasi dan penyerahan tuntutan kepada perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak. Massa meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan di Puskesmas Maja serta mengambil langkah sesuai ketentuan apabila hasil pemeriksaan menemukan adanya pelanggaran.
Ketua GEMPAR DPC Kabupaten Lebak, H. Suryadi, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk aspirasi masyarakat yang menginginkan pelayanan kesehatan berjalan profesional, transparan, dan mengutamakan keselamatan pasien.
"Kami meminta Dinas Kesehatan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelayanan di Puskesmas Maja. Apabila nantinya ditemukan pelanggaran berdasarkan hasil pemeriksaan, kami berharap ada tindakan sesuai aturan yang berlaku," ujar H. Suryadi dalam orasinya.
Selain meminta evaluasi, massa juga menyampaikan aspirasi agar Kepala Puskesmas Maja dicopot dari jabatannya. Tuntutan tersebut, menurut GEMPAR, merupakan bagian dari harapan masyarakat agar kualitas pelayanan kesehatan terus ditingkatkan.
Menanggapi aspirasi tersebut, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Endang Komarudin, menyatakan pihaknya menerima seluruh masukan yang disampaikan peserta aksi dan akan menindaklanjutinya melalui mekanisme yang berlaku.
Ia juga mengapresiasi penyampaian aspirasi yang dilakukan secara tertib sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawasi pelayanan publik di bidang kesehatan.
Terkait penanganan kasus persalinan bayi sungsang yang menjadi perhatian publik, Endang menjelaskan bahwa berdasarkan hasil evaluasi internal, tindakan tenaga kesehatan di Puskesmas Maja dinilai telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Sementara mengenai pemberian bantuan uang kepada keluarga pasien, Endang menerangkan bahwa bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian dan belasungkawa, bukan sebagai pengakuan atas adanya kesalahan dalam pelayanan.
Meski telah menerima penjelasan dari pihak Dinas Kesehatan, perwakilan GEMPAR menyatakan masih akan mengawal persoalan tersebut. Organisasi itu berencana menyampaikan aspirasi lanjutan kepada Pemerintah Kabupaten Lebak agar dilakukan evaluasi terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas Maja sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.
Hingga aksi berakhir, situasi berlangsung aman dengan pengawalan aparat keamanan.
(HKZ)
