HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

King Naga Ingatkan Tak Ada Pihak yang Klaim Jadi “Sutradara” Perdamaian Kasus Fam Fuk Jhong

Jakarta — Aktivis King Naga memberikan tanggapan terkait penyelesaian perkara yang sebelumnya disebut sebagai kasus dugaan penculikan terhadap aktivis kemanusiaan Fam Fuk Jhong. Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang mengklaim sebagai satu-satunya pihak yang berperan dalam proses perdamaian tersebut.

Menurut King Naga, penyelesaian yang terjadi tidak terlepas dari adanya solidaritas sejumlah elemen aktivis yang selama ini memberikan perhatian terhadap persoalan yang dialami Fam Fuk Jhong.

“Jangan ada yang menepuk dada dan merasa paling berjasa menjadi sutradara dalam perdamaian ini. Ini bukan hasil kerja individu. Ini merupakan bagian dari perjuangan dan solidaritas bersama para aktivis yang selama ini menyuarakan keadilan untuk Fam Fuk Jhong,” ujar King Naga dalam keterangan tertulis, Rabu (2/9/2026).

Ia menilai, perhatian dan tekanan publik yang disampaikan melalui berbagai aksi maupun pernyataan aktivis turut memberikan perhatian terhadap penyelesaian persoalan tersebut.

King Naga juga menyinggung proses rekonsiliasi antara pihak-pihak yang terlibat. Menurut keterangannya, dalam proses tersebut terdapat permintaan maaf dan pemberian kompensasi kepada pihak korban.

Namun, terkait nominal kompensasi dan bentuk kesepakatan secara lengkap, pihak awak media belum memperoleh dokumen perjanjian yang dapat menjadi dasar untuk memastikan nilai maupun seluruh isi kesepakatan tersebut.

Karena itu, informasi mengenai kompensasi dalam pemberitaan ini disampaikan sebagai bagian dari keterangan narasumber dan bukan sebagai fakta hukum yang telah diverifikasi secara independen.

King Naga juga mengimbau para aktivis agar tetap menjaga persatuan dan tidak menjadikan proses perdamaian tersebut sebagai alasan untuk saling mengklaim keberhasilan.

“Yang terpenting sekarang adalah bagaimana semua pihak menghormati proses perdamaian dan memastikan persoalan ini menjadi pembelajaran bersama. Jangan sampai muncul klaim sepihak yang justru menimbulkan persoalan baru,” katanya.

Ia berharap penyelesaian yang telah ditempuh dapat memberikan kepastian dan rasa keadilan bagi pihak yang terlibat serta menjadi momentum untuk mengedepankan dialog dalam menyelesaikan persoalan.

Sebelumnya, perkara yang dialami Fam Fuk Jhong menjadi perhatian setelah muncul laporan mengenai dugaan penculikan dan kekerasan terhadap dirinya. Dalam perkembangan sebelumnya, King Naga juga pernah meminta agar aparat penegak hukum menangani perkara tersebut secara profesional dan mengusut pihak-pihak yang dinilai memiliki keterkaitan dengan peristiwa tersebut.

JurnalExpose.com masih membuka ruang konfirmasi dan hak jawab kepada Fam Fuk Jhong, pihak yang disebut dalam perkara, maupun aparat penegak hukum terkait perkembangan dan status hukum perkara tersebut.

Pemberitaan ini disusun berdasarkan keterangan narasumber dan informasi yang tersedia. Awak media tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah, keberimbangan, serta prinsip verifikasi dalam pemberitaan perkara hukum.

Sumber: LSM GMBI Lebak (King Naga)

(Hkz)