HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Ketua KNPI Kabupaten Bogor Ingatkan Publik Tak Terprovokasi Isu, Minta Proses Hukum KPK Dihormati

Kab. Bogor — Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor, Wahyudi Chaniago, mengajak masyarakat tetap tenang dan bijak menyikapi informasi terkait proses hukum yang sedang dijalankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Bogor.

Wahyudi meminta masyarakat tidak terburu-buru mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, publik perlu membedakan antara fakta, informasi yang masih perlu dikonfirmasi, dan opini yang berkembang di tengah masyarakat.

Ia juga mengingatkan seluruh pihak untuk menghormati asas praduga tak bersalah selama proses hukum berlangsung.

“Indonesia merupakan negara yang berdasarkan hukum sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 1 Ayat (3) UUD 1945. Supremasi hukum dibangun dengan menghormati asas praduga tak bersalah dan hak asasi manusia. Karena itu, mari kita hormati proses hukum sesuai kaidah yang berlaku,” ujar Wahyudi, Rabu (2/9/2026).

Wahyudi mengatakan masyarakat perlu memberikan ruang kepada aparat penegak hukum untuk menjalankan proses sesuai kewenangan dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Biarkan KPK menjalankan tugas dan kewenangannya sesuai tupoksi. Kita hormati setiap tahapan proses hukum dan tidak mendahului atau mengambil kesimpulan sebelum ada kepastian hukum,” tegasnya.

Menurut Wahyudi, masyarakat tetap memiliki hak memperoleh informasi mengenai proses hukum yang berlangsung. Namun, ia meminta publik mengutamakan informasi dari sumber resmi dan dapat dipertanggungjawabkan.

Di tengah cepatnya penyebaran informasi melalui media sosial, Wahyudi meminta masyarakat lebih kritis terhadap berbagai narasi yang beredar.

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terseret informasi yang sengaja dibangun untuk memunculkan kegaduhan atau kepentingan tertentu.

“Kita perlu waspada terhadap pihak-pihak yang mungkin membangun narasi untuk kepentingan pribadi maupun kelompok. Jangan sampai masyarakat menjadi objek dari informasi yang belum jelas kebenarannya,” katanya.

Meski demikian, Wahyudi menegaskan bahwa sikap kritis bukan berarti masyarakat harus menutup diri terhadap informasi. Menurutnya, masyarakat tetap dapat mengikuti perkembangan kasus dengan mengedepankan fakta, verifikasi, serta sumber informasi yang jelas.

Wahyudi berharap masyarakat Kabupaten Bogor tetap menjaga situasi yang kondusif selama proses hukum berlangsung.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat tetap menjalankan aktivitas sehari-hari serta berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan pembangunan daerah.

“Mari kita tetap beraktivitas seperti biasa, menjaga kondusivitas wilayah dan berperan serta dalam setiap aspek pembangunan yang saat ini sedang berjalan di Kabupaten Bogor. Jangan sampai informasi yang belum pasti justru mengganggu aktivitas dan kebersamaan masyarakat,” ujarnya.

Wahyudi menilai kemajuan Kabupaten Bogor membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk pemuda dan organisasi kepemudaan.

Karena itu, ia mengajak masyarakat menjaga komunikasi, menghormati proses hukum, serta tetap berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Mari sama-sama mendukung kondusivitas wilayah dan berperan serta dalam setiap aspek pembangunan yang sedang berjalan di Kabupaten Bogor, demi terwujudnya Bogor Istimewa dan Gemilang,” pungkas Wahyudi.

(Ade)