Revitalisasi TK Nurul Ilmi Rp320,8 Juta Dipertanyakan
Lebak — Pelaksanaan program revitalisasi TK Nurul Ilmi di Kampung Cikeusik, Desa Cikatomas, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Banten, mendapat sorotan terkait penggunaan material dan mekanisme pelaksanaan pembangunan.
Proyek yang tercantum dalam Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 tersebut memperoleh bantuan pemerintah sebesar Rp320.816.000 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.
Berdasarkan papan informasi di lokasi, pekerjaan dilaksanakan selama 90 hari kalender, mulai 1 Agustus hingga 1 November 2026. Pelaksana kegiatan tercantum sebagai Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) TK Nurul Ilmi.
Namun, hasil penelusuran di lapangan menemukan sejumlah hal yang masih membutuhkan penjelasan dari pihak pelaksana.
Salah satu yang dipertanyakan adalah penggunaan material yang disebut berupa pasir laut serta besi berukuran 10 mm.
Penggunaan material tersebut belum dapat disimpulkan sebagai pelanggaran. Namun, kesesuaiannya perlu dipastikan dengan spesifikasi teknis, gambar rencana, RAB, serta ketentuan program revitalisasi yang berlaku.
Saat dimintai keterangan mengenai material tersebut, pihak P2SP belum memberikan penjelasan substantif kepada wartawan.
Wartawan juga berupaya meminta klarifikasi kepada bendahara sekaligus pihak yayasan yang disebut terlibat dalam pembangunan. Namun, pertanyaan mengenai pasir dan besi 10 mm belum mendapatkan jawaban dan wartawan diarahkan untuk menghubungi ketua P2SP.
Sementara itu, kepala sekolah TK Nurul Ilmi yang tercantum dalam struktur P2SP hingga berita ini diterbitkan belum berhasil dikonfirmasi.
Selain persoalan material, informasi yang dihimpun dari lapangan juga menyebut adanya dugaan keterlibatan sejumlah pihak di luar struktur P2SP dalam pelaksanaan pekerjaan.
Informasi tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. Perlu dipastikan siapa pihak yang dimaksud, dalam kapasitas apa mereka terlibat, serta apakah keterlibatan tersebut sesuai dengan mekanisme program revitalisasi satuan pendidikan.
Dengan demikian, dugaan tersebut belum dapat disebut sebagai pelanggaran sebelum terdapat hasil pemeriksaan atau klarifikasi dari pihak yang berwenang.
Dengan nilai bantuan pemerintah mencapai Rp320,8 juta, transparansi pelaksanaan menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
Masyarakat berkepentingan mengetahui apakah pembangunan dilaksanakan sesuai rencana, spesifikasi teknis, struktur P2SP, serta penggunaan anggaran yang telah ditetapkan.
Beberapa hal yang masih membutuhkan penjelasan antara lain:
- sumber dan jenis material yang digunakan;
- spesifikasi besi pada setiap bagian pekerjaan;
- kesesuaian material dengan RAB dan rencana teknis;
- pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pembangunan;
- serta mekanisme pengawasan terhadap penggunaan dana bantuan pemerintah.
Pengecekan langsung oleh instansi pendidikan maupun pihak pengawas program juga dinilai penting apabila terdapat laporan mengenai ketidaksesuaian material atau pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Hingga berita ini diterbitkan, ketua P2SP dan kepala sekolah TK Nurul Ilmi belum memberikan keterangan mengenai sejumlah pertanyaan yang disampaikan wartawan.
Redaksi menegaskan bahwa informasi mengenai penggunaan pasir laut, besi 10 mm, maupun dugaan keterlibatan pihak luar masih merupakan temuan dan informasi yang memerlukan verifikasi, bukan kesimpulan adanya pelanggaran.
Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan hak koreksi bagi P2SP TK Nurul Ilmi, pihak yayasan, kepala sekolah, maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan penjelasan secara berimbang.
(Hkz)
