HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Warga Keluhkan Bau dan Kebisingan Aktivitas SPPG Sangiang 1

Lebak — Aktivitas operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sangiang 1 di Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, mendapat keluhan dari sejumlah warga yang tinggal di sekitar lokasi.

Keluhan yang disampaikan warga tidak hanya berkaitan dengan bau yang disebut muncul dari lingkungan dapur, tetapi juga aktivitas pada malam hari yang dinilai menimbulkan kebisingan dan mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar.

Salah seorang warga yang ditemui awak media mengatakan, bau terkadang tercium cukup menyengat, terutama pada waktu tertentu.

“Warga merasa tidak nyaman dengan bau yang muncul. Apalagi kalau baunya sedang menyengat,” ujarnya.

Menurut warga, persoalan tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian pengelola SPPG. Masyarakat meminta agar pengelolaan sampah maupun sisa aktivitas dapur dilakukan dengan baik sehingga tidak menimbulkan dampak yang mengganggu lingkungan sekitar.

Warga pada dasarnya mengaku tidak keberatan dengan keberadaan dapur SPPG selama aktivitasnya dapat berjalan dengan tetap memperhatikan kenyamanan masyarakat.

Selain persoalan bau, warga juga menyampaikan keluhan mengenai aktivitas pada malam hari.

Mereka menyebut, pada waktu tertentu terdapat aktivitas relawan di sekitar dapur yang disertai suara musik dengan volume yang menurut warga cukup keras.

Kondisi tersebut dinilai mengganggu waktu istirahat, khususnya bagi masyarakat yang rumahnya berada dekat dengan lokasi SPPG.

Warga juga menyampaikan bahwa sejauh ini belum ada bentuk kompensasi yang mereka terima terkait aktivitas operasional dapur tersebut.

Salah seorang warga mengatakan masyarakat sekitar juga tidak menerima pembagian hewan kurban dari pihak dapur pada momentum Idul Adha.

“Kalau kompensasi tidak ada. Waktu kurban Idul Adha juga masyarakat di sini tidak mendapatkan,” ungkapnya.

Namun, informasi mengenai kompensasi maupun pembagian hewan kurban tersebut merupakan keterangan dari warga dan masih memerlukan penjelasan dari pihak pengelola SPPG.

Masyarakat berharap pengelola SPPG Sangiang 1 dapat membangun komunikasi yang lebih baik dengan lingkungan sekitar.

Menurut warga, keberadaan dapur SPPG merupakan bagian dari pelaksanaan program pemenuhan gizi masyarakat dan pada prinsipnya dapat didukung. Namun, kegiatan operasional tetap diharapkan memperhatikan aspek kebersihan, pengelolaan lingkungan serta kenyamanan warga.

Warga juga berharap aktivitas pada malam hari dapat diatur agar tidak menimbulkan suara yang berlebihan, sementara pengelolaan sampah dan sisa kegiatan dapur dilakukan secara tertib.

Dengan komunikasi yang baik antara pengelola dan masyarakat, berbagai keluhan diharapkan dapat disampaikan dan diselesaikan secara bersama-sama.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya meminta konfirmasi dari pengelola SPPG Sangiang 1 terkait keluhan warga mengenai bau, pengelolaan sampah, aktivitas malam hari, serta bentuk komunikasi dan perhatian terhadap masyarakat sekitar.

Media membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak pengelola SPPG Sangiang 1.

(Hkz)