Akses Komunikasi Camat Baru Ciampea dengan Media Jadi Sorotan, Wartawan Harapkan Keterbukaan Informasi
CIAMPEA, BOGOR – Hubungan komunikasi antara pejabat publik dan media menjadi perhatian sejumlah insan pers di Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Camat Ciampea yang baru, Yudhi Utomo, menjadi sorotan setelah beberapa wartawan mengaku mengalami kesulitan memperoleh keterangan maupun akses komunikasi untuk kepentingan konfirmasi pemberitaan.
Sorotan tersebut kembali muncul saat kegiatan lepas sambut Camat Ciampea dari Drs. Pardi, AP kepada Yudhi Utomo yang berlangsung di Kampung Wisata Cinangneng, Desa Cihideung Udik, Rabu (17/6/2026).
Acara tersebut dihadiri unsur Forkopimcam, APDESI, MUI, kader PKK, kepala desa, tokoh masyarakat, dan sejumlah tamu undangan. Namun, beberapa wartawan yang hadir mengaku belum mendapatkan kesempatan untuk melakukan wawancara atau memperoleh keterangan resmi dari camat yang baru menjabat tersebut.
Menurut sejumlah awak media, momen lepas sambut biasanya menjadi kesempatan awal bagi pejabat baru untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat melalui media sekaligus menyampaikan visi, program prioritas, dan arah kebijakan yang akan dijalankan selama masa kepemimpinannya.
Namun hingga acara berakhir, harapan tersebut belum terwujud. Beberapa wartawan menyatakan masih kesulitan mendapatkan komentar maupun pernyataan resmi dari Yudhi Utomo terkait berbagai agenda dan program kerja Kecamatan Ciampea ke depan.
Sejumlah wartawan juga mengungkapkan bahwa situasi serupa pernah terjadi saat Yudhi Utomo menghadiri kegiatan Hari Ulang Tahun Desa Cibanteng. Saat itu, menurut keterangan beberapa awak media, upaya wawancara yang dilakukan belum mendapatkan respons sebagaimana yang diharapkan.
Dalam praktik jurnalistik, komunikasi dengan pejabat publik dinilai penting untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap akurat, berimbang, dan sesuai fakta. Karena itu, keterbukaan akses komunikasi menjadi salah satu aspek yang sering diperhatikan dalam hubungan antara pemerintah dan media.
Salah seorang wartawan yang enggan disebutkan namanya berharap ke depan terjalin komunikasi yang lebih terbuka antara pemerintah kecamatan dan insan pers.
"Media memiliki peran sebagai mitra dalam menyampaikan informasi pembangunan, pelayanan publik, dan berbagai program pemerintah kepada masyarakat. Karena itu komunikasi yang baik sangat diperlukan demi kepentingan publik," ujarnya.
Selain persoalan komunikasi, lokasi pelaksanaan acara lepas sambut yang digelar di luar Kantor Kecamatan Ciampea juga menjadi perhatian sejumlah pihak. Beberapa kalangan mempertanyakan alasan pemilihan lokasi tersebut mengingat Kecamatan Ciampea memiliki fasilitas aula yang dapat digunakan untuk kegiatan resmi pemerintahan.
Meski demikian, hingga berita ini ditulis belum terdapat penjelasan resmi dari Camat Ciampea, Yudhi Utomo, terkait alasan pemilihan lokasi kegiatan maupun tanggapan atas masukan dari sejumlah wartawan mengenai akses komunikasi dan konfirmasi pemberitaan.
Redaksi masih berupaya menghubungi pihak terkait untuk memperoleh keterangan dan klarifikasi resmi. Demi menjaga prinsip keberimbangan dan sesuai Kode Etik Jurnalistik, ruang hak jawab dan hak klarifikasi tetap terbuka bagi Camat Ciampea maupun pihak-pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini.
Keterbukaan informasi publik dan komunikasi yang baik antara pemerintah dengan media diharapkan dapat mendukung penyampaian informasi yang akurat, transparan, dan bermanfaat bagi masyarakat.
(Ade)
