Jogging Track Bojong Direhab dengan Dana Desa, Pemdes Tunggu Dukungan Pemkab
Sukabumi — Pemerintah Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, merehabilitasi jogging track di Lapang Desa Bojong, wilayah Kedusunan Bojong Kidul, menggunakan Dana Desa Tahun Anggaran 2026.
Berdasarkan papan informasi kegiatan yang terpasang di lokasi, pekerjaan tersebut tercatat sebagai Rehabilitasi Jogging Track Lapang Desa dengan volume 371 meter x 2,10 meter x 0,05 meter.
Kegiatan tersebut menggunakan anggaran sebesar Rp103.696.000 yang bersumber dari APBDesa Tahun Anggaran 2026. Papan informasi juga mencantumkan waktu pelaksanaan selama 25 hari kalender dengan pelaksana kegiatan dari Desa Bojong.
Sekretaris Desa Bojong, Dede Nuriadin, mengatakan pelaksanaan pekerjaan dilakukan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) desa. Menurutnya, rehabilitasi jogging track tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah desa meningkatkan fasilitas umum dan sarana olahraga sesuai aspirasi masyarakat.
“Keinginan untuk memperbaiki jogging track ini memang dari warga. Kami merealisasikannya melalui rehab atau pembangunan kembali,” ujar Dede saat ditemui, Selasa (29/9/2026).
Dede menjelaskan, keterbatasan anggaran Dana Desa menjadi salah satu pertimbangan pembangunan belum dapat diselesaikan secara keseluruhan dalam satu tahap.
Pemerintah Desa Bojong berencana melanjutkan pembangunan pada tahap berikutnya, termasuk kemungkinan menggunakan anggaran Tahun Anggaran 2027.
“Anggaran Dana Desa terbatas. Jadi pembangunan ini kemungkinan dilaksanakan dua tahap, tahun 2026 dan dilanjutkan tahun 2027,” katanya.
Menurut Dede, pembangunan secara bertahap dilakukan dengan menyesuaikan kemampuan anggaran desa serta kebutuhan penyelesaian fasilitas tersebut.
Selain mengandalkan anggaran desa, Pemerintah Desa Bojong juga telah mengajukan proposal bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui dinas terkait, termasuk Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora).
Pengajuan tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah desa menyelesaikan pembangunan jogging track sehingga fasilitas olahraga tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat secara lebih optimal.
Namun, hingga Selasa (29/9/2026), Dede mengatakan pihak desa belum mendapatkan kepastian mengenai tindak lanjut maupun waktu realisasi bantuan tersebut.
“Kami sudah mengirimkan proposal permohonan bantuan kepada pemerintah kabupaten dan jajaran Dinas Dispora. Sampai sekarang belum ada jawaban pasti kapan bantuan itu direalisasikan,” ungkapnya.
Pemerintah Desa Bojong berharap dukungan dari pemerintah daerah dapat terealisasi sehingga pembangunan jogging track dapat dilanjutkan sesuai kebutuhan.
Dengan adanya fasilitas olahraga yang lebih memadai, pemerintah desa berharap masyarakat dapat memanfaatkannya untuk aktivitas olahraga sekaligus mendukung kegiatan sosial dan kemasyarakatan di lingkungan Desa Bojong.
(Heri)
