HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Tradisi Seren Taun ke-108 di Tajurhalang Berlangsung Khidmat, Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya Sunda

KabBogor – Masyarakat RW 03, Desa Tajurhalang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, menggelar tradisi Seren Taun/Sedekah Bumi ke-108 sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki, hasil panen, dan keberkahan yang telah diterima selama setahun terakhir.

Kegiatan yang berlangsung dengan penuh khidmat tersebut diikuti oleh masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur lainnya. Tradisi tahunan ini menjadi salah satu upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya Sunda yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Seren Taun tidak hanya menjadi ungkapan rasa syukur atas hasil bumi, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap alam sebagai sumber kehidupan. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk terus menjaga nilai-nilai kearifan lokal di tengah perkembangan zaman.

Rangkaian acara berlangsung meriah dengan prosesi adat yang diikuti warga secara antusias. Kehadiran berbagai elemen masyarakat mencerminkan kuatnya semangat persatuan dan kekeluargaan yang terus terjaga di Desa Tajurhalang.

Kepala Desa Tajurhalang, Apud Ardiansyah, S.E., mengatakan bahwa Seren Taun atau Sedekah Bumi merupakan warisan budaya leluhur yang harus terus dijaga dan dilestarikan sebagai bagian dari identitas masyarakat Sunda.

"Tradisi Seren Taun bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki dan hasil bumi yang diberikan kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi, memperkuat semangat gotong royong, serta menanamkan kecintaan generasi muda terhadap budaya dan kearifan lokal," ujar Apud.

Ia berharap tradisi yang telah memasuki penyelenggaraan ke-108 ini dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan tradisi ini. Semoga Desa Tajurhalang senantiasa diberikan keberkahan, hasil panen yang melimpah, masyarakat yang sehat, rukun, dan sejahtera, serta budaya warisan leluhur tetap lestari di tengah perkembangan zaman," tutup Apud Ardiansyah, S.E.

Selain sebagai tradisi budaya, kegiatan Seren Taun juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antarwarga sekaligus memperkuat identitas budaya lokal yang menjadi bagian dari kekayaan Kabupaten Bogor.

Masyarakat berharap tradisi yang telah memasuki penyelenggaraan ke-108 ini terus dilestarikan oleh generasi muda agar nilai-nilai budaya, gotong royong, dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa tetap hidup di tengah masyarakat.

Dengan semangat "Melestarikan budaya, memperkuat persatuan, dan mensyukuri nikmat Tuhan Yang Maha Esa," Seren Taun di Desa Tajurhalang diharapkan membawa keberkahan, hasil panen yang melimpah, serta kehidupan masyarakat yang semakin rukun, sejahtera, dan harmonis.

(Red)