HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Revitalisasi Sekolah Terancam: Material Tak Ber-SNI Berlindung Label ISO — AZ 100 Syarat Mutlak Sering Dihilangkan

Sukabumi, 12 Agustus 2026 — Program revitalisasi sekolah terancam kualitasnya. Di lapangan, baja ringan banyak tidak berlogo SNI, nomor sertifikat tidak terdaftar di BSN, atau sudah kedaluwarsa. Sebagian pemasok mencantumkan ISO 9001:2015 seolah jaminan mutu — padahal ISO hanya sertifikat sistem manajemen pabrik, bukan pengganti SNI dan tidak menjamin ketahanan anti-karat.

Apa bedanya AZ 100 dan ISO?

- AZ 100 = lapisan galvalume (aluminium + seng) seberat minimal 100 gram/m², sesuai SNI 4096:2007 & SNI 8399:2017. Tahan karat 4 kali lebih baik — wajib untuk proyek pemerintah.

- ISO 9001 = hanya bukti pabrik berjalan tertib, bukan ukuran kualitas baja maupun ketebalan lapisan pelindung. Sering dipakai menutupi produk yang lapisannya hanya 60–80 gram/m² — di bawah syarat minimum.

Wajib bersertifikat resmi & ada garansi tertulis — setiap pengiriman baja ringan harus dilengkapi sertifikat SNI asli yang terverifikasi di database BSN, lengkap dengan laporan hasil uji material. Selain itu, pemasok wajib memberikan jaminan garansi tertulis minimal 10–15 tahun terhadap kerusakan akibat korosi dan ketidaklayakan material, bukan sekadar janji lisan. Tanpa dokumen kedua hal ini, material berhak ditolak dan tidak boleh dipasang.

Jika tidak tertulis AZ 100 di profil maupun dokumen, tidak ada jaminan memenuhi standar negara.

"Ketebalan 0,75 mm dan mutu G550 memang sudah bagus, tapi tanpa AZ 100, tanpa sertifikat SNI sah, dan tanpa garansi tertulis — ketahanan karat tidak terjamin. Siapa yang menanggung risiko jika atap sekolah cepat rapuh?" 

UU No. 20/2014 Pasal 20 & 21: barang terkait keselamatan wajib ber-SNI dan hanya boleh diedarkan bersertifikat sah. Permen PUPR No. 27/2015 mewajibkan seluruh material konstruksi gedung pemerintah ber-SNI — termasuk baja ringan dengan spesifikasi AZ 100 lengkap dengan dokumen jaminan mutu.

Penggunaan material di bawah standar membahayakan siswa dan guru, sekaligus pemborosan anggaran negara. Diminta segera audit material, cek sertifikat ke BSN, minta bukti garansi tertulis, dan pastikan setiap batang baja ringan bertanda AZ 100. Jangan biarkan bangunan revitalisasi justru menjadi ancaman bagi anak-anak bangsa. 

(Yosep)