PT Kultur Agro Prima Tegaskan Tak Pernah Tunjuk Pihak Mana Pun, Masyarakat Diminta Waspada
Jakarta — PT Kultur Agro Prima menegaskan tidak pernah menunjuk pihak mana pun untuk menawarkan proyek dryer atau mesin pengering komoditas atas nama perusahaan.
Penegasan tersebut disampaikan Direktur Utama PT Kultur Agro Prima, Dini Saputra, sebagai klarifikasi menyusul adanya informasi mengenai pihak-pihak yang disebut mengatasnamakan perusahaan untuk menawarkan proyek dryer hingga meminta sejumlah uang di sejumlah daerah.
Dini mengatakan, PT Kultur Agro Prima merupakan perusahaan swasta yang berdiri sendiri dan tidak berada di bawah lembaga atau institusi tertentu. Ia juga menegaskan perusahaan tidak memiliki kerja sama dengan Bulog maupun Kementerian Pertanian dalam pelaksanaan proyek tersebut.
“Seluruh dokumen resmi PT Kultur Agro Prima hanya sah apabila ditandatangani langsung oleh saya dengan tanda tangan basah dan stempel resmi perusahaan di kantor PT Kultur Agro Prima,” tegas Dini.
Dini menjelaskan bahwa hingga saat ini PT Kultur Agro Prima belum menerbitkan Surat Keputusan (SK) kepada pihak mana pun terkait proyek dryer.
Menurutnya, SK resmi perusahaan masih dalam proses penyelesaian melalui notaris dan selanjutnya akan diproses untuk mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM.
Karena itu, masyarakat diminta tidak terburu-buru mempercayai pihak yang mengaku sebagai perwakilan PT Kultur Agro Prima, terlebih apabila meminta sejumlah uang dengan alasan berkaitan dengan proyek dryer.
“Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, masyarakat kami minta melakukan verifikasi terlebih dahulu kepada manajemen PT Kultur Agro Prima sebelum melakukan transaksi atau memberikan sejumlah uang kepada pihak mana pun yang mengatasnamakan perusahaan,” ujar Dini.
PT Kultur Agro Prima mengimbau masyarakat di berbagai daerah agar lebih berhati-hati terhadap setiap penawaran proyek yang mengatasnamakan perusahaan.
Manajemen meminta calon mitra atau masyarakat melakukan konfirmasi secara langsung kepada perusahaan untuk memastikan keabsahan identitas pihak yang menawarkan kerja sama, dokumen yang dibawa, serta tujuan transaksi.
Langkah verifikasi tersebut dinilai penting untuk mencegah masyarakat mengalami kerugian akibat tindakan pihak yang tidak memiliki kewenangan mewakili perusahaan.
Dini kembali menegaskan bahwa perusahaan akan menyampaikan informasi resmi melalui mekanisme dan dokumen yang dapat dipertanggungjawabkan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan lebih lanjut mengenai identitas pihak-pihak yang disebut mengatasnamakan PT Kultur Agro Prima. Awak media membuka ruang klarifikasi bagi pihak yang merasa perlu memberikan penjelasan terkait informasi tersebut.
(Evi)
