Bertahun-tahun Krisis Air, Warga Sukamaju Tagih Solusi
Lebak — Warga Kampung Sukamaju, Desa Jalupang Mulya, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, mengeluhkan sulitnya memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Keluhan tersebut kembali mencuat pada Minggu (6/9/2026). Warga berharap pemerintah segera menghadirkan solusi konkret terhadap persoalan kebutuhan dasar yang mereka alami selama bertahun-tahun.
Sejumlah warga mengatakan ketersediaan air di wilayah mereka sangat terbatas, terutama pada kondisi tertentu. Mereka bahkan kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan rumah tangga hingga keperluan ibadah.
“Kami bukan meminta jalan poros diperbaiki atau pembangunan besar-besaran. Kami tahu itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Kami hanya meminta tolong agar pemerintah membantu menyediakan air bersih, misalnya sumur bor di beberapa titik di kampung kami. Itu sudah lebih dari cukup bagi kami,” ujar seorang warga.
Menurut warga, pembangunan infrastruktur memang penting. Namun, mereka berharap pemerintah juga memprioritaskan kebutuhan dasar yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat.
Warga meminta pemerintah desa segera berkoordinasi dengan Kecamatan Leuwidamar, Pemerintah Kabupaten Lebak, hingga Pemerintah Provinsi Banten untuk mencari solusi yang dapat menjawab persoalan tersebut.
Mereka berharap pemerintah tidak sekadar menerima aspirasi, tetapi juga menindaklanjutinya melalui program yang benar-benar bisa dirasakan masyarakat.
“Jangan hanya datang memberikan harapan atau mengiming-imingi kami ketika legislatif membutuhkan dukungan. Kami butuh bukti nyata, bukan sekadar janji. Kalau memang pemerintah peduli kepada masyarakat kecil, tolong buktikan dengan menghadirkan air bersih,” kata warga lainnya.
Keluhan tersebut mencakup kebutuhan mendasar, mulai dari minum, memasak, mandi hingga keperluan ibadah. Karena itu, warga menilai persoalan tersebut membutuhkan perhatian lintas pemerintahan.
Apabila pemerintah desa memiliki keterbatasan anggaran maupun kewenangan, warga berharap persoalan itu segera diteruskan kepada pemerintah tingkat kecamatan, kabupaten, atau provinsi.
Salah satu solusi yang diusulkan warga yakni pembangunan sumur bor di sejumlah titik yang mudah dijangkau masyarakat. Bagi mereka, fasilitas tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan air tanpa harus menunggu pembangunan infrastruktur berskala besar.
Masyarakat juga meminta pihak terkait turun langsung ke Kampung Sukamaju untuk melihat kondisi lapangan, mendata kebutuhan warga, serta menentukan langkah penanganan yang sesuai.
Persoalan ini menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya berkaitan dengan jalan, gedung, maupun fasilitas fisik lainnya. Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat juga membutuhkan perhatian dan tindakan nyata.
Warga Sukamaju kini menunggu kehadiran pemerintah untuk memberikan solusi atas persoalan air bersih yang mereka hadapi.
(Hkz)
